Pasar Rakyat & Bazar UMKM MMC Pringgabaya: Gubernur NTB Janji 300 Paket Sembako Untuk 1.666 Desa
Foto Suasana Saat MMC NTB Berdiskusi dengan Gubernur NTB & Bupati Lotim; Foto Suasana Saat Gubernur NTB Berswafoto dengan Masyarakat pada Acara Pasar Rakyat & Bazar UMKM MMC NTB di Halaman Kantor Camat Pringgabaya, pada Rabu (11/2/2026) (Dok. Pribadi
Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si : “Kabupaten Lotim Telah Memberikan Bantuan Modal Gratis Kepada 23.000 Pelaku UMKM Senilai Rp 23 Miliar. Kami Pastikan Yang Sudah Masuk Data Dan Verifikasi Akan Menerima Bantuan”
Sigap News NTB | Lotim — Menjelang Ramadan 1447 H, ratusan warga memadati halaman Kantor Camat Pringgabaya untuk mengikuti Pasar Rakyat dan Bazar UMKM yang diselenggarakan Makmur Mendunia Center (MMC) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB, dan Bulog, pada Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, didampingi Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, dirancang sebagai intervensi stok dan harga sekaligus ajang silaturahmi antarpemangku kepentingan dan masyarakat.

Foto Bersama MMC NTB, Gubernur NTB dan Bupati Lotim pada Acara Pasar Rakyat & Bazar UMKM MMC NTB di Halaman Kantor Camat Pringgabaya,pada Rabu (11/2/2026) (Dok. Pribadi)
Pembukaan dan Tema: Temu Kangen, Bantuan Nyata
Ketua panitia, Hj. Faniyah, SH, MH, mengatakan acara digelar sederhana namun sarat makna. Tema yang diusung yaitu “Temu Kangen Bersama Tim & Masyarakat”. Hal tersebut menegaskan dua tujuan utama: meringankan beban ekonomi warga menjelang Ramadhan dan memperkuat nuansa kekeluargaan MMC dengan Gubernur NTB serta Bupati Lotim di lingkungan Pringgabaya.
“Alhamdulillah. Acara ini berlangsung sangat sederhana dan sukses. Kami garis bawahi, temanya ‘Temu Kangen Bersama Tim & Masyarakat’. Acara ini bertujuan membahagiakan masyarakat dalam menyambut bulan Ramadan. Mudah-mudahan disubsidi lagi oleh Pak Bupati & Pak Gubernur,” ujar Hj. Faniyah.
Sebagai bentuk bantuan langsung, panitia membagikan voucher subsidi senilai Rp 6.000 kepada masyarakat yang hadir. Hal ini merupakan sebuah stimulus yang memberikan efek langsung pada belanja kebutuhan pokok.
Intervensi Pemerintah: Menjaga Ketersediaan dan Menstabilkan Harga
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal menegaskan perlunya intervensi menjelang Ramadan untuk menahan lonjakan harga dan menghindarkan kepanikan pembelian.
“Permintaan bahan pokok meningkat drastis menjelang Ramadan. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus mengintervensi melalui pasar murah ini. Jangan khawatir, di NTB stoknya aman termasuk minyak. Dari Provinsi ada 300 paket di 300 desa, termasuk di Pringgabaya. 1.666 desa dapat terjangkau pada 2029 untuk bantuan pangan dan desa berdaya,” kata Dr. Lalu Muhammad Iqbal.
Pernyataan Gubernur NTB menegaskan dua hal: ketersediaan pasokan bahan pokok saat ini relatif aman dan adanya program paket pangan jangka panjang yang akan menjangkau desa-desa hingga 2029.
Penguatan UMKM: Modal, Pembinaan, dan Peluang Investasi
Bupati Lotim, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si memaparkan langkah-langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung UMKM:
“Insya Allah kegiatan yang sama seperti ini akan diadakan di Labuhan Haji. Kemudian Kabupaten Lotim telah memberikan bantuan modal gratis kepada 23.000 pelaku UMKM senilai Rp 23 miliar. Kami pastikan yang sudah masuk data dan verifikasi akan menerima bantuan. Besok Wamen akan hadir di Ekas terkait pariwisata; ada tiga investor yang siap membangun jika izin keluar,” ungkap Bupati Lotim.
Pemda Lombok Timur juga mencatat alokasi pembinaan UMKM sekitar Rp20 miliar pada 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas ekonomi lokal. Kehadiran investor dan rencana percepatan perizinan diharapkan membuka peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja baru.
Mekanisme Pengendalian Inflasi: TPID, Satgas, dan Kemitraan Pertanian
Penyelenggara bersama OPD terkait menegaskan keterlibatan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Saber dalam menjaga stabilitas harga. TPID mengedepankan langkah persuasif dan pasar murah, sementara Satgas Saber siap menindak praktik penimbunan atau kenaikan harga yang melanggar aturan.
PLT. Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB menyatakan kegiatan serupa direncanakan berkelanjutan, untuk memastikan harga tidak menyimpang jauh dari level normal, khususnya bagi desa-desa terdampak.
“Menjelang Ramadan, berbagai elemen masyarakat menginisiasi kegiatan untuk menyeimbangkan dan menjamin agar harga pangan terutama bahan pokok di NTB, tidak jauh dari harga normal. Kegiatan seperti pasar rakyat dan bazar MMC diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama warga di desa-desa yang masih mengalami kemiskinan ekstrem. Kegiatan serupa tidak hanya berlangsung di sini; insya Allah Sabtu nanti akan diselenggarakan pula di Labuhan Haji. Intinya, pemerintah bersama elemen masyarakat berkolaborasi agar warga tidak terlalu khawatir terhadap fluktuasi harga menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan hari besar lainnya.”
— H. Irnadi Kusuma, S.STP., ME selaku PLT Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB sekaligus sebagai Kadis DPMPTSP Provinsi NTB.
Kadis Perdagangan Lotim menambahkan bahwa fluktuasi harga komoditas tertentu, misalnya cabai rawit. Hal ini sering dipicu oleh faktor cuaca dan perubahan musim tanam. Untuk mengatasi ini, telah dibentuk kemitraan dengan “champion cabai” yang dapat turun tangan menstabilkan pasokan saat terjadi lonjakan harga.
“Yang paling penting adalah ketersediaan barang pokok; jika tersedia, harga dapat dikendalikan. Kami juga berkolaborasi dengan TPID dan Satgas Saber agar masyarakat tidak terlalu khawatir menghadapi fluktuasi harga menjelang bulan Ramadhan,” ujar H. Hadi Fathurrahman, Kadis Perdagangan Lotim.
Suasana Lapangan: Interaksi, Produk Lokal, dan Sentuhan Humanis
Sejumlah pejabat provinsi dan kabupaten meninjau langsung stan-stan UMKM, berdialog dengan pedagang, dan mencicipi produk lokal. Kehadiran Gubernur dan Bupati memberi semangat bagi pelaku usaha sekaligus memperlihatkan perhatian publik terhadap isu ketersediaan pangan.
Setelah acara, Ketua Panitia menegaskan bahwa selain mendistribusikan bantuan kecil, penyelenggaraan juga bertujuan menjaga hubungan baik antara penyelenggara, pendukung, dan masyarakat:
“Acara ini untuk meringankan masyarakat sekaligus memperkuat silaturahmi. Saya berharap MMC dapat mengadakan pertemuan rutin setiap 3–6 bulan agar para pendukung tidak merasa ditinggalkan. Kami tidak banyak, tetapi semoga bermanfaat,” tutup Hj. Faniyah yang juga aktif sebagai PPAT dan Notaris dengan senyum penuh harap, agar Gubernur NTB dan Bupati Lotim dapat merealisasikan harapan MMC NTB.
Rencana Lanjutan dan Jangkauan Program
Penyelenggara mengumumkan kegiatan serupa akan digelar kembali pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Kecamatan Labuhan Haji. Program paket pangan provinsi yang disebutkan oleh gubernur yaitu 300 paket untuk 300 desa yang dibagikan tiap tahun, merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan yang ditargetkan mencapai 1.666 desa pada 2029.
Daftar Pejabat yang Hadir
Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat provinsi dan kabupaten, antara lain:
- PLT. Kadis Perindag Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STP, ME;
- Kadis Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan Ahmad, S.Si, MT;
- General Manager ASDP Cabang Kayangan, Erlis Setya Wahyudi, SE, MBA;
- Kadis Perdagangan Lotim, H. Hadi Fathurrahman, S.Sos, M.A.P;
- Kadis Pariwisata Lotim, Widayat, S.Pd, M.Pd;
- Kasubag Humas & PKP Lotim, M. Gauzil Bai Azhan Barkowi, S.STP, M.H.P;
- Camat Pringgabaya, Liza Sugiartini, S.STP; serta ratusan pelaku UMKM dan warga setempat.
Galeri Foto Pasar Rakyat & Bazar UMKM MMC Pringgabaya yang Dihadiri oleh Gubernur NTB & Bupati Lotim
Penutup: Ramadan sebagai Momentum Ekonomi dan Kemanusiaan
Pasar Rakyat dan Bazar UMKM Pringgabaya menunjukkan bahwa persiapan menyambut Ramadan tidak semata soal ibadah. Melainkan juga soal menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga, dan memperkuat jaring pengaman sosial-ekonomi. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha lokal dalam sebuah sinergi praktis: subsidi kecil untuk meringankan beban, program pembinaan untuk memperkuat UMKM, dan rencana jangkauan pangan desa yang berkelanjutan.
Editor :M Amin