Lombok Timur Jadi Role Model Nasional, Digitalisasi Bansos Dimulai dari Pemutakhiran Data 140ribu KK
Foto Suasana Saat Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si Memberikan Arahan Kepada Seluruh Agen Perlinsos, Pada Jumat (31/7/2026) (PKP Lotim)
Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si: "Memberikan Bantuan Bukan Hanya Dalam Bentuk Sedekah, Tetapi Membantu Mendata Masyarakat Juga Merupakan Pekerjaan Yang Mulia. Ini Menjadi Salah Satu Upaya Kita Untuk Melakukan Pemutakhiran Data"
Sigap News NTB | Lombok Timur — Pemkab Lombok Timur resmi meluncurkan uji coba transformasi digital bantuan sosial melalui Portal Perlinsos, Jumat (31/7/2026). Peluncuran yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Timur itu dipimpin langsung oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si didampingi Sekretaris Daerah, Dr. Drs. H. Muhammad Juaini Taofik, M.AP, serta dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ribuan agen Perlinsos.
Program ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam mempercepat digitalisasi layanan perlindungan sosial sekaligus meningkatkan akurasi data penerima bantuan agar lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Lombok Timur Jadi Daerah Percontohan Nasional
Dalam sambutannya, Bupati H. Haerul Warisin menyampaikan apresiasi kepada seluruh agen Perlinsos dan berbagai unsur masyarakat yang terlibat dalam transformasi digitalisasi bantuan sosial. Menurutnya, para agen memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menyosialisasikan sekaligus mendampingi masyarakat menggunakan sistem digital.
Bupati Lotim juga mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Lombok Timur sebagai salah satu dari 43 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi daerah percontohan (pilot project) transformasi digital bantuan sosial melalui Portal Perlinsos.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan peluang besar bagi Lombok Timur untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola data sosial berbasis teknologi.
Pendataan Sosial Dinilai Sebagai Bentuk Pengabdian
Bupati Lotim mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut. Ia menegaskan bahwa pendataan masyarakat bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
"Memberikan bantuan bukan hanya dalam bentuk sedekah, tetapi membantu mendata masyarakat juga merupakan pekerjaan yang mulia. Ini menjadi salah satu upaya kita untuk melakukan pemutakhiran data," tegasnya.
Ia berharap seluruh agen dapat menjalankan tugas secara optimal sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat sebagai dasar penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.
Libatkan 2.576 Agen Perlinsos
Sementara itu, Sekda Taofik dalam laporannya menjelaskan bahwa penunjukan Lombok Timur sebagai daerah percontohan merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi digital perlindungan sosial sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sistem pelayanan berbasis digital.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah melibatkan 2.576 agen Perlinsos yang berasal dari berbagai unsur.
Mereka terdiri atas 1.243 ASN yang meliputi PNS, PPPK penuh waktu, dan PPPK paruh waktu; 333 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH); 16 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK); 143 unsur Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS); 137 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM); 254 unsur pemerintah desa; 400 kepala lingkungan dan kader masyarakat; serta 50 anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Tahap Awal Sasar 140 Ribu Kepala Keluarga
Sekda Taofik menambahkan, pada tahap pertama pemerintah menargetkan pendataan sekitar 140 ribu KK yang berada pada desil 1 hingga desil 4. Setelah itu, pendataan akan dilanjutkan dengan pemutakhiran terhadap sekitar 501.140 kepala keluarga di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur.
"Tujuannya untuk mempercepat pelayanan perlindungan sosial agar semakin cepat, semakin tepat sasaran, dan semakin akuntabel," ujarnya.
Agen Ikuti Aktivasi IKD dan Pelatihan Portal Perlinsos
Usai apel peluncuran, para agen Perlinsos yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) diarahkan untuk melakukan aktivasi melalui layanan yang disediakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Timur.
Selain itu, perwakilan dari masing-masing OPD mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) guna memperdalam pemahaman mengenai pengoperasian aplikasi dan sistem yang terdapat dalam Portal Perlinsos.
Melalui implementasi transformasi digital ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap proses pendataan maupun penyaluran bantuan sosial dapat berlangsung lebih cepat, akurat, transparan, serta memastikan setiap bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
Editor :M Amin