Super Ngebut! Letda Alfan Wahyu: Pembangunan Jembatan Bailey Desa Perigi Sudah Selesai Dalam 8 Hari
Foto Kondisi Finishing Pembangunan Jembatan Bailey Desa Perigi oleh Personil Yonzipur 18 Kodam Udayana, Yang Ditinjau oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si pada Senin (12/1/2025) (Dok. Pribadi)
Bupati Lotim, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si: "Terima Kasih Kepada Gubernur NTB Dan Pangdam IX/Udayana Yang Telah Membantu Masyarakat Terdampak Bencana. Insya Allah, Jembatan-Jembatan Lain Yang Rusak Akibat Bencana, Juga Tengah Diupayakan Perbaikannya"
Sigap News NTB | Lotim — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Perigi dengan Desa Puncak Jeringo, pada Senin (12/1/2025). Pada kesempatan tersebut, Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, turun langsung meninjau progres pembangunan jembatan yang kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian.
Kunjungan Lapangan Dihadiri Unsur Pemerintah dan TNI
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Lotim didampingi oleh sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya:
- Kepala BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, ST, MT;
- Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, L. Fathul Kasturi, SP;
- Kabag PKP Setda Lotim, Eka Taufan Pradita, S.STP, M.AP;
- Kasubag M. Gauzil Bai Azhan Barkowi, S.STP, M.HP Beserta Tim Humas & PKP Setda Lotim;
- Sekretaris BPBD Lombok Timur;
- Kabid Rehabilitasi, Irigasi, dan Rekonstruksi BPBD Lotim, Hadi Jayari, S.Kom;
- Babinsa Desa Perigi, Sertu Zainuddin;
- Polmas Desa Perigi;
- Kepala Desa Perigi, Darmawan;
- Kepala Dusun Aik Beta, Ahmad Maesir.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam percepatan pemulihan akses vital warga.
Bupati Lotim: Jalan dan Jembatan Adalah Kebutuhan Dasar

Bupati Lombok Timur menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat, khususnya untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Alhamdulillah, progres pembangunan jembatan ini tinggal tahap penyelesaian akhir saja. Kami upayakan secepat mungkin agar masyarakat dapat kembali melintas dengan aman dan nyaman,” ujar Bupati Haerul Warisin di lokasi pembangunan jembatan Dusun Aik Beta.
Ia juga menyampaikan bahwa jembatan Bailey ini bersifat sementara dengan masa pinjam selama 18 bulan, sembari menunggu ketersediaan anggaran pembangunan jembatan permanen.
“Kami berharap sebelum masa pinjam berakhir, anggaran pembangunan jembatan permanen sudah tersedia. Kami juga telah melaporkan ke BNPB Pusat agar jembatan-jembatan yang putus akibat bencana di beberapa kecamatan segera mendapat perhatian,” jelasnya.
Menurut Bupati H. Iron, wilayah Lombok Timur memiliki sejumlah sungai yang rawan banjir dan bencana tahunan, seperti Kokok Tanggek di Mamben. Sehingga penanganan infrastruktur harus dilakukan secara cepat dan berkelanjutan.
“Jalan dan jembatan adalah kebutuhan dasar. Kita tidak boleh terlambat, karena ini menyangkut pergerakan ekonomi, akses pendidikan, dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Komitmen Pemerintah Disampaikan Lewat Media Sosial
Melalui akun media sosial resminya, Bupati Lombok Timur juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah jembatan Bailey untuk keluarga kita di Perigi sudah hampir rampung. Terima kasih kepada Gubernur NTB dan Pangdam IX/Udayana yang telah membantu masyarakat terdampak bencana. Insya Allah, jembatan-jembatan lain yang rusak akibat bencana juga tengah diupayakan perbaikannya. Semangat Lombok Timur,” tulis Bupati.
Kepala BPBD Lotim: Sinergi Jadi Kunci Percepatan

Kepala BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, ST, MT, menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci utama percepatan pembangunan infrastruktur darurat.
“Kalau TNI, pemerintah, dan rakyat bersatu, maka tidak ada yang sulit. Pekerjaan bisa diselesaikan lebih cepat dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Danton Yonzipur 18: Pemasangan Jembatan 100 Persen Rampung
Sementara itu, Letda Alfan Wahyu, Danton Yonzipur 18 Kodam Udayana selaku penanggung jawab pembangunan, memastikan bahwa struktur utama Jembatan Bailey telah selesai sepenuhnya.
“Untuk pemasangan jembatan sudah 100 persen. Saat ini kami fokus pada penebalan jalan di ujung dan pangkal jembatan agar dapat dimaksimalkan oleh warga,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila kondisi cuaca mendukung dan tanah telah padat, pengecoran jalan dapat segera dilakukan sehingga jembatan bisa digunakan oleh masyarakat keesokan harinya.
Letda Alfan juga menegaskan batas maksimal beban kendaraan yang boleh melintas.
“Kami harapkan kendaraan yang melintas memiliki bobot maksimal 20 ton, demi keamanan dan keawetan jembatan,” tegasnya.
Gotong Royong Masyarakat untuk Finishing Akhir
Untuk tahap finishing, pengecoran jalan akan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat. Tim Yonzipur 18 telah menyiapkan material berupa:
- Semen sebanyak 100 sak;
- Tanah uruk 4–6 dam truk;
- Batu koral 1 dam;
- Pasir halus 1 dam.
Jam kerja personel TNI dimulai pukul 07.00 hingga waktu Dzuhur, dilanjutkan kembali pukul 13.30 hingga malam hari, bahkan mencapai pukul 20.00 WITA.
Kepala Desa Perigi: Akses Warga Segera Pulih

Kepala Desa Perigi, Darmawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah, hari ini kita sama-sama menyaksikan jembatan Bailey sudah terpasang. Tinggal beberapa pekerjaan tambahan agar kendaraan dapat melintas. Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Perigi, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Gubernur, TNI, BNPB, BPBD Lotim, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras,” ujarnya.
Ia berharap, dengan selesainya jembatan ini, akses masyarakat dapat kembali normal.
Kadus Aik Beta: Pengerjaan Hanya Delapan Hari

Kepala Dusun Aik Beta, Ahmad Maesir, mengungkapkan bahwa respons masyarakat sangat luar biasa sejak awal pengerjaan.
“Pengerjaan jembatan ini hanya memakan waktu delapan hari, meskipun di tengah cuaca hujan lebat. Semua personel bekerja dengan aman dan terkendali,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran jembatan ini mampu memulihkan akses warga untuk kegiatan pertanian, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Apresiasi Warga: Bukti Nyata Gotong Royong
Salah seorang warga Dusun Aik Beta, Zulkarnain, turut mengapresiasi kerja sama seluruh pihak.
“Kami warga membantu menyediakan batu kali yang ada di sekitar lokasi. Masyarakat juga ikut memecah batu untuk pemasangan jalan. Terima kasih kepada TNI, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah atas perhatian dan kepeduliannya,” tuturnya.
Dengan hampir rampungnya Jembatan Bailey Desa Perigi, harapan baru bagi pemulihan aktivitas dan mobilitas masyarakat Lombok Timur kembali terbangun, sekaligus menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara pemerintah, TNI, dan rakyat dalam menghadapi dampak bencana.
Editor :M Amin