Bupati Lotim Targetkan Penghimpunan Zakat Rp 31 Miliar pada 2027, Siapkan 10 Unit Ambulans
Foto Suasana Saat Bupati Lotim, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si Bersama Ketua Drs. H. Muhammad Kamli, Saat Menyerahkan Bansos di halaman Kantor BAZNAS Lombok Timur, Selasa (21/7/2026) (PKP Lotim)
Bupati Lotim, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si: "BAZNAS Harus Tampil Sebagai Lembaga Yang Jujur, Profesional, Transparan, Dan Amanah.Jika Zakat Dikelola Secara Amanah, Maka Keberkahan Akan Dirasakan Oleh Seluruh Masyarakat Lombok Timur"
Sigap News NTB | Lombok Timur — Keberhasilan BAZNAS Lombok Timur tidak semata diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun, melainkan dari sejauh mana keberadaannya mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si saat memberikan arahan pada kegiatan Refleksi Satu Tahun Pengabdian BAZNAS Lotim, yang digelar di halaman Kantor BAZNAS Lombok Timur, Selasa (21/7/2026).
"Dalam refleksi ini kita tidak hanya bergembira mendengar capaian Rp24 miliar atau peningkatan penghimpunan dana. Yang paling membahagiakan adalah ketika kita mendengar banyak orang yang semula bersedih kini bisa tersenyum, orang sakit terbantu, dan masyarakat yang mengalami kesulitan mampu mengurangi beban hidupnya. Itulah yang paling utama, dan itu adalah tugas kita bersama," ujar Bupati.
Apresiasi Kinerja, Namun Jangan Cepat Berpuas Diri
Bupati Haerul Warisin mengapresiasi peningkatan penghimpunan dana zakat yang berhasil dicapai BAZNAS Lombok Timur selama satu tahun terakhir. Namun demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran BAZNAS agar tidak cepat merasa puas dengan capaian tersebut.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan potensi zakat yang dimiliki Kabupaten Lombok Timur, hasil yang telah diraih saat ini masih merupakan langkah awal yang harus terus ditingkatkan melalui kerja keras, inovasi, dan penguatan kepercayaan masyarakat.
Di sisi lain, Bupati Lotim mengakui kehadiran BAZNAS selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam memberikan bantuan kedaruratan kepada masyarakat secara cepat tanpa harus melalui prosedur birokrasi yang panjang.
Target Penghimpunan Rp31 Miliar dan Pengadaan Ambulans
Pada kesempatan tersebut, Bupati Lotim menargetkan BAZNAS Lombok Timur mampu menghimpun dana sedikitnya Rp31 miliar dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2027.
Dana tersebut, salah satunya, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengadaan 10 unit ambulans yang akan melayani masyarakat di seluruh wilayah Lombok Timur.
Ia menjelaskan, setiap satu unit ambulans nantinya akan melayani dua kecamatan dan dapat diakses melalui nomor layanan siaga khusus bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pelayanan darurat.
Jaga Kepercayaan Publik
Mengingat luas wilayah dan besarnya potensi zakat di Lombok Timur, Bupati meminta seluruh pimpinan dan pengurus BAZNAS terus menjaga integritas lembaga dengan membangun kepercayaan publik.
"BAZNAS harus tampil sebagai lembaga yang jujur, profesional, transparan, dan amanah," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus menjaga soliditas internal, menghindari sikap saling curiga, serta lebih aktif melakukan edukasi kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya menunaikan zakat melalui BAZNAS.
Zakat Membawa Keberkahan
Mengakhiri arahannya, Bupati Haerul Warisin mengingatkan bahwa zakat dan sedekah bukan sekadar instrumen distribusi harta dari orang mampu kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, zakat merupakan sarana menghadirkan keberkahan dalam kehidupan, baik berupa umur yang panjang, kesehatan, ketenangan jiwa, maupun kesejahteraan masyarakat secara luas.
"Jika zakat dikelola secara amanah, maka keberkahan akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Lombok Timur," ujarnya.
Penghimpunan Dana Tembus Rp24 Miliar
Sebelumnya, Ketua BAZNAS Lotim, Drs. H. Muhammad Kamli, dalam laporan kinerjanya menyampaikan bahwa selama satu tahun terakhir BAZNAS telah memberdayakan 110 amil dan amilat serta berhasil menghimpun dana zakat, infak, sedekah, CSR, dan dana sosial keagamaan lainnya mencapai lebih dari Rp 24 miliar.
Ia menegaskan bahwa dana tersebut bukan milik pemerintah, negara, maupun para amil, melainkan sepenuhnya merupakan amanah masyarakat Lombok Timur yang harus dikelola secara profesional dan tepat sasaran.
Berdasarkan sumber penghimpunannya, zakat menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp17 miliar, disusul infak lebih dari Rp1 miliar, serta dana CSR dan dana sosial keagamaan lainnya yang mencapai lebih dari Rp6 miliar.
Perkuat Kemitraan Strategis
Selain peningkatan penghimpunan dana, BAZNAS Lombok Timur juga berhasil memperluas jaringan kerja sama melalui kemitraan strategis dengan 11 perusahaan swasta maupun badan hukum publik, di antaranya BPJS, BUMD, BUMN, Perum BULOG, serta sejumlah lembaga mitra lainnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS Kabupaten Lombok Timur dan Perum BULOG Cabang Lombok Timur terkait kerja sama pengadaan barang dan jasa.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur bersama Pimpinan Perum BULOG Cabang Lombok Timur.
Salurkan Bantuan dan Beri Penghargaan kepada Muzakki
Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat yang terdiri atas pelaku UMKM, petugas kebersihan, serta pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sektor Pertanian.
Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Lombok Timur didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para muzakki yang dinilai konsisten mendukung pengelolaan zakat di Lombok Timur.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, PT Selaparang Finansial, dan PT Bank NTB Syariah.
Luncurkan Aplikasi BAZNAS Smart
Puncak acara Refleksi Satu Tahun Pengabdian BAZNAS Lombok Timur ditandai dengan peluncuran aplikasi BAZNAS Smart (B-Smart).
Aplikasi ini merupakan inovasi layanan digital yang dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas tata kelola administrasi BAZNAS.
Melalui sistem tersebut, seluruh proses administrasi mulai dari digitalisasi surat-menyurat, pengelolaan proposal bantuan, hingga integrasi basis data muzakki, mustahik, serta rekapitulasi penerimaan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur PT Bank NTB Syariah, Direktur Utama PT Selaparang Finansial, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Dewan Syariah BAZNAS Lombok Timur, Satuan Audit Internal (SAI), para mitra kerja, serta para penerima manfaat.
Editor :M Amin