Polda NTB Edukasi Pelajar SD: Menanam Kesadaran Awal tentang Bahaya Bullying dan Narkoba
Foto Suasana Khidmat saat Subdit Bintibsos Direktorat Binmas Polda NTB Menggelar Penyuluhan Bertema Bahaya Bullying Dan Narkoba Bagi Pelajar Sekolah Dasar di SDN 32 Dasan Agung, Kota Mataram, pada Kamis (18/12/2025) (Humas Polda NTB)
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid: "Upaya Pencegahan Tidak Hanya Menjadi Tanggung Jawab Sekolah Atau Kepolisian, Namun Juga Membutuhkan Peran Aktif Orang Tua Dan Lingkungan Sekitar"
Sigap News NTB | NTB — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) melalui Subdit Bintibsos Direktorat Binmas menggelar penyuluhan bertema bahaya bullying dan narkoba bagi pelajar Sekolah Dasar di SDN 32 Dasan Agung, Kota Mataram, pada Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan sejak dini yang dirancang agar pesan-pesan keselamatan dan etika hidup mudah dicerna oleh anak-anak.
Latar Belakang: Pencegahan Sejak Dini sebagai Investasi Sosial
Polda NTB menegaskan bahwa pencegahan perilaku menyimpang pada anak harus dimulai sejak usia sekolah dasar. Intervensi edukatif seperti penyuluhan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan nilai saling menghormati dan kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba, dua hal yang krusial bagi masa depan generasi muda.
Rangkaian Kegiatan: Bahasa Sederhana, Pesan Tegas
Penyuluhan di SDN 32 Dasan Agung menghadirkan penjelasan yang disusun sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Metode penyampaian menekankan dialog interaktif sehingga siswa aktif menerima pesan tentang dampak negatif perundungan (bullying) serta risiko-menghancurkan dari narkoba terhadap kehidupan dan cita-cita.
Aktivitas disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak agar materi tidak hanya didengar, tetapi juga mampu menyentuh sikap dan perilaku sehari-hari.
Pesan Utama: Bullying dan Narkoba Adalah Ancaman Nyata
Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K selaku Kabid Humas Polda NTB menegaskan pentingnya edukasi ini:
“Anak-anak perlu memahami sejak awal bahwa bullying dan narkoba memiliki dampak yang sangat berbahaya, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Kombes Pol. Mohammad Kholid dengan sungguh-sungguh.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pengetahuan dini merupakan fondasi pencegahan: memahami bahaya adalah langkah pertama untuk memilih jalan yang aman dan produktif.
Kolaborasi Tempat Pendidikan, Keluarga, dan Kepolisian
Kombes Kholid juga menekankan bahwa pencegahan tidak boleh berjalan sendiri: sekolah dan kepolisian perlu bergandengan tangan, sementara peran orang tua dan lingkungan menjadi penentu keberlanjutan pesan-pesan tersebut di rumah dan komunitas.
“Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau kepolisian, namun juga membutuhkan peran aktif orang tua dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Pesan ini menggarisbawahi model pembinaan masyarakat yang bersinergi, bukan hanya intervensi instan, tetapi pembentukan ekosistem pelindung anak.
Dampak yang Diharapkan: Hormat, Jauh dari Narkoba, dan Rasa Aman
Melalui penyuluhan ini, Polda NTB berharap tumbuhnya kesadaran sejak dini agar anak-anak saling menghormati, menjauhi narkoba, serta ikut menjaga keamanan di lingkungan sekitar. Harapan praktisnya adalah terciptanya generasi yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan terhindar dari ancaman yang bisa merusak masa depan.
Penutup: Pendidikan Pencegahan sebagai Pilar Kamtibmas
Kegiatan penyuluhan di SDN 32 Dasan Agung menegaskan komitmen Polda NTB terhadap pembinaan masyarakat dan pencegahan gangguan keamanan melalui pendekatan edukasi. Upaya yang konsisten dan kolaboratif antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan komunitas menjadi kunci mewujudkan lingkungan yang aman sekaligus memelihara masa depan anak-anak yang produktif dan berdaya.
Editor :M Amin