Rilis Akhir Tahun 2025: Polri Paparkan Capaian Operasional & Perkuat Pendekatan Humanis Public Trust
Foto Astamaops Kapolri, Komjen Pol Fadil Imran saat Menyampaikan Capaian Kinerja Polri Tahun 2025, pada Selasa (30/12/2025) (DPP FRIC)
Astamaops Kapolri, Komjen Pol Fadil Imran Ungkap Polri Hadir Dengan Personel Dan Bantuan Nyata Di Aceh: Kerahkan 11.357 Personel Gabungan, Penyaluran 2.337,6 Ton Bantuan Kemanusiaan, Serta Pembangunan 261 Sumur Bor
Sigap News NTB | Nasional — Kepolisian Negara Republik Indonesia memaparkan capaian operasional sepanjang tahun 2025 dalam rilis akhir tahun sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik. Paparan menekankan peran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta upaya menghadirkan perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang presisi di seluruh negeri.
Capaian Operasi: Skala Nasional Dan Kewilayahan
Asisten Utama Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol Fadil Imran, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 Polri melaksanakan 5 operasi terpusat dan 265 operasi kewilayahan. Operasi tersebut meliputi agenda nasional besar seperti Operasi Ketupat dan Operasi Lilin, serta ratusan operasi polda yang dirancang untuk merespons tantangan spesifik di tiap daerah.
“Rilis akhir tahun ini adalah bentuk pertanggungjawaban Polri kepada masyarakat. Ini refleksi kinerja kami sepanjang 2025 dalam mengoptimalkan pemeliharaan kamtibmas, perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum yang presisi,” ujar Komjen Pol Fadil Imran.
Komjen Fadil menekankan bahwa kerja nyata di tingkat wilayah menjadi penentu efektivitas pengamanan dan pelayanan publik.
Sinergi Lintas Sektor Sebagai Kunci Stabilitas
Polri menegaskan bahwa keamanan nasional tidak dapat dibangun sendiri oleh satu institusi. Sepanjang 2025, Polri menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk 5 kementerian, 4 lembaga, dan 2 unsur non-lembaga. Hal ini dilakukan untuk memastikan sistem keamanan yang komprehensif dan inklusif.
Menurut Komjen Fadil, stabilitas keamanan juga berdampak pada perekonomian; pengamanan agenda nasional dan internasional memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan dan citra bangsa.
“Keamanan adalah investasi ekonomi. Pengamanan World Water Forum terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali sebesar 8,23 persen. Begitu pula pengamanan kunjungan Paus Franciscus yang menunjukkan Indonesia sebagai negara yang damai dan toleran di mata dunia,” kata Komjen Fadil.
Reformasi Filosofi Pengamanan: Dari Kekuatan Ke Kepercayaan
Dokumen kebijakan terbaru Polri menetapkan tiga pilar utama pengamanan:
- Pendekatan dialogis berbasis hukum;
- Proporsionalitas penggunaan kekuatan;
- Integritas serta legitimasi.
Pilar-pilar tersebut dirancang untuk memperkuat akuntabilitas sekaligus menghadirkan pendekatan yang lebih humanis dalam pelaksanaan tugas.
Polri mengakui adanya kritik public, termasuk soal penggunaan kekuatan yang dinilai tidak proporsional dan lemahnya fungsi negosiasi, dan menjadikan kritik tersebut sebagai dasar pembenahan. Pergeseran paradigma pengamanan aksi massa ditandai peralihan dari crowd control yang represif, menuju crowd management, dan idealnya mutual respect, di mana polisi hadir sebagai mitra publik.
“Pengamanan aksi tidak boleh lagi dilihat dari jumlah pasukan, tetapi dari kualitas interaksi antara polisi dan masyarakat. Inilah pendekatan yang lebih manusiawi dan berorientasi ke depan,” ujar Komjen Fadil.
Peran Dalam Penanggulangan Bencana: Respons Cepat Dan Bantuan Konkret
Selain tugas penegakan hukum, Polri aktif dalam penanggulangan bencana yang terjadi sepanjang 2025, dengan tanah longsor dan angin puting beliung sebagai jenis kejadian paling dominan. Provinsi Jawa Tengah tercatat memiliki frekuensi bencana tertinggi.
Polri mengarahkan fokus pada kecepatan respons melalui pemetaan kekuatan personel agar bantuan dapat tiba lebih cepat. Saat bencana besar akhir tahun menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Polri hadir dengan personel dan bantuan nyata. Di Aceh, langkah yang dilaporkan antara lain: pengerahan 11.357 personel gabungan, penyaluran 2.337,6 ton bantuan kemanusiaan, serta pembangunan 261 sumur bor untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak.
“Polri berkomitmen hadir tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi hingga tahap pemulihan. Karena sejatinya tugas Polri bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menegakkan kepercayaan publik,” tutup Komjen Pol Fadil Imran.
Penutup: Akuntabilitas Dan Komitmen Kedepan
Rilis akhir tahun 2025 menegaskan komitmen Polri untuk terus melakukan pembenahan operasional dan filosofi pengamanan yang menempatkan kepercayaan publik sebagai landasan kerja. Sinergi dengan berbagai pihak, transformasi pendekatan pengamanan, dan peran kemanusiaan saat bencana menjadi pilar utama dalam upaya mewujudkan keamanan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Editor :M Amin