Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan Apresiasi Media di NTB & Pentingnya Sinergi Pentahelix
Foto Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan Bersama Istri Saat Memberikan Sambutan Acara Tasyakuran Kenaikan Pangkatnya Bersama Media Se-NTB pada Senin (5/1/2025) Pukul: 19.00 Wita di Gerung Lobar (Dok. Pribadi)
Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, SIK, MM: “Kalau Sekarang Seseorang Ingin Sukses Atau Ingin Tampil, Tanpa Menggandeng Atau Mengikutsertakan Elemen Media, Sepertinya Hal Yang Mustahil. Kecil Bisa Besar Karena Rekan-Rekan Media. Dan Besar Bisa Kecil, Itu Bisa Terjadi Karena Rekan-Rekan. Sekali Lagi Dari Lubuk Hati Yang Paling Dalam Ini: Terima Kasih Yang Sebesar-Besarnya Kepada Rekan-Rekan”
Sigap News NTB | NTB — Kediaman Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan di Gerung, Lombok Barat, dipenuhi suasana hikmat dan hangat kekeluargaan pada Senin malam (5/1/2026). Dalam acara tasyakuran yang dimulai pukul 19.00 WITA itu, Brigjen Iwan merayakan kenaikan pangkatnya yang resmi dilantik pada 31 Desember 2025 lalu. Hadir dalam pertemuan tersebut yaitu 35 awak media se-NTB serta sejumlah tamu undangan: Babe Amin (Ketua GJI NTB), Abdul Syukur (Pimpinan PWI NTB), H. Syukron Hadi (Ketua DPW FRIC NTB), dan M. Aminullah, S.Si (Sekwil DPW FRIC NTB), beserta tokoh dan mitra kerja lain.
Susunan Acara: Bunga Rampai Protokol dan Kebersamaan
Acara berjalan menurut susunan sederhana namun penuh makna:
- Opening oleh MC/ Pembawa Acara;
- Pembacaan doa oleh Moeh Dhien Hamzah, S.Pt, M.Si;
- Sambutan oleh Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M.;
- Sambutan perwakilan wartawan oleh Abdul Syukur (Ketua PWI NTB);
- Ramah-tamah;
- Closing oleh MC.
Penutupan diwarnai ramah-tamah dan hidangan prasmanan; tuan rumah menyampaikan terima kasih, permohonan maaf, dan harapan agar kerjasama terus berlanjut mendukung tugasnya.
Suasana Tasyakuran: Kekeluargaan dan Kejutan Kecil

Foto Karangan Bunga dari Berbagai Pihak Atas Kenaikan Pangkat Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, SIK, MM pada Senin (5/1/2025) di Kediaman Beliau, Gerung Lobar (Dok. Pribadi)
Malam tasyakuran terasa hangat: selain formalitas kata sambutan, hadir pula nuansa kekeluargaan dengan Bunda Hasan Hussein duduk di sisi tuan rumah, Prof. Baiq Rien Handayani hadir memberi kehormatan, serta dukungan teknis dan konsumsi hadir dari pihak yang kebetulan sebagian besar adalah keluarga besar Polri (pemain keyboard & tim katering merupakan anggota Polda NTB). Brigjen Iwan menyebut kebetulan itu sebagai bagian dari kemudahan koordinasi dan kolaborasi yang terasa alami pada acara tersebut.
Jejak Singkat: Dari Kabid Humas Polda NTB jadi Sekdep Prokerma BGN RI
Dalam sambutannya Brigjen Mamiq Iwan menelusuri perjalanan karier yang membentuk relasi dan rasa syukur: pengalaman bertugas di Polda NTB, terutama sebagai Kabid Humas, serta peran merintis sebelum dan selama dirinya bertugas di Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menegaskan bahwa dukungan media tidak semata karena jabatan formal. Melainkan karena ikatan bathin yang lahir dari hati ikhlas, termasuk ketika BGN belum memiliki struktur, personel, maupun anggaran.
Pernyataan Inspiratif Brigjen: Terima Kasih, Kolaborasi, dan Pentahelix
Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan memberi pernyataan inspiratif yang sarat apresiasi dan pesan kepemimpinan. Poin-poin terpenting yang disampaikan antara lain:
- Pengakuan terhadap kecepatan pemberitaan wartawan di NTB. Ia mengakui kekaguman atas kemampuan rekan-rekan media yang seringkali memberitakan kegiatan “sebelum kegiatan selesai”. Hal ini merupakan sebuah indikator sigap dan profesionalisme yang membanggakan.
- Rasa syukur dan pengakuan peran keluarga serta rekan kerja. Brigjen Iwan berulang kali mengucap syukur kepada Allah SWT serta menyebut peran istri dan tokoh pendamping yang hadir.
- Pelajaran kepemimpinan Diklatpim I: pentahelix sebagai kunci kesuksesan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lima elemen, yang terdiri dari akademisi, pemerintah, masyarakat, swasta, dan media, sebagai fondasi keberhasilan di era globalisasi.
“Kesuksesan ini, bukan terjadi karena diri saya. Banyak orang mendukung saya, termasuk rekan-rekan media. Kalau sekarang seseorang ingin sukses atau ingin tampil, tanpa menggandeng atau mengikutsertakan elemen media, sepertinya hal yang mustahil. Kecil bisa besar karena rekan-rekan media. Dan besar bisa kecil, itu bisa terjadi karena rekan-rekan. Sekali lagi dari lubuk hati yang paling dalam ini: terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan. Tolong dukung terus. Jangan saling sodok atau saling menjatuhkan, harus saling mendukung. Semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang sebesar-besarnya untuk seluruh rekan-rekan berupa kesuksesan dan kemudahan dalam melaksanakan tugas masing-masing,” ujar Jendral Polisi Bintang 1 yang lahir di Selong pada 20 Januari 1972 ini dengan senyum tulusnya kepada rekan-rekan wartawan dan tamu undangan lainnya.
Pernyataan ini menempatkan media bukan sekadar peliput, melainkan mitra strategis dalam proses pembangunan dan keberhasilan kepemimpinan.

Foto Suasana Sinergi Antara Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, SIK, MM dengan M. Aminullah, S.Si (Korwil Sigap News NTB/ Sekwil FRIC NTB) pada Senin (5/1/2025) dalam Acara Tasyakuran Kenaikan Pangkat Beliau (Dok. Pribadi)
Sambutan Perwakilan Wartawan: Harapan Kolaborasi Lebih Terstruktur
Atas nama para awak media, Ketua PWI NTB, Abdul Syukur, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas kenaikan pangkat Brigjen Iwan. Inti sambutan Abdul Syukur:
“Selamat dan apresiasi kami sampaikan atas kenaikan pangkat Bapak. Kami menghargai keterbukaan BGN dan berharap ke depan terdapat kerangka kerja terpancang seperti MoU yang konkret. Agar dukungan media dapat berlangsung secara berkelanjutan serta memberi manfaat ekonomi dan sosial yang nyata untuk NTB. Terima kasih atas undangan; semoga amanah yang Bapak emban membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Abdul Syukur yang disambut tepuk tangan meriah tamu undangan.
Pernyataan ini menegaskan keinginan insan pers untuk hubungan kerja yang terstruktur dan saling menguntungkan: kritis, terbuka, dan produktif.
Makna & Implikasi: Dari Tasyakuran ke Agenda Sinergi
Tasyakuran ini lebih dari seremoni; ia menjadi momen konsolidasi jaringan antara tokoh keamanan, lembaga publik (BGN), dan media. Pesan pentahelix yang diusung Brigjen memosisikan media sebagai pilar penting dalam:
- Penguatan komunikasi publik;
- Akselerasi program pembangunan dan layanan publik;
- Pengawasan serta kontrol sosial yang konstruktif;
- Fasilitasi narasi positif ketika langkah-langkah reformasi dan inovasi dijalankan.
Adanya usulan MoU yang disampaikan PWI NTB membuka jalan bagi hubungan formal yang dapat memberi manfaat pragmatis bagi kedua belah pihak, untuk transparansi, kesinambungan informasi, dan dukungan operasional.
Penutup: Harapan yang Mengikat
Acara ditutup dengan ramah-tamah, hidangan prasmanan, dan doa bersama. Sebagai tuan rumah, Brigjen Iwan menutup dengan ucapan terima kasih, permohonan maaf atas kekurangan, serta ajakan untuk terus bekerja sama mendukung kemajuan NTB dan tugas institusi yang diembannya.
Malam itu bukan sekadar perayaan kenaikan pangkat Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan: ia menjadi deklarasi komitmen dengan kepemimpinan yang menyadari peran kolektif, dan media yang diposisikan sebagai mitra strategis untuk mewujudkan cita-cita bersama. Semoga momentum ini menjelma menjadi sinergi nyata, bukan hanya dalam kata, tetapi dalam langkah bersama yang membawa manfaat luas bagi masyarakat NTB khsusunya.
Editor :M Amin