Cyber War! Group Hacker Filipina Serang Server Internet Indonesia, Anonymous ID Turun Gunung
Foto Respon Warga Net Akan Aksi Heroik Anonymous ID pada Unggahan Akun Thread @sudutkotadotid pada Senin (26/1/2026) (Dok. Pribadi)
Anonymous ID: “Server Dibombardir Lebih Dari 80 Juta Request Per Detik. Ini Bukan Akhir, Ini Hanya Peringatan. Karena Masih Ada Mata Yang Mengintai, Masih Ada Tangan Yang Menulis Kode Kematian Di Balik Layar Gelap. Kami Tidak Terlihat, Kami Tidak Bernama, Kami Tidak Bisa Dihentikan, Kami Adalah Penjaga Di Balik Jaringan”
Sigap News NTB | Nasional — Gangguan besar pada jaringan internet nasional sejak Kamis, 22 Januari 2026, memicu kepanikan publik. Ribuan pengguna di berbagai daerah melaporkan bahwa perangkat mereka terhubung secara lokal tetapi akses internet nyaris tidak berfungsi. Layanan rumah tangga, bisnis, pendidikan daring, dan transaksi keuangan terpengaruh, sehingga aktivitas digital terganggu secara masif.
Klaim Anonymous Indonesia Muncul ke Permukaan
Di tengah kebingungan publik, akun media sosial bernama Ghost_root_ yang mengaitkan diri dengan Anonymous Indonesia mengunggah pernyataan yang menyebut gangguan bukan sekadar masalah teknis, melainkan bagian dari serangan siber terkoordinasi yang menargetkan infrastruktur inti internet nasional. Unggahan tersebut cepat tersebar dan memicu perdebatan di ruang publik daring.
Kronologi Singkat Gangguan
Waktu awal: Gangguan mulai dirasakan sejak Kamis pagi, 22 Januari 2026.
Gejala utama: Perangkat terhubung ke jaringan lokal, namun akses keluar (internet) lambat atau terputus.
Dampak: Layanan seluler, jaringan rumah tangga, perbankan digital, dan pembelajaran jarak jauh mengalami gangguan.
Keluhan pengguna membanjiri media sosial dan platform pelaporan gangguan daring, menambah tekanan terhadap operator dan regulator untuk memberikan klarifikasi.
Pernyataan Terstruktur dari Anonymous Indonesia
Berikut pernyataan yang diklaim berasal dari Anonymous Indonesia, yang vidionya diunggah oleh Akun Thread @sudutkotadotid:
“Halo, saudara-saudaraku. Jika kamu sedang menonton video ini, ketahuilah satu hal: jaringan yang kamu gunakan hari ini nyaris runtuh sepenuhnya.
Kami kembali muncul setelah lama bersembunyi di Dark Network, karena Indonesia baru saja menjadi target serangan siber tingkat perang. Gangguan besar yang menimpa jaringan Telkomsel dan IndiHome sejak Kamis pagi bukanlah kesalahan teknis atau gangguan biasa. Ini adalah Cyber War.
Sejak pukul 02.17 dini hari, kami mendeteksi aktivitas mencurigakan pada Core Router Nasional. Log sistem menunjukkan serangan berskala masif berupa Distributed Denial of Service (DDoS), Zero Day Exploit Injection, serta serangan botnet lintas negara. Terdapat upaya pengambilalihan akses root pada backbone nasional. Server dibombardir lebih dari 80 juta request per detik. Firewall runtuh satu per satu, gateway mengalami overload, dan node komunikasi nasional nyaris mengalami offline total.
Saat kami menelusuri jejak digital serangan tersebut, kami menemukan satu nama, satu kelompok, satu ancaman: One Dark System, kelompok bayangan yang beroperasi dari Filipina. Mereka masuk melalui berbagai backdoor exploit, SQL injection berlapis, remote code execution, serta penyebaran trojan jaringan berskala besar. Tujuan mereka jelas: mengambil alih infrastruktur nasional, menanam logic bomb di server pusat, menyadap lalu lintas komunikasi pemerintah, dan menghilang tanpa jejak.
Misi mereka bukan main-main. Mereka ingin mematikan internet Indonesia.
Namun mereka tidak mengetahui satu hal: sejak awal, kami telah berada di dalam sistem. Kami mengaktifkan black hole routing, melakukan kernel-level firewall patch, menerapkan AI traffic anomaly detector, serta melacak command and control server milik One Dark System.
Perang pun dimulai. Server melawan server. Kode melawan kode. Bayangan melawan bayangan.
Kami melancarkan counter strike packet, reverse exploit injection, mengunci seluruh jalur internasional mereka, serta memutus akses ke seluruh node botnet. Dalam waktu 47 menit, satu per satu server mereka tumbang. Command server dikunci. Identitas mereka kami simpan.
Hari ini kami sampaikan dengan suara dingin: Serangan One Dark System telah digagalkan. Infrastruktur jaringan telah diamankan. Indonesia kembali terhubung.
Namun dengarkan baik-baik, ini bukan akhir. Ini hanyalah peringatan. Masih ada mata yang mengintai. Masih ada tangan yang menulis kode kehancuran di balik layar gelap.
Kami tidak terlihat. Kami tidak bernama. Kami tidak bisa dihentikan. Kami adalah penjaga di balik jaringan.
We Are Anonymous.”
- Anonymous Indonesia
Dugaan Aktor Asing: “One Dark System”
Dalam pernyataan tersebut, Anonymous Indonesia menunjuk kelompok yang disebut “One Dark System” dan menyatakan kelompok itu beroperasi dari Filipina dengan metode seperti backdoor exploit, remote code execution, dan trojan jaringan. Klaim ini sebagaimana dicatat dalam pernyataan, berasal dari sumber yang mengaku sebagai pelindung jaringan internet indonesia di dunia maya.
Konfirmasi dan Verifikasi Teknis Masih Dinantikan
Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan teknis resmi dari operator jaringan atau regulator telekomunikasi yang mengonfirmasi penyebab akhir gangguan atau keterlibatan aktor siber tertentu. Pakar forensik dan regulator biasanya memerlukan waktu untuk melakukan analisis log, korelasi jejak, dan audit forensik sebelum menyampaikan temuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Publik dianjurkan berhati-hati terhadap klaim yang belum diverifikasi dan mengutamakan informasi dari sumber resmi.
Dampak Nyata bagi Publik
Gangguan berdampak luas: transaksi perbankan digital terganggu, kegiatan belajar mengajar daring terhambat, operasi bisnis mengalami penundaan, dan kepercayaan publik terhadap stabilitas jaringan nasional menjadi teruji. Respons media sosial cenderung mengagumi dan berterimakasih atas kebaikan hati group hacker Anonymous Indonesia yang telah melindungi jaringan internet Indonesia, walaupun tanpa dibiayai oleh pemerintah.
Analisis Singkat dan Rekomendasi Strategis
Insiden ini menegaskan beberapa kebutuhan strategis bagi pengelolaan infrastruktur digital nasional:
Transparansi audit forensik. Hasil investigasi teknis perlu dikomunikasikan secara jelas demi meredam disinformasi.
Penguatan mitigasi DDoS skala besar. Implementasi solusi scrubbing, edge filtering, dan kerja sama internasional diperlukan.
Diversifikasi dan redundansi jalur backbone. Reduksi single point of failure melalui multiple upstream dan rute internasional yang terpisah.
Peningkatan komunikasi publik. Operator dan regulator harus menyediakan informasi teknis yang cukup untuk mencegah kepanikan dan memperbaiki kepercayaan.
Peningkatan kapabilitas forensik siber nasional. Investasi pada tim respons insiden, kemampuan analisis memory/log, serta kerja sama intelijen siber regional.
Penutup: Antara Narasi Heroik dan Bukti Teknis
Narasi yang beredar yaitu termasuk klaim heroik Anonymous Indonesia telah menarik perhatian publik dan mengisi kekosongan informasi. Namun bukti teknis untuk mendukung atau menyangkal klaim tersebut tetap menjadi kunci. Terlepas dari siapa pelaku sebenarnya, peristiwa ini menggarisbawahi urgensi memperkuat ketahanan infrastruktur digital sebagai prioritas nasional.
Editor :M Amin