Sekda Lotim Buka Kelas Kewirausahaan Masbagik, Kadis Perdagangan Ungkap 5 Strategi Berdaya Saing
Foto Suasana Khidmat saat Acara Kelas Kewirausahaan yang Dihadiri oleh Sekda Sekda Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, M.A.P & Kadis Perdagangan Lotim, H. Hadi Fathurrahman, S.Sos, M.AP di Aula Kantor Desa Paokmotong pada Ahad (21/12/2025) (PKP Lotim)
Kades Paokmotong, Suherman: “Usaha Yang Kuat Tidak Lahir Dari Modal Semata, Tetapi Dari Keberanian Untuk Belajar, Berinovasi, Dan Memanfaatkan Setiap Peluang Yang Ada. Ketika Pengetahuan Bertemu Dengan Akses, Maka Usaha Kecil Pun Dapat Tumbuh Menjadi Besar”
Sigap News NTB | Lotim — Kelas Kewirausahaan bertema “Mewujudkan Usaha Berdaya Saing Melalui Pengetahuan dan Akses”, telah sukses digelar di Aula Kantor Desa Paokmotong pada Minggu (21/12/2025) pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan pemangku kepentingan daerah, antara lain Kadis Perdagangan Lombok Timur, H. Hadi Fathurrahman, S.Sos., M.AP; Kepala KCP BRI Masbagik; dan Kadis Koperasi dan UMKM Lotim, Baiq Farida Apriani, S.Sos (diwakili oleh Kabid Pengembangan UMKM, Zulkarnain, SE). Pembukaan acara dilakukan oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur, Drs. H. M. Juaini Taofik, M.A.P. Acara ini dihadiri pula sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemda Lotim serta pimpinan cabang BUMN.

Kelas Kewirausahaan bertema “Mewujudkan Usaha Berdaya Saing Melalui Pengetahuan dan Akses” yang digelar di Aula Kantor Desa Paokmotong pada Ahad (21/12/2025) (PKP Lotim)
Kelas kewirausahaan ini diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Masbagik sebagai bagian dari upaya pemberdayaan UMKM di wilayah Masbagik. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pengetahuan tentang akses pasar, kebijakan perdagangan, dan akses permodalan. Kegiatan dilaksanakan bertepatan dengan 1 Rajab, bulan yang dimuliakan dalam kalender Islam. Sehingga penyelenggara berharap nilai spiritual dan momentum tersebut memperkuat tekad para pelaku usaha.
Sambutan Pembukaan: Sekda Lotim Sampaikan Akses Modal Semakin Terbuka, Tetapi Kemandirian Mutlak Diperlukan
Pada pembukaan acara, Sekda Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, M.A.P, menyampaikan bahwa memulai usaha kini relatif lebih mudah karena selain tekad dan pengetahuan, permodalan juga semakin dapat diakses. Ia memberi contoh keberadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat diakses melalui perbankan seperti BRI. Sekda juga jujur mengakui Pemda belum dapat membantu seluruh UMKM yang ada; tahun ini Pemda baru mampu memberikan bantuan kepada sekitar 31 ribu UMKM.
“Yang sukses itu bukan karena mendapat bantuan, justru lebih banyak karena dia mandiri, memiliki tekad, lalu mendapatkan informasi,” ujar Sekda Lotim, yang pada kesempatan itu memuji keuletan masyarakat Masbagik dan berharap kegiatan ini dapat menaikkan kelas UMKM setempat.
Lima Strategi UMKM Berdaya Saing oleh Kadis H. Hadi Fathurrahman, S.Sos., M.AP
Kadis Perdagangan Lotim, H. Hadi Fathurrahman, S.Sos., M.AP, tampil sebagai narasumber utama dengan materi berjudul “Akses Pasar dan Kebijakan Perdagangan Untuk UMKM.” Dalam penyampaiannya yang penuh kesungguhan, Kadis menguraikan lima strategi konkret agar UMKM mampu berdaya saing:
- Meningkatkan daya saing melalui media pemasaran, dengan memaksimalkan kanal pemasaran, baik offline maupun online, untuk memperluas jangkauan.
- Menentukan harga yang kompetitif dan sesuai kualitas, dengan menyusun strategi penetapan harga yang mencerminkan nilai produk dan daya beli pasar.
- Memanfaatkan teknologi untuk efisiensi, dengan adopsi teknologi sederhana untuk menurunkan biaya produksi dan mempercepat layanan.
- Mempromosikan produk seunik dan sekreatif mungkin, dengan diferensiasi produk sebagai jalan keluar dari persaingan harga semata.
- Membangun ciri khas produk, dengan menguatkan identitas produk lokal sehingga menjadi nilai jual tersendiri di pasar.
Kelima strategi ini disampaikan sebagai pedoman praktis bagi pelaku usaha yang hadir, agar mampu menempatkan produknya pada posisi yang kompetitif.
Peran Perbankan dan Dukungan Teknis
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala KCP BRI Masbagik, mewakili akses permodalan yang menjadi pembicaraan penting selama sesi. Hadirnya perwakilan BRI menegaskan ketersediaan program kredit seperti KUR sebagai alternatif permodalan bagi pelaku usaha yang telah mempersiapkan rencana usaha dan administrasi yang baik. Selain itu, kehadiran Kabid dari Dinas Koperasi dan UMKM Lotim, yang mewakili Kadis Baiq Farida Apriani, S.Sos, menegaskan bahwa program pembinaan kelembagaan dan akses pasar juga sedang menjadi fokus Pemda Lotim.
Pernyataan Inspiratif Kepala Desa Paokmotong
Kepala Desa Paokmotong, Suherman, dalam sambutannya menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam membangun usaha di era saat ini. Ia menilai kewirausahaan bukan lagi sekadar aktivitas ekonomi, melainkan jalan strategis untuk meningkatkan martabat dan kemandirian desa.
“Usaha yang kuat tidak lahir dari modal semata, tetapi dari keberanian untuk belajar, berinovasi, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Ketika pengetahuan bertemu dengan akses, maka usaha kecil pun dapat tumbuh menjadi besar,” ujar Suherman dengan penuh optimisme.
Ia berharap kelas kewirausahaan ini mampu membuka wawasan pelaku UMKM Paokmotong agar tidak ragu memanfaatkan teknologi, akses perbankan, serta dukungan pemerintah sebagai sarana penguatan usaha. Menurutnya, desa akan maju apabila warganya memiliki semangat mandiri dan daya juang yang tinggi dalam berusaha.
“Desa Paokmotong ingin melahirkan pelaku usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas, berdaya saing, dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Desa Paokmotong untuk terus mendorong tumbuhnya ekosistem kewirausahaan yang adaptif, kreatif, dan berkelanjutan.
Kehadiran OPD dan Pimpinan BUMN
Acara dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Lombok Timur serta pimpinan cabang BUMN. Kehadiran mereka memperkuat jejaring antara pelaku usaha, pembina teknis, dan lembaga keuangan. Hal ini merupakan sebuah kombinasi yang menjadi kunci keberlanjutan program pemberdayaan UMKM di Lombok Timur.

Harapan dan Penutup
Penyelenggara dan peserta sepakat berharap kegiatan ini bukan sekadar transfer pengetahuan sekali pakai, melainkan pemicu perubahan nyata: UMKM yang lebih mandiri, lebih kreatif dalam pemasaran, dan lebih siap mengakses modal formal untuk mewujudkan Lombok Timur SMART yang digagas oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si dan Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM. Bertepatan dengan 1 Rajab, penyelenggara berharap momentum spiritual ini menambah daya dorong moral bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.
Editor :M Amin