MBG untuk Anak yang Absen Masuk Sekolah, Bolehkah Diwakilkan? Ini Kata Korwil SPPG Lotim
Foto Suasana Penyerahan Menu Kering MBG oleh Perwakilan SPPG YLH Nusra Wanasaba kepada Perwakilan Guru TK 01 Wanasaba (Dok. Pribadi)
Anak Absen. Tetapi Orang Tua Datang Ke Sekolah Untuk Mengambil Jatah MBG, Diperbolehkan Tidak?
Sigap News NTB | Lotim — Hasil pantauan jurnalis pada Selasa (24/2/2026) menunjukkan banyak wali murid mempertanyakan prosedur pengambilan MBG (Makan Bergizi Gratis) ketika anak tidak hadir di sekolah. Praktik yang paling sering ditanyakan adalah: bolehkah jatah MBG dititipkan ke tetangga, atau bolehkah orang tua datang sendiri untuk mengambil paket meskipun anak absen?
Pertanyaan Wali Murid
Dua pola pertanyaan yang muncul berulang di lapangan:
- “Anak tidak masuk sekolah. Orang tua ingin menitipkan MBG ke tetangga/ kenalan yang ada di sekolah, bolehkah?”
- “Anak absen. Tetapi orang tua datang ke sekolah untuk mengambil jatah MBG, diperbolehkan tidak?”
Penjelasan Korwil SPPG, Agamawan
Menjawab kegundahan warga, Agamawan, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Lombok Timur, menegaskan bahwa pengambilan MBG oleh perwakilan diperbolehkan selama ada koordinasi dengan sekolah dan pihak pengelola. Ia mengatakan:
“Boleh, yang penting amanah dan sudah dikoordinasikan dengan pihak SPPG dari pihak sekolah,” katanya dengan senyum penuh keyakinan.
Intinya: mekanisme penyerahan harus jelas, ada kesepakatan antara orang tua/wakil dan pihak sekolah/SPPG. Sehingga paket MBG bisa sampai ke tangan yang berhak tanpa menimbulkan kebingungan atau penyalahgunaan.
Ketentuan Pendistribusian MBG Selama Ramadhan
Korwil Agamawan juga mengingatkan beberapa standar teknis yang wajib diperhatikan saat pendistribusian, khususnya pada periode bulan Ramadhan ini:
- Bahan baku tahan lama: Pilih menu kering atau bahan yang tidak mudah basi agar kualitas tetap terjaga sampai penerima.
- Kecukupan gizi: Komposisi dan porsi harus memenuhi angka kecukupan gizi yang ditetapkan.
- Pengawasan dan control: Proses distribusi harus diawasi untuk memastikan jumlah, mutu, dan distribusi berjalan sesuai rencana.
- Kontrol harga pembelian: Pengelola harus mengatur pembelian dari pemasok, agar biaya efisien dan tidak membebani anggaran program.
Penerapan keempat poin ini dimaksudkan agar, manfaat gizi bagi anak tetap optimal tanpa mengorbankan transparansi dan efisiensi anggaran.
Isu Keberatan Penerima Manfaat terhadap Menu MBG Selama Bulan Puasa
Jika ada penerima manfaat yang merasa menu kering MBG tidak sesuai dengan biaya atau harapan, pihak pengelola SPPG termasuk staf diharapkan memberikan penjelasan dan edukasi. Edukasi ini penting untuk:
- Menjelaskan komposisi gizi dan alasan pemilihan bahan;
- Membuka ruang dialog tentang kendala distribusi;
- Membangun kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme program.
Himbauan dan Penutup
Dari temuan ini terlihat bahwa solusi praktis seperti mengizinkan wakil mengambil MBG dapat menjaga kesinambungan program, asalkan diiringi koordinasi, verifikasi, dan pengawasan. Rangkuman himbauan untuk semua pihak:
- Wali murid: selalu koordinasikan pengambilan MBG dengan pihak sekolah apabila anak tidak hadir; gunakan mekanisme verifikasi sederhana (konfirmasi by W.A ke Pihak Sekolah).
- Sekolah dan pengelola SPPG: tetapkan prosedur pengambilan yang jelas, terukur, dan mudah dipahami oleh orang tua/ wali murid.
- Pengelola distribusi: tegakkan standar gizi, bahan tahan lama, serta transparansi harga dan pengawasan.
Dengan koordinasi yang baik dan penerapan standar, program MBG diharapkan tetap memberi manfaat maksimal kepada anak-anak selama Ramadhan dan masa belajar, dengan aman, bergizi, dan akuntabel.
Editor :M Amin