Pemda Lotim Salurkan 15.405 Paket Sembako, Sejalan Dengan Target Nol Kemiskinan Ekstrim Pada 2027
Foto Suasana Penyerahan Paket Sembako Secara Simbolis oleh Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM di Kec. Wanasaba, pada pukul 10.00 WITA. Selanjutnya di Kec. Pringgabaya pada Kamis (18/12/2025) (Dok. Pribadi)
Penyerahan Simbolis Di Tiga Desa Oleh Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM, Camat Arfany M.Masny, S.STP, MH Apresiasi Langkah Sistematis Pemda Yang Menggunakan Data DTSEN. Sedangkan Camat Liza Sugiatini, S.STP Optimistis Mengenai Manfaat Program
Sigap News NTB | Lombok Timur — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyalurkan paket sembako kepada masyarakat sebagai langkah menjaga ketersediaan bahan pokok, khususnya bagi keluarga miskin ekstrem. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM, pada Kamis (18/12/2025) di tiga desa.
Penyerahan pertama berlangsung di Desa Bandok, Kecamatan Wanasaba, pada pukul 10.00 WITA. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di Desa Telaga Waru dan Desa Bagikpapan, Kecamatan Pringgabaya, pada pukul 13.15 WITA.
Paket Sembako untuk Kebutuhan Pokok Masyarakat
Setiap paket bantuan berisi beras, minyak goreng, gula, dan mi instan, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Program ini dirancang untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga rentan sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat rumah tangga.
Cakupan Penerima Berdasarkan Data DTSEN
Dari total 15.405 kepala keluarga (KK) penerima di Kabupaten Lombok Timur, terdapat 823 KK penerima di Kecamatan Wanasaba dan 1.173 KK penerima di Kecamatan Pringgabaya.
Seluruh penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Oktober 2025, yang telah terverifikasi secara by name by address. Dengan basis data tersebut, Pemda memastikan seluruh masyarakat miskin ekstrem sesuai data mendapatkan bantuan secara tepat sasaran.
Strategi Pencegahan Inflasi dan Pengentasan Kemiskinan
Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM menegaskan bahwa penyaluran sembako ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak inflasi, sekaligus mengentaskan kemiskinan ekstrim.
“Tahun 2026 dalam rangka mengatisipasi inflasi, disitu sudah kita anggarkan Rp 30 miliar dan menjangkau tak kurang dari 200 ribu KK,” jelas Wabup yang akrab disapa Edwin ini.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemda Lombok Timur telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 30 miliar pada tahun 2026. Anggaran tersebut diproyeksikan dapat menjangkau hingga sekitar 200.000 KK, sehingga memungkinkan perluasan sasaran bantuan hingga desil 3, meskipun pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi di lapangan.
"Kalau 200 ribu dia bisa menjangkau sampai desil 3. Tapi kita lihat nanti sampai desil mana," tambah Wabup Edwin dengan penuh keyakinan akan terealisasinya visi LOTIM SMART melalui program ini.
Bantuan Bukan untuk Ketergantungan
Menanggapi kekhawatiran munculnya ketergantungan masyarakat terhadap bantuan, Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM menegaskan bahwa program ini dirancang terintegrasi dengan skema pemberdayaan. Ia mencontohkan Program Desa Berdaya, yang tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga menyediakan modal kerja, pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong keluarga penerima keluar dari desil 1, sejalan dengan target nol kemiskinan ekstrim pada tahun 2027.
Apresiasi dan Harapan dari Pemerintah Kecamatan
Camat Wanasaba, Arfany M.Masny, S.STP, MH, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemda Lombok Timur terhadap masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, bantuan sembako yang disalurkan sangat membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.
“Penyaluran ini memberi harapan nyata bagi keluarga-keluarga di Wanasaba. Saya mengapresiasi langkah sistematis Pemda yang menggunakan data DTSEN sehingga bantuan tepat sasaran. Harapan kami, pendampingan dan program pemberdayaan di tingkat desa dapat memperkuat ekonomi keluarga sehingga bantuan ini menjadi titik awal transformasi menuju kemandirian,” kata Camat Arfany M.Masny, S.STP, MH dengan sungguh-sungguh.
Sementara itu, Liza Sugiatini, S.STP selaku Camat Pringgabaya, juga mengapresiasi keberlanjutan program bantuan tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa terus diperkuat agar program bantuan dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyambut baik kesinambungan program ini. Bantuan sembako membantu meringankan beban harian keluarga miskin ekstrem, namun yang lebih penting adalah langkah lanjutan berupa pelatihan dan akses modal usaha. Dengan sinergi aparat desa, camat, dan Pemda, kami optimistis warga dapat memperkuat mata pencaharian mereka,” ungkap Camat Liza Sugiatini, S.STP dengan senyum optimistis.
Menuju Nol Kemiskinan Ekstrem 2027
Melalui penyaluran paket sembako yang berbasis data dan terintegrasi dengan program pemberdayaan, Pemda Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam mewujudkan nol kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2027.
Editor :M Amin