Perkuat Pembinaan Kemandirian WBP, Kalapas Selong Jalin Sinergi Strategis dengan LLK & BPVP Lotim
Foto Suasana Sinergi Antara Kalapas Selong dengan Kepala BPVP Lotim; Foto Suasana Sinergi Antara Kalapas Selong dengan Kepala LLK Selong pada Rabu (14/1/2025) (Humas Lapas Selong)
Kalapas Kelas IIB Selong, Sudirman: "Kami Ingin Memastikan Bahwa WBP Yang Selesai Menjalani Masa Pidana Memiliki Keterampilan, Kepercayaan Diri, Dan Kesiapan Untuk Hidup Mandiri Serta Berkontribusi Positif Di Masyarakat"
Sigap News NTB | Lotim — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Selong, Sudirman, terus memperkuat komitmen pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui langkah konkret berupa silaturahmi dan koordinasi lintas sektor, pada Rabu (14/1/2026). Upaya tersebut diwujudkan dengan menjalin sinergi bersama Loka Latihan Kerja (LLK) Selong dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur.
Pembinaan Berbasis Kemandirian dan Pemberdayaan
Kalapas Selong menegaskan bahwa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan tidak boleh berhenti pada aspek keamanan semata, melainkan harus berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian.
“Pembinaan di Lapas harus mampu memberikan bekal keterampilan yang nyata dan relevan, agar WBP memiliki kesiapan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif,” tegas Sudirman.
Menurutnya, keterampilan kerja yang aplikatif menjadi kunci agar WBP memiliki daya saing dan peluang usaha setelah menyelesaikan masa pidana.
Sinergi dengan LLK Selong: Pelatihan yang Relevan dengan Dunia Kerja
Kegiatan silaturahmi dan koordinasi diawali di Ruang Kepala LLK Selong. Dalam pertemuan tersebut dibahas potensi pelaksanaan berbagai pelatihan vokasional yang dapat diselenggarakan di lingkungan Lapas Selong.
Kalapas Selong menyampaikan bahwa kerja sama dengan LLK sangat strategis untuk menghadirkan pelatihan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin pelatihan yang diberikan benar-benar aplikatif dan dibutuhkan pasar kerja, sehingga WBP memiliki keterampilan yang bisa langsung dimanfaatkan,” ujarnya.
Pihak LLK Selong menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan koordinasi teknis, termasuk penentuan jenis pelatihan dan metode pelaksanaannya di dalam lapas.
Koordinasi dengan BPVP Lombok Timur: Skema Anggaran dan Program Pelatihan
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama BPVP Lombok Timur. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan skema sharing anggaran pelatihan, baik untuk program short course maupun pelatihan regular.
Dalam pembahasan tersebut direncanakan beberapa program pelatihan yang dinilai memiliki peluang usaha cepat dan mandiri bagi WBP, yaitu:
- Pelatihan Cuci Kendaraan (short course);
- Pelatihan Barbershop (short course).
Selain itu, dibahas pula rencana pelatihan regular Menjahit/Konveksi sebagai keterampilan jangka panjang yang berorientasi pada peluang kerja di sektor UMKM dan industri rumahan.
Dukungan BPVP: Instruktur dan Penyesuaian Kurikulum
BPVP Lombok Timur memberikan respon positif terhadap rencana sinergi tersebut. Pihak BPVP menyatakan kesiapan untuk mendukung dari sisi teknis pelatihan, penyediaan instruktur, hingga penyesuaian kurikulum dengan kondisi dan kebutuhan WBP di dalam lapas.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan pelatihan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi benar-benar membekali WBP dengan keterampilan kerja yang terukur dan berkelanjutan.
Tujuan Akhir: WBP Siap Kembali ke Masyarakat
Melalui rangkaian koordinasi ini, Kalapas Selong kembali menegaskan arah pembinaan yang ingin dicapai.
“Kami ingin memastikan bahwa WBP yang selesai menjalani masa pidana memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk hidup mandiri serta berkontribusi positif di masyarakat,” ungkap Sudirman.
Penutup: Langkah Nyata Pembinaan Berkualitas
Sinergi antara Lapas Selong, LLK Selong, dan BPVP Lombok Timur menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pembinaan WBP yang berkualitas, terencana, dan berdampak nyata. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu melahirkan WBP yang terampil, mandiri, dan siap bersaing secara produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.
Editor :M Amin