Rakor Pelaksanaan APBD 2026: PAD Lotim Capai 99,50%, Tercatat Sebagai Capaian Tertinggi 1 Dekade
Foto Suasana Rakor Pelaksanaan Tahun Anggaran 2026 yang Dipimpin Langsung oleh Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, pada Rabu (14/1/2025) di Aula Pendopo Bupati Lotim (Dok. Pribadi)
Bupati Lotim, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si: "Seluruh Program Yang Sudah Final Harus Segera Dieksekusi Sejak Awal Tahun, Guna Menghindari Penumpukan Pekerjaan Di Akhir Tahun"
Sigap News NTB | Lotim — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Tahun Anggaran 2026 yang melibatkan seluruh perangkat daerah. Rakor ini dimaksudkan untuk mempertegas program, menyelaraskan perencanaan, dan memastikan kesiapan eksekusi anggaran sejak awal tahun.
Pembukaan dan Arah Kebijakan: Tekad Eksekusi Sejak Awal
Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, pada Rabu (14/1/2025) di Aula Pendopo Bupati Lotim. Dalam sambutan dan arahannya, Bupati Lotim menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kepala dinas, kepala badan, kepala bagian, kepala bidang, kepala seksi, dan staf perangkat daerah atas kerja kerasnya selama tahun anggaran 2025. Ia menegaskan pentingnya menjaga momentum kinerja keuangan yang telah dicapai dan mengingatkan agar tidak ada rasa puas diri: seluruh program yang sudah final harus segera dieksekusi sejak awal tahun, guna menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun. Khususnya untuk kegiatan fisik yang telah memiliki kontrak dengan penyedia.
"Seluruh Program Yang Sudah Final Harus Segera Dieksekusi Sejak Awal Tahun, Guna Menghindari Penumpukan Pekerjaan Di Akhir Tahun", pesan Bupati Lotim yang karismatik dan biasa disapa H. Iron ini dengan sungguh-sungguh.
Bupati juga menegaskan bahwa tanggung jawab pengelolaan keuangan melekat langsung pada kepala dinas atau kepala badan sebagai pengguna anggaran.
Rekap Kinerja Keuangan 2025: Angka-angka yang Menjadi Modal
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Dr. Drs. H. Muhammad Juaini Taofik, M.A.P, menyampaikan laporan realisasi anggaran tahun 2025 yang menjadi landasan penyusunan APBD 2026. Angka-angka utama yang dipaparkan adalah:
- Pendapatan daerah: 100,78% (realisasi terhadap target).
- Pendapatan Asli Daerah (PAD): 99,50% (dicatat sebagai capaian tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir).
- Belanja daerah: 98,33%.
- Transfer keuangan daerah: 101,02% (melampaui target).
Menurut Sekda, capaian tersebut mencerminkan pengelolaan keuangan yang semakin baik dan merupakan modal penting untuk mendorong pelaksanaan program 2026.
Kesiapan Teknis dan Regulasi untuk APBD 2026
Dalam laporannya, Sekda menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan perangkat administrasi dan regulasi pendukung pelaksanaan anggaran 2026, antara lain:
- Penetapan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2025 dan Peraturan Kepala Daerah Nomor 38 Tahun 2025, tentang penjabaran APBD telah siap dilaksanakan.
- Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), struktur kelembagaan pengguna anggaran (PA), dan penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) telah disiapkan.
- Persiapan sistem pengadaan barang dan jasa melalui SIRUP telah dilakukan.
- Mengacu pada Perpres Nomor 46 Tahun 2025 (perubahan kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018), diharapkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa tahun 2026 berjalan optimal sesuai regulasi.
Sekda juga menekankan bahwa kewenangan pengelolaan anggaran berada pada masing-masing kepala OPD sebagai pengguna anggaran, yang dapat mendelegasikan wewenang kepada KPA berdasarkan Surat Keputusan Bupati.
Mekanisme Pencairan Anggaran: Empat Skema Utama
Sebagai bagian dari penajaman teknis, Sekda mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap mekanisme pencairan anggaran yang akan diterapkan, yakni:
- Uang Persediaan (UP).
- Ganti Uang (GU).
- Tambahan Uang (TU).
- Pembayaran Langsung (LS).
Pemahaman dan penerapan prosedur ini dianggap krusial untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
Penghargaan Kinerja OPD: Tiga Teratas PAD 2025
Sekda Lotim menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada OPD yang berhasil melampaui target realisasi PAD tahun 2025. Tiga OPD dengan realisasi PAD terbaik adalah:
- BPKAD Lotim sebesar 125%.
- RSUD dr. R. Soedjono Selong sebesar108%.
- DLH Lotim sebesar 107,4%.
Pencapaian ini menjadi contoh praktik pengelolaan pendapatan daerah yang efektif serta motivator bagi OPD lain yang masih di bawah target.
Pesan Kunci: Efektivitas, Ketepatan Waktu, dan Dampak bagi Masyarakat
Rakor yang diikuti seluruh pejabat eselon II dan III ini menegaskan tiga fokus utama pelaksanaan program 2026: efektivitas pelaksanaan, ketepatan waktu, dan maksimalisasi dampak pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. Dengan modal kinerja keuangan 2025 dan ketersediaan regulasi serta dokumen teknis, Pemda Lotim menempatkan prioritas pada eksekusi program yang transformasional, bukan sekadar penyerapan anggaran.
Penutup: Harapan dan Tantangan
Rakor menutup dengan harapan agar semua perangkat daerah menjadikan capaian 2025 sebagai pijakan, bukan tujuan akhir. Tantangan ke depan adalah memastikan setiap perencanaan memiliki mekanisme pelaksanaan yang jelas, pengawasan yang ketat, serta alur pencairan dana yang dipahami sehingga program yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga Lombok Timur.
Pelaksanaan APBD 2026 kini memasuki fase implementasi, yang keberhasilan ada pada kemampuan perangkat daerah untuk mentransformasikan perencanaan yang baik menjadi hasil yang terukur dan dirasakan.
Editor :M Amin