Keren! SPPG YLH Nusra Aik Jong Bagikan 2.700 Sendok untuk Penerima MBG, Disebut Pertama di Indonesia
Foto Suasana Pembagian Sendok MBG di SMPN 1 Wanasaba oleh SPPG YLH Nusra Aik Jong pada Selasa (31/3/2026) (Dok. Pribadi)
Mitra SPPG YLH Nusra Aik Jong, Baehaki Purnawan, ST: "Hal Ini Dilatarbelakangi Oleh Dapur Kami Di Sumbawa Yang Ditutup Ketika Baru Beroperasi Selama 4 Hari, Terjadilah Keracunan. Atas Dasar Itulah Kami Berupaya Dengan Mengurangi Kontaminasi Tangan Yang Bisa Sebabkan Keracunan, Melalui Pembagian Sendok Ini"
Sigap News NTB | Lotim — Ada langkah unik dan inspiratif yang dilakukan Mitra SPPG YLH Nusra Aik Jong dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan hanya menyajikan makanan bergizi, dapur MBG ini juga membagikan 2.700 sendok kepada penerima manfaat sebagai upaya mencegah kontaminasi langsung dari tangan ke makanan. Inovasi ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia.

Foto Suasana Penyerahan Sendok MBG di SMPN 1 Wanasaba oleh Guru pada Selasa (31/3/2026) (Dok. Pribadi)
Pembagian sendok tersebut dilaksanakan secara simbolis di SMPN 1 Wanasaba pada Selasa (31/3/2026), disertai dialog hangat antara pihak mitra, kepala SPPG, dan pihak sekolah. Langkah ini lahir dari kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan anak-anak saat menikmati makanan program MBG.
Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Kesehatan
Mitra SPPG YLH Nusra Aik Jong, Baehaki Purnawan, ST, menegaskan bahwa pembagian sendok ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk tanggung jawab moral agar program MBG benar-benar memberi manfaat maksimal bagi peserta didik.

(Dok. Pribadi)
Dalam sambutannya di hadapan para guru SMPN 1 Wanasaba, Baehaki menjelaskan alasan di balik inisiatif tersebut.
“Sebagai Dapur MBG pertama di Wanasaba, itu prosesnya panjang. Namun Kami tetap yakin dan optimis jikalau program ini berjalan. Sebagai wujud rasa syukur, Kami akan melakukan kegiatan pertama se-Indonesia, yaitu pembagian sendok. Hal ini dilatarbelakangi oleh Dapur Kami di Sumbawa yang ditutup ketika baru beroperasi selama 4 hari, terjadilah keracunan. Atas dasar itulah Kami berupaya dengan mengurangi kontaminasi tangan yang bisa sebabkan keracunan, melalui pembagian sendok ini. Harapan Kami dengan adanya SPPG ini, mari Kita koordinasi yang baik, khususnya mengenai masukan akan MBG dari Kami. Kami juga akan bagikan Tumbler untuk tempat minum kedepannya,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh pengeluaran untuk program tersebut berasal dari dana pribadi mitra, bukan dari dana operasional.
Antisipasi Kontaminasi dan Edukasi Kebersihan
Latar belakang pembagian sendok ini tak lepas dari kekhawatiran terhadap kebiasaan makan menggunakan tangan tanpa memastikan kebersihan terlebih dahulu. Dalam paparan yang disampaikan, tangan disebut sebagai bagian tubuh yang mudah terpapar kuman karena aktif menyentuh banyak benda.
Secara umum, kebiasaan makan dengan tangan memang tidak berbahaya bila kebersihan tangan dijaga. Namun, jika tidak diperhatikan, tangan dapat menjadi sumber kontaminasi yang memicu gangguan kesehatan. Dari sinilah SPPG YLH Nusra Aik Jong ingin memberi solusi sederhana, praktis, dan langsung menyentuh kebutuhan penerima manfaat.
Kepala SPPG: Jaga Higienitas, Cegah Masalah Sejak Awal
Kepala SPPG YLH Nusra Aik Jong, Irwan Ardiansyah, S.Kom, menegaskan bahwa langkah penggunaan sendok ini adalah bentuk antisipasi agar makanan MBG tetap aman dikonsumsi.

“Sebenarnya dari BGN RI, belum ada pembagian atau penggunaan sendok. Cuman Kitalah yang pertama kali, supaya bebas kontaminasi tangan, & mencegah terjadinya mules atau penyakit lainnya. Kemudian mengenai Menu Kering MBG, untuk mencegah berbagai hal negatif, maka sudah ditiadakan oleh Pimpinan Pusat. Kemudian ini akan ada alat khusus untuk absensi yang langsung berkoordinasi dengan Pusat. Alhamdulillah di kecamatan Wanasaba, baru ada dua SPPG yang menerima alat tersebut yaitu Dapur MBG YTI NWDI Wanasaba & Dapur MBG YLH Nusra Aik Jong Wanasaba,” ujarnya.
Ka. SPPG Irwan juga menyampaikan bahwa pihaknya aktif berkomunikasi dengan para penerima manfaat melalui media sosial. Ia mengatakan bahwa siaran langsung di TikTok sering ditonton oleh para siswa SMP, bahkan ada yang menyampaikan permintaan menu tertentu.
“Kami selalu live Tiktok, rata-rata PM Kami yang SMP menonton, dan merequest nasi goreng dan sate rembige untuk MBG hari ini. Untuk request menu MBG, silahkan follow dan nonton Tiktok Kami di akun @sppgylhmambendaya,” tambahnya.
Total Penerima Manfaat Capai 2.673 Orang
SPPG YLH Nusra Aik Jong saat ini melayani 535 penerima manfaat kategori B3 yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dari 8 posyandu. Selain itu, terdapat 2.138 penerima manfaat dari 13 sekolah. Jika digabungkan, total penerima manfaat mencapai 2.673 orang, sehingga pembagian 2.700 sendok dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh penerima MBG.
Data tersebut menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari sistem layanan gizi yang cukup luas dan menyentuh banyak lapisan masyarakat.
Sambutan Sekolah: Gizi Harus Sejalan dengan Kebersihan

Pihak sekolah menyambut baik inovasi tersebut, namun juga memberikan sejumlah masukan agar program MBG semakin sempurna. Salah satu poin yang disampaikan adalah perlunya pembedaan menu antara anak dan guru, serta penyesuaian beberapa bahan makanan.
Pihak sekolah menyampaikan:
“Tolong dibedakan antara MBG Anak dengan MBG Guru. Kami sarankan Susu MBG ditukar dengan buah-buahan. Kemudian mengenai air minum, mohon adanya alat sterilisasi di kran air, untuk mencegah sakit perut,” keluh salah seorang guru SMPN 1 Wanasaba.
Masukan itu langsung direspons oleh pihak mitra dengan sikap terbuka dan solutif.
“Untuk SMPN Mamben ini, Kami akan sediakan menu MBG khusus yang akan spesial untuk guru-guru disini. Kami akan prioritaskan subsidi penyediaan air minum yang berkualitas baik kedepannya, menggunakan dana pribadi Mitra,” jawab Mitra Baehaki dengan sungguh-sungguh.
Kepala SMPN 1 Wanasaba: Program Ini Menguatkan Kesehatan dan Komunikasi
Kepala SMPN 1 Wanasaba, Emilia Purnawadi, S.E, memberikan apresiasi atas inisiatif pembagian sendok yang disebutnya sebagai terobosan penting dalam menjaga higienitas makanan siswa.

Ia menilai, anak-anak yang aktif bermain dan memegang banyak benda sebelum makan memang memerlukan perhatian khusus agar kebersihan tetap terjaga.
“Terkait dengan pelaksanaan yang pertama kali di Indonesia ini yaitu MBG menggunakan sendok, tapi memang dari sisi kesehatan dan higienitasnya memang sangat diharapkan sebelumnya, karena memang dikhawatirkan. Anak-anak yang namanya anak-anak sudah bermain megang ini dan megang itu langsung menyantap MBG. Tapi intinya dengan pembagian sendok yang mulainya hari ini, Alhamdulillah dan mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik kita akan berjalan dengan baik dan mudah-mudahan juga ada program tambahan yang bisa menjaga kesehatan ke depannya. Sehingga benar-benar apa yang menjadi program nasional benar-benar dapat kita laksanakan secara bersamaan secara keseluruhan artinya gizi tidak hanya dari makanan, tapi bersihkan diri dan lingkungan juga benar sekali maksudnya. Jadi keterjaminan dari kesehatan mulai dari lingkungan kemudian sampai alatnya juga memang harus diperlukan terima kasih,” ujar Kepsek Emilia Purnawadi.
Ia juga menegaskan bahwa selama program berjalan, sejauh ini belum ada keluhan berarti dari para siswa.
“Selama ini tidak ada masalah mengenai menu. Alhamdulillah tidak ada keluhan. Jadi baik-baik saja, senang menerima itu. Ini menandakan membuktikan bahwa anak-anaknya masih sesuai dengan selera. Karena di sekolah kan ada koordinator tentang yang kembalian. Jadi kalau ada yang kurang pas tetap langsung komunikasi koordinator,” tambahnya lagi.
Menurutnya, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada komunikasi yang sehat antara sekolah dan mitra pelaksana.
Hadir Lengkap Unsur Tiga Pilar dan Aparat Wilayah
Acara pembagian sendok gratis ini juga dihadiri oleh sejumlah unsur penting, di antaranya:
Wakasek Kurikulum SMPN 1 Wanasaba, Fathul Arifin, S.Pd.I; Kepsek SMPN 1 Wanasaba, Emilia Purnawadi, S.E.; Kanit Intelkam Polsek Wanasaba, Aipda Gede Pras Prasada; Pol PP Kecamatan Wanasaba; Danposramil Wanasaba, Sersan Mayor S. Al Qadri; serta Bhabinkamtibmas Desa Mamben Daya, Brigpol Lalu Ali.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa program MBG tidak hanya dipandang sebagai agenda konsumsi makanan, tetapi juga bagian dari gerakan bersama untuk menjaga kesehatan, ketertiban, dan kualitas generasi penerus.
Foto Kegiatan Pembagian Sendok MBG oleh SPPG YLH Nusra Mamben Daya di SMPN Wanasaba

Foto Suasana Sinergi Antara Kepala SPPG YLH Nusra Aik Jong, Irwan Ardiansyah, S.Kom & Mitra Baehaki Purnawan, ST Bersama Forkopimcam Wanasaba pada Selasa (31/3/2026) (Dok. Pribadi)
Inspirasi dari Wanasaba untuk Indonesia
Inovasi pembagian sendok ini menjadi contoh bahwa ide sederhana dapat memberi dampak besar bila dijalankan dengan niat baik, kepedulian, dan koordinasi yang kuat. Dari Wanasaba, gagasan ini menghadirkan pesan penting: makanan bergizi harus berjalan seiring dengan kebersihan, keamanan, dan tanggung jawab bersama.
Program MBG pun tidak lagi hanya soal isi piring, tetapi juga soal perlengkapan makan, higienitas, dan budaya hidup sehat. Dari sanalah lahir langkah kecil yang bisa menjadi inspirasi besar bagi daerah lain di Indonesia.
Editor :M Amin