Penamatan TK Nurul Iman Wanasaba: Bupati Lotim Gaungkan Spirit Hijriah & Visi Pendidikan Masa Depan
Foto Suasana Saat Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si Menghadiri acara Silaturahim dan Tasyakuran Penamatan Siswa-Siswi TK Nurul Iman Otak Kebon Tengah, Desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba, Senin (22/6/2026) (PKP Lotim)
Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si: "Jangan Sampai Kita Lebih Mengenal Pergantian Tahun Masehi, Tetapi Abai Terhadap Tahun Baru Islam Yang Justru Menjadi Identitas Spiritual Kita"
Sigap News NTB | Lotim — Momentum pergantian Tahun Baru Islam tidak sekadar dimaknai sebagai seremoni keagamaan, tetapi juga sebagai titik refleksi untuk menata masa depan pendidikan, moralitas generasi, dan arah pembangunan daerah. Pesan itu ditegaskan Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si saat menghadiri acara Silaturahim dan Tasyakuran Penamatan Siswa-Siswi TK Nurul Iman Otak Kebon Tengah, Desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba, Senin (22/6/2026).

Di hadapan para guru, wali murid, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, Bupati menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa kalender Hijriah bukan sekadar penanda waktu, melainkan fondasi peradaban umat Islam yang sarat makna spiritual.
1 Muharram Harus Menjadi Kesadaran Kolektif Umat
Menurut Bupati Lotim, tradisi peringatan 1 Muharram yang setiap tahun digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama masyarakat merupakan bagian dari ikhtiar membumikan semangat Tahun Baru Islam di tengah kehidupan sosial.
Ia menilai, selama ini sebagian masyarakat masih lebih familiar dengan perayaan 1 Januari dibanding 1 Muharram. Padahal, bagi umat Islam, pergantian tahun sejatinya dimulai pada 1 Muharram.
Karena itu, ia menegaskan bahwa nilai-nilai religius harus menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat sekaligus mengarahkan pembangunan daerah.
“Jangan sampai kita lebih mengenal pergantian tahun masehi, tetapi abai terhadap tahun baru Islam yang justru menjadi identitas spiritual kita,” demikian pesan yang mengemuka dari pandangan Bupati.
Lombok Timur dan Identitas Daerah Religius
Bupati Haerul Warisin menilai semangat hijriah sangat relevan dengan karakter Lombok Timur sebagai daerah yang dikenal kuat dalam tradisi keislaman. Kabupaten ini tidak hanya memiliki jumlah masjid yang sangat besar, tetapi juga kaya dengan arsitektur masjid yang megah serta keberadaan para tuan guru yang selama ini menjadi pilar pendidikan moral masyarakat.
Karakter religius tersebut, menurutnya, merupakan modal sosial yang sangat besar dalam membangun Lombok Timur yang maju namun tetap berakar pada nilai-nilai spiritual.
Ia juga mengakui bahwa penyelenggaraan Festival Muharram membutuhkan anggaran yang cukup besar. Namun, pengorbanan itu dinilai sepadan dengan manfaat sosial dan spiritual yang dihasilkan.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, Bupati meyakini keberkahan dan pertolongan Allah SWT senantiasa membuka jalan bagi daerah untuk terus bergerak maju.
Bank Dunia Kucurkan Rp150 Miliar untuk Pengolahan Sampah
Dalam kesempatan itu, Bupati turut memaparkan sejumlah capaian strategis pembangunan daerah. Salah satu yang paling menonjol adalah keberhasilan Lombok Timur menembus posisi delapan besar kabupaten/kota penerima bantuan pengolahan sampah dari Bank Dunia senilai Rp150 miliar.
Capaian ini dinilai sebagai langkah besar untuk menjawab salah satu persoalan klasik daerah, yakni pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius dalam pembangunan lingkungan dan tata kota.
Masuknya dukungan investasi tersebut menandai semakin besarnya kepercayaan lembaga internasional terhadap arah pembangunan Lombok Timur.
Proyek Rp32 Miliar Segera Bergerak
Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur strategis. Bertepatan dengan bulan Muharram, desain pembangunan Gedung Serbaguna senilai Rp32 miliar telah resmi ditetapkan.
Selain proyek gedung tersebut, penataan kawasan Taman Rinjani juga dipastikan mulai dikerjakan pada bulan depan.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan fisik daerah berjalan paralel dengan pembangunan sumber daya manusia dan penguatan karakter masyarakat.
Penamatan Siswa Jadi Simbol Harapan Generasi Masa Depan
Acara silaturahim dan tasyakuran tersebut ditutup dengan prosesi penyematan tanda kelulusan secara simbolis oleh Bupati kepada perwakilan siswa TK Nurul Iman.
Momen sederhana itu menyimpan makna mendalam: setiap anak yang melangkah dari pendidikan usia dini membawa harapan besar bagi masa depan Lombok Timur.
Di tengah semangat Hijriah, pesan Bupati menjadi jelas—membangun daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi juga dengan membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keimanan.
Editor :M Amin