Ngopi Sambil Berinfak! Inovasi BAZNAS Lotim Hidupkan Semangat Muharram dan Berdayakan UMKM Mustahik
Foto Ketua BAZNAS Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Kamli (Dok. Pribadi)
Ketua BAZNAS Lotim, Drs. H. Muhammad Kamli: “Kami Memberi Ikon Program Ini Dengan Nama Ngopi Sambil Berinfak. Maksudnya Setiap Orang Yang Mengonsumsi Kopi Maupun Produk UMKM Dari Mustahik Binaan, Di Dalamnya Sudah Termasuk Unsur Pemberian Sedekah Atau Infak”
SIGAP NEWS NTB | Lotim – Festival 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tidak hanya menghadirkan kemeriahan syiar Islam dan hiburan rakyat, tetapi juga melahirkan sebuah gerakan sosial yang kreatif, inspiratif, dan penuh makna. Melalui program bertajuk “Ngopi Sambil Berinfak”, BAZNAS Lombok Timur mengajak masyarakat menikmati kopi sekaligus berbagi kepada sesama, melalui setiap transaksi yang dilakukan di stand bazarnya.
Program tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian Festival Muharram yang berlangsung selama tujuh hari, mulai 15 hingga 21 Juni 2026, di kawasan GOR Selong. Di tengah puluhan stand UMKM yang memamerkan produk unggulan daerah, Stand BAZNAS tampil dengan konsep berbeda: memadukan pemberdayaan ekonomi mustahik dengan gerakan infak dan sedekah yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Muharram, Momentum Refleksi dan Perubahan
Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Muharram merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi, memperbaiki kualitas diri, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Allah SWT berfirman dalam Surah Yunus ayat 6:
"Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi kaum yang bertakwa."
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pergantian waktu sejatinya adalah panggilan untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki perjalanan hidup.
Momentum Muharram juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai sosial, kepedulian, persaudaraan, serta semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Menag RI Tegaskan Peringatan 1 Muharram Bukan Bid'ah
Masih adanya sebagian masyarakat yang mempertanyakan hukum memperingati Tahun Baru Islam mendapat penjelasan langsung dari Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Dalam kegiatan Ngaji Budaya Kementerian Agama pada 23 Juni 2025 lalu, Menag menegaskan bahwa memperingati 1 Muharram bukanlah bentuk bid'ah ataupun penyimpangan dalam agama.
"Memperingati 1 Muharram itu bukan mengandung bid'ah. Justru kalau paham konsep ekoteologi, sulit untuk musyrik. Pesan dari ekoteologi sejatinya selaras dengan pesan 1 Muharram, karena pada waktu itu kita dilarang membuat konflik dan diminta untuk melakukan introspeksi," tegas Nasaruddin Umar.
Menurutnya, Tahun Baru Hijriah merupakan momentum membangkitkan kesadaran spiritual, memperkuat perdamaian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
BAZNAS Lotim Tampilkan UMKM Binaan di Festival Muharram
Sebagai bagian dari partisipasi dalam menyukseskan Festival 1 Muharram 1448 H, BAZNAS Lombok Timur menghadirkan salah satu UMKM binaan yang bergerak di bidang usaha kopi dan kuliner ringan.
Ketua BAZNAS Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Kamli, mengatakan keikutsertaan lembaganya dalam festival tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus upaya memperluas pemberdayaan ekonomi mustahik.
"BAZNAS Kabupaten Lombok Timur ikut berpartisipasi melalui salah satu programnya yaitu pemberdayaan UMKM binaan dalam rangka ikut bersama-sama pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya memeriahkan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tahun 2026," ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, usaha kopi dipilih karena saat ini menjadi salah satu produk yang banyak diminati berbagai kalangan masyarakat.
"BAZNAS dalam rangka kegiatan ini menampilkan salah satu mustahik binaannya dalam bentuk UMKM yang bergerak meracik kopi. Kopi yang sekarang sedang diminati masyarakat, mulai dari kalangan pejabat hingga masyarakat umum," jelasnya.
Ngopi Sambil Berinfak, Konsep Sederhana yang Sarat Makna
Yang membedakan Stand BAZNAS dengan stand lainnya adalah konsep yang diusung. Setiap pembelian kopi maupun produk UMKM binaan secara otomatis mengandung unsur infak dan sedekah.
Melalui konsep tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam gerakan berbagi.
"Kami memberi ikon program ini dengan nama Ngopi Sambil Berinfak. Maksudnya setiap orang yang mengonsumsi kopi maupun produk UMKM dari mustahik binaan, di dalamnya sudah termasuk unsur pemberian sedekah atau infak," terang Muhammad Kamli.
Keuntungan yang diperoleh dari penjualan produk akan kembali dimanfaatkan untuk mendukung program-program sosial dan pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS Lombok Timur.
Konsep ini sekaligus menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai ibadah dan kepedulian sosial.
Mengajak Bersedekah Tanpa Menunggu Momen
Muhammad Kamli menegaskan bahwa pesan utama dari program tersebut adalah mengajak masyarakat membiasakan diri untuk bersedekah kapan saja, tanpa harus menunggu bulan Ramadan ataupun momentum tertentu.
"Program ini mengajak masyarakat bahwa tanpa melihat waktu dan tanpa melihat momen, kapan pun kita dianjurkan melaksanakan salah satu ibadah yaitu berinfak dan bersedekah," katanya.
Menurutnya, budaya berbagi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Festival Muharram Jadi Ruang Syiar dan Pemberdayaan
Festival 1 Muharram 1448 H yang digelar Pemkab Lombok Timur tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan dan pawai budaya, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi melalui bazar UMKM yang berlangsung hingga malam puncak pada Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa syiar Islam dapat dikemas secara kreatif, inklusif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM, lembaga sosial, komunitas, hingga berbagai instansi dalam satu ruang yang sama menunjukkan semangat kolaborasi untuk membangun Lombok Timur yang lebih maju dan berdaya.
Penutup Editorial: Saat Secangkir Kopi Menjadi Jalan Kebaikan
Di tengah hiruk-pikuk festival dan aroma kopi yang mengepul dari Stand BAZNAS Lombok Timur, tersimpan pesan sederhana namun mendalam: bahwa kebaikan tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar.
Kadang, sebuah perubahan bermula dari tindakan kecil yang dilakukan dengan niat tulus. Membeli secangkir kopi, menikmati camilan lokal, lalu tanpa disadari turut membantu sesama melalui infak dan sedekah.
Program "Ngopi Sambil Berinfak" menjadi contoh nyata bahwa dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan gerakan sosial dapat berjalan beriringan dalam satu ruang yang sama. Inilah wajah Islam yang menghadirkan manfaat, memberdayakan masyarakat, serta menumbuhkan semangat berbagi tanpa sekat.
Muharram sejatinya adalah tentang hijrah. Dan di Lombok Timur, semangat hijrah itu diterjemahkan bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam aksi nyata yang menggerakkan ekonomi umat, menguatkan solidaritas sosial, dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Karena terkadang, secangkir kopi bukan hanya tentang rasa. Ia bisa menjadi jembatan menuju keberkahan, kepedulian, dan perubahan yang lebih baik bagi sesama.
Editor :M Amin