Ketua DPD DMI Lotim Hadiri Muscab Pringgabaya, Tekankan 4 Visi kepada Pengurus Terpilih
Foto Suasana saat Ketua DPD DMI Lotim, H. Muh. Husni Mubarok, QH., M.Pd.I Memberikan Arahan Dalam Acara MUSCAB DMI Kecamatan Pringgabaya, pada Senin (2/2/2026) di Aula Pemerintahan Kecamatan Pringgabaya (Dok. Pribadi)
Ketua DPD DMI Lotim, Muh. Husni Mubarok, QH., M.Pd.I: "Salah Satu Masjid Bahkan Memiliki Pemasukan Hingga Sekitar Rp250 Juta Per Bulan, Hanya Dari Sektor Parkir. Hal Tersebut Terjadi Karena Pengurus Masjid Mampu Memberdayakan Aset Masjid, Seperti Memanfaatkan Lahan Untuk Membangun Mini Soccer. Anak-Anak Muda Dan Generasi Z Tertarik Datang, Berolahraga, Membayar Sewa, Membayar Parkir, Dan Pada Saat Yang Sama Tetap Menjalankan Ibadah"
Sigap News NTB | Lotim — Musyawarah Pembentukan Cabang (MUSCAB) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Pringgabaya berlangsung khidmat dan penuh semangat. Pertemuan yang dihadiri unsur Forkopimcam, KUA, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat ini menegaskan komitmen bersama untuk memakmurkan dan dimakmurkan masjid secara nyata, pada Senin (2/2/2026).

Foto Ketua DPD, Pengurus Terpilih dan Peserta MUSCAB DMI Kecamatan Pringgabaya Bersama Forkopimcam, pada Senin (2/2/2026) di Aula Pemerintahan Kecamatan Pringgabaya (Dok. Pribadi)
Forum Koordinasi yang Dinantikan
Laporan panitia yang disampaikan oleh Kasi Kesra Kecamatan Pringgabaya, Lukman Hakim, S.A.P, menegaskan urgensi pembentukan DMI kecamatan sebagai wadah koordinasi pengurus masjid. Dari total undangan, hadir perwakilan dari 15 desa, masing-masing 1 pengurus Masjid Jami’, ditambah unsur kecamatan dan KUA, sehingga jumlah undangan tercatat 84 orang. Lukman menjelaskan bahwa DMI kecamatan dibentuk untuk memfasilitasi pembinaan pengurus dan masjid di tingkat desa secara sistematis.
“Keberadaan DMI tingkat kecamatan sangat penting sebagai forum koordinasi, mengingat DMI merupakan organisasi kemasyarakatan yang berperan dalam pembinaan masjid dan pengurus masjid. Dengan jumlah masjid yang mencapai 84, maka forum ini diperlukan untuk memfasilitasi koordinasi dan komunikasi antar pengurus masjid”, kata Ketua Panitia yang juga menjabat Kasi Kesra Kecamatan Pringgabaya.
Sambutan Camat: Masjid sebagai Pusat Kehidupan Sosial dan Pendidikan
Camat Pringgabaya, Liza Sugiartini, S.STP, membuka acara secara resmi dan menggarisbawahi harapannya: masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi harus berfungsi sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Ia meminta pengurus baru memperhatikan kenyamanan dan kebersihan fasilitas, khususnya area wudhu dan toilet. Serta mendorong terciptanya masjid yang ramah anak. Camat juga menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah daerah, termasuk perhatian kepada marbot masjid sebagai spirit bagi pengurus DMI.
“Semoga Allah SWT meridhoi kegiatan ini. Musyawarah DMI Pringgabaya merupakan momentum yang sangat krusial dalam perencanaan sekaligus evaluasi berbagai program untuk memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah rutin semata. Tetapi juga diharapkan menjadi pusat dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi umat yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).
Dalam kegiatan ini, kami mengundang perwakilan dari 15 masjid di setiap desa, masing-masing satu orang pengurus Masjid Jami’. Kedepan, melalui keberadaan DMI Pringgabaya, kami berharap masjid dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah anak. Sehingga sejak dini anak-anak mengenal masjid sebagai tempat ibadah. Oleh karena itu, kami mengimbau para pengurus masjid agar tidak bersikap berlebihan dalam menyikapi aktivitas anak-anak di masjid.
Kami berharap masjid menjadi ruang pendidikan, perluasan wawasan, serta tempat berkumpulnya anak-anak dan masyarakat untuk bermusyawarah. Dengan terbentuknya kepengurusan DMI Pringgabaya yang kuat, diharapkan tercipta rasa aman dan nyaman, termasuk perhatian serius terhadap kebersihan fasilitas masjid, khususnya kamar mandi, toilet, dan tempat wudu. Hal ini kiranya menjadi perhatian utama pengurus DMI Pringgabaya yang terpilih pada hari ini.
Sebagaimana diketahui, Bupati Lombok Timur telah memberikan perhatian kepada para pengurus/ marbot masjid. Semoga hal tersebut menjadi spirit dan motivasi bagi kepengurusan DMI Lombok Timur kedepan. Adapun terkait anggaran DMI, saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Pemerintah Daerah.
Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Sehingga Pemerintah Kecamatan Pringgabaya dapat terus bergerak ke arah yang lebih baik. Untuk menambah keberkahan acara ini, marilah kita buka dengan membaca basmalah.
- Camat Pringgabaya, Liza Sugiartini, S.STP.
Kepengurusan Terpilih: Amanah Baru untuk Memakmurkan Masjid

Foto Kepengurusan Terpilih DMI Pringgabaya dengan TGH. Saiful Bahrudin Nasir, QH., S.Pd. Asshoulati sebagai Ketua; Ust. Husni Mubarok (Wakil Ketua); Ust. Zarkasyi Hawari, S.Pd.I (Sekretaris); & Ust. Abdussalim, S.Pd (Bendahara) Bersama Camat Liza Sugiartini, S.STP, pada Senin (2/2/2026) di Aula Pemerintahan Kecamatan Pringgabaya (Dok. Pribadi)
Dalam pemilihan yang demokratis, peserta menetapkan susunan pengurus DMI Kecamatan Pringgabaya sebagai berikut:
- Ketua: TGH. Saiful Bahrudin Nasir, QH., S.Pd. Asshoulati;
- Wakil Ketua: Ust. Husni Mubarok;
- Sekretaris: Ust. Zarkasyi Hawari, S.Pd.I;
- Bendahara: Ust. Abdussalim, S.Pd.
Profil singkat Ketua terpilih: TGH. Saiful Bahrudin Nasir adalah pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Yasrun NW Teko, pembina Cabang NW Pringgabaya dan aktif melakukan safari dakwah, dan rutin mengisi majelis taklim di Masjid Jami’ Attussyari’ah Teko serta di berbagai dusun di Lombok.
Empat Visi Strategis yang Ditekankan Ketua DPD DMI Lotim
Ketua DPD DMI Lombok Timur, Muh. Husni Mubarok, QH., M.Pd.I (Anggota DPRD Lotim Fraksi Gerindra Dapil 5 yang dikenal Dewan HM), menyampaikan empat terobosan strategis sebagai pijakan kerja DMI Lotim dan arahan bagi pengurus Pringgabaya:
"MUSCAB ini dilaksanakan mulai tanggal 28 Januari hingga 9 Februari dan berlangsung di 21 kecamatan se-Lombok Timur. Setelah seluruh rangkaian MUSCAB selesai, tahapan berikutnya adalah pengukuhan Pengurus DMI tingkat kecamatan, yang selanjutnya akan diikuti dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di tingkat kabupaten.
Perlu kami sampaikan kepada kita semua bahwa DMI Kabupaten Lombok Timur menjalankan visi nasional DMI, yaitu memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Visi ini menekankan adanya hubungan timbal balik antara masjid dan jamaah: masjid dimakmurkan oleh umat, dan pada saat yang sama masjid juga memakmurkan umat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, DMI Kabupaten Lombok Timur mendorong adanya empat terobosan besar, kata Ketua DPD DMI Lotim.
1) Terobosan Pertama: Penguatan Fungsi Sosial Masjid
“Terobosan pertama, sebagaimana amanah Bapak Bupati Lombok Timur, adalah menjalankan masjid sebagai pusat penguatan fungsi sosial kemasyarakatan. Selama ini, masih ada pemahaman yang keliru bahwa fungsi masjid sebatas tempat ibadah dan pengumpulan amal yang hanya digunakan untuk pembangunan fisik. Padahal, fungsi sosial masjid jauh lebih luas.
Masjid harus hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti warga yang kesulitan makan, membutuhkan biaya pengobatan, atau keperluan sosial lainnya. Oleh karena itu, DMI Lombok Timur telah berkomunikasi dengan MUI Lombok Timur untuk memperoleh fatwa sebagai dasar dan rujukan. Agar fungsi sosial masjid ini dapat berjalan sesuai syariat dan menjadi pijakan yang kuat dalam pelaksanaannya.
Sebagai bagian dari penguatan visi ini, DMI Lombok Timur juga melakukan studi tiru ke dua masjid teladan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meskipun daerah tersebut bukan dikenal sebagai “Pulau Seribu Masjid”, namun pengelolaan masjidnya sangat inspiratif. Salah satu masjid bahkan memiliki pemasukan hingga sekitar Rp250 juta per bulan, hanya dari sektor parkir.
Hal tersebut terjadi karena pengurus masjid mampu memberdayakan aset masjid, seperti memanfaatkan lahan untuk membangun mini soccer. Anak-anak muda dan generasi Z tertarik datang, berolahraga, membayar sewa, membayar parkir, dan pada saat yang sama tetap menjalankan ibadah. Bahkan, masjid tersebut memiliki program “Ngaji Gen Z”, di mana para pelajar berkumpul di masjid sejak waktu Dzuhur untuk belajar dan mengaji.
Model-model seperti inilah yang patut kita tiru dan sesuaikan, terlebih Lombok Timur merupakan bagian dari NTB yang dikenal sebagai daerah dengan ribuan masjid”, katanya.
2) Data Masjid dan Pentingnya Registrasi
“Berdasarkan data, jumlah masjid di NTB mencapai sekitar 10.475 masjid, dan Lombok Timur memiliki jumlah terbanyak, yakni 4.435 masjid. Namun, yang terdaftar di Bimas Islam Kemenag Lombok Timur baru sekitar 1.035 masjid.
Hal ini menjadi penting, karena program Pemerintah Daerah, seperti BPJS bagi marbot dan pengurus masjid, menggunakan data resmi dari Bimas Islam Kemenag. Masjid yang belum terdaftar otomatis belum dapat terakomodasi. Oleh karena itu, kehadiran DMI diharapkan mampu membantu proses registrasi masjid-masjid yang belum terdaftar, termasuk dalam pengurusan perizinannya”, tambahnya.
3) Terobosan Kedua: Penguatan Manajemen Masjid
“Terobosan kedua adalah penguatan kualitas manajemen masjid, meliputi pengelolaan fasilitas, pembukuan, tilawah, dan dakwah. Dalam MUSCAB DMI Pringgabaya ini, selain memilih Ketua Umum dan Ketua Harian, kita juga harus memilih para Kepala Bidang, seperti Bidang Kemakmuran Masjid, Fisik Masjid, dan Administrasi Masjid.
Sebagai langkah evaluasi dan motivasi, DMI Lombok Timur telah mengusulkan kepada Pemerintah Daerah agar diadakan Lomba Kemakmuran Masjid. Minimal, di setiap kecamatan dapat ditemukan satu masjid yang layak menjadi contoh dan teladan. Alhamdulillah, Pemerintah Daerah menyambut baik gagasan ini sebagai bentuk sinergi antara DMI dan Pemda”, ungkapnya.
4) Terobosan Ketiga: Masjid Ramah Anak
“Terobosan ketiga adalah menjadikan masjid sebagai tempat yang ramah anak. Anak-anak tidak boleh dilarang datang ke masjid, karena dengan sering hadir di masjid sejak dini, mereka akan tumbuh mencintai masjid dan menjadikannya sebagai pusat kegiatan ibadah dan pendidikan,” pintanya.
5) Terobosan Keempat: Sinergi Lintas Sektor
“Terobosan keempat adalah mewujudkan visi memakmurkan dan dimakmurkan masjid melalui sinergi lintas sektor, khususnya dengan Forkopimcam, seperti Camat, Kapolsek, Danramil, dan unsur terkait lainnya,” tutupnya.
Husni mencontohkan praktik baik dari masjid teladan di Jawa yang berhasil mengembangkan sumber pendapatan produktif, sebuah model yang barang kali dapat disesuaikan di Lotim.
Data dan Tantangan: Registrasi dan Akses Bantuan
Sebagai konteks, tercatat bahwa NTB memiliki sekitar 10.475 masjid, dengan Lombok Timur memiliki 4.435 masjid, tertinggi di NTB. Namun hanya 1.035 masjid yang teregistrasi di Bimas Islam Kemenag Lotim. Kesenjangan registrasi inilah yang menyebabkan tidak semua pengurus atau marbot menerima bantuan pemerintah. DMI berperan memfasilitasi proses pendataan dan registrasi agar lebih banyak masjid dapat menikmati program bantuan.
Harapan Ketua Terpilih: Pemakmuran, Musyawarah, dan Pelayanan Umat

(Dok. Pribadi)
TGH. Saiful Bahrudin Nasir menyampaikan harapan praktis: menjaga masjid agar tidak terbengkalai, mengisi masjid dengan kegiatan ibadah dan kajian, memprioritaskan budaya musyawarah sebagai basis pengambilan keputusan, serta menjadikan visi-misi kabupaten sebagai pedoman kerja. Ia mengajak seluruh pengurus untuk mewakafkan diri dalam menghidmati dan memajukan masjid di Pringgabaya.
“Baik, terima kasih. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan, khususnya para tokoh dan seluruh pemangku masjid se-Kecamatan Pringgabaya, yang telah memberikan amanah kepada saya sebagai Ketua DMI Pringgabaya.
Harapan kita ke depan, masjid menjadi prioritas utama untuk diperhatikan sebagai pusat peribadatan umat Islam di Kecamatan Pringgabaya. Tidak boleh lagi ada masjid yang terbengkalai. Masjid harus benar-benar makmur, baik dari sisi pembangunan fisik maupun dari sisi pengisiannya melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah, kajian keislaman, dan aktivitas ibadah lainnya.
Kami berharap seluruh pengurus dapat memaksimalkan peran dan pemikirannya dengan penuh keikhlasan dalam mengabdikan diri serta berkhidmat kepada umat melalui masjid.
Hal utama yang kami kedepankan dalam kepengurusan ini adalah musyawarah. Sesuai dengan perintah Allah SWT, kita tidak dapat bergerak berdasarkan kehendak pribadi semata tanpa adanya musyawarah. Oleh karena itu, musyawarah dan diskusi dari seluruh unsur menjadi landasan utama dalam upaya memajukan dan memakmurkan masjid di Kecamatan Pringgabaya.
Ke depan, langkah awal yang akan kami lakukan adalah memahami dan menjadikan visi serta misi DMI Kabupaten sebagai landasan kerja kami. Kami berharap seluruh program yang ada di tingkat kabupaten dapat tersalurkan dan diimplementasikan dengan baik di Kecamatan Pringgabaya,” pesan Ketua DMI Pringgabaya.
Agenda Lanjutan: Dari Pengukuhan ke Program Nyata
Muscab Pringgabaya merupakan bagian dari rangkaian MUSCAB yang berlangsung 28 Januari-9 Februari 2026 di 21 kecamatan se-Lotim. Langkah selanjutnya meliputi:
- Pengukuhan pengurus tingkat kecamatan dan rakor daerah.
- Studi tiru pada masjid teladan di Jawa untuk adopsi praktik baik.
- Pelaksanaan lomba kemakmuran masjid sebagai alat evaluasi.
- Program massal registrasi masjid bekerja sama dengan Bimas Islam Kemenag.
- Inisiasi program ramah anak dan kegiatan generasi muda.
- Rapat koordinasi berkala dengan Forkopimcam untuk sinkronisasi program.
Foto Suasana Kegiatan MUSCAB DMI Lotim pada Senin (2/2/2026)
Penutup
MUSCAB DMI Kecamatan Pringgabaya menandai awal langkah strategis untuk menghidupkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan kepengurusan baru dan arahan empat visi strategis DMI Lotim, diharapkan masjid-masjid di Pringgabaya menjadi contoh kemakmuran, keteraturan manajerial, dan tempat yang ramah bagi anak serta generasi muda, nyata bagi kesejahteraan umat.
Editor :M Amin