BAZNAS Lotim Siap Support Baju Koko untuk Santri Lapas Selong, Sambut Ramadhan 1447 H
Foto Suasana Sinergi Antara Ketua Bazanas Lotim, Drs. H. Muhammad Kamli & Kalapas Selong, Sudirman pada Rabu (11/2/2026) (Humas Baznas Lotim)
Ketua Baznas Lotim, H. Muhammad Kamli: “Kami berharap adanya dukungan dan kerja sama dalam bidang sosial dan kemanusiaan, salah satunya pengadaan baju koko untuk santri lapas dalam menyambut Ramadhan”
Sigap News NTB | Lotim — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, sebuah langkah kolaboratif antara institusi pemasyarakatan dan badan amil zakat daerah membuka babak baru dalam upaya pembinaan keagamaan dan kepedulian sosial. Kunjungan silaturahmi Kepala Lapas ke kantor Baznas Kabupaten membuka pintu sinergi nyata: pengadaan baju koko untuk santri yang menempuh pembinaan di Lapas Selong.
Silaturahmi & Gambaran Umum: Lapas Selong
Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman melakukan kunjungan resmi ke kantor Baznas Kabupaten Lombok Timur pada Rabu (11/2/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat itu bertujuan menyampaikan kondisi internal lapas dan memaparkan program-program pembinaan, terutama yang menyasar aspek kepribadian dan keagamaan bagi warga binaan yang berstatus sebagai santri.
Dalam pertemuan itu disoroti bagaimana kegiatan pembinaan keagamaan di lapas tidak sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari proses rehabilitasi yang memberi harapan baru kepada warga binaan untuk kembali produktif dan berintegritas.
Pernyataan Lapas Selong
Kalapas Selong, Sudirman memaparkan kondisi dan harapan Lapas Selong secara lugas. Ia menekankan pentingnya dukungan eksternal untuk memperkuat kegiatan pembinaan:
"Kami berharap adanya dukungan dan kerja sama dalam bidang sosial dan kemanusiaan, salah satunya pengadaan baju koko untuk santri lapas dalam menyambut Ramadhan," pintanya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa perhatian terhadap kebutuhan keagamaan seperti pakaian ibadah, memiliki makna psikologis dan spiritual yang besar bagi santri di lingkungan pemasyarakatan.
Tanggapan & Komitmen BAZNAS
Dalam menyambut inisiatif tersebut, Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur menanggapi dengan antusias dan terbuka. H. Muhammad Kamli menyampaikan apresiasi atas langkah pembinaan keagamaan yang dilakukan Lapas dan memastikan kesiapan lembaganya untuk bersinergi:
"BAZNAS Lombok Timur siap bersinergi dan mendukung program-program sosial dan kemanusiaan, termasuk pengadaan baju koko bagi santri Lapas Selong," kata Ketua Baznas Lotim dengan senyum penuh antusiasme.
Pernyataan ini memperlihatkan bagaimana badan amil zakat dapat menjadi mitra strategis bagi lembaga pemasyarakatan dalam memenuhi kebutuhan sosial-spiritual komunitas yang rentan.
Makna Sosial dan Spiritual: Lebih dari Sekadar Pakaian
Pengadaan baju koko menjelma menjadi simbol: bukan sekadar pakaian untuk shalat atau pengajian, tetapi juga tanda bahwa masyarakat tidak melupakan nasib mereka yang sedang menjalani proses hukum dan pembinaan. Inisiatif ini berpotensi:
- Memperkuat identitas keagamaan dan harga diri santri.
- Menjadi jembatan komunikasi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat sipil.
- Menunjukkan model kolaborasi efektif antara instansi pemerintahan/penegak hukum dengan lembaga filantropi lokal.
Langkah Berikutnya: Implementasi dan Jejak Keberlanjutan
Dari pertemuan tercatat langkah-langkah konkret yang mungkin diambil: pendataan jumlah santri yang membutuhkan, penentuan spesifikasi baju koko, alokasi anggaran Baznas, serta mekanisme penyerahan dan penyerahan simbolis menjelang Ramadhan. Agar manfaatnya berkelanjutan, pihak-pihak terkait juga disarankan merancang monitoring pasca-penyerahan dan kegiatan pendampingan keagamaan terstruktur.
Penutup: Inspirasi dari Sinergi
Kisah singkat antara Lapas Selong dan Baznas Kabupaten Lombok Timur ini memberi pelajaran sederhana namun kuat: ketika kepedulian sosial dipadukan dengan program pembinaan, hasilnya bukan hanya kepuasan material, melainkan kebangkitan hati dan harapan. Di bulan suci yang akan datang, baju koko itu diharapkan menjadi lambang kecil dari proses besar: pengembalian martabat, rekoneksi spiritual, dan bukti bahwa secara kolektif kita mampu membangun kembali manusia.
Editor :M Amin