Petani Binaan Baznas Lotim Naik Kelas, Kini Jadi Muzakki Lewat Program Lumbung Pangan
Foto saat Ketua Baznas Lotim, Drs. H. Muhammad Kamli & Waka 2, Dr. H. M. Hamidi, M.Pd Menemui Kelompok Tani Program Lumbung Pangan, pada Kamis (7/5/2026) (Baznas Lotim)
Wakil Ketua 2 Baznas Lombok Timur, Dr. H. M. Hamidi, M.Pd: "Rasa Haru & Bangga Tampak dari Wajah Mereka. Ini Adalah Kehormatan Besar Bagi Petani, Karena Bisa Ikut Berkontribusi Kepada Umat Melalui Zakat"
Sigap News NTB | Lotim – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur mencatat capaian membanggakan melalui program Lumbung Pangan yang dijalankan bersama Baznas RI. Program ini tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga membawa perubahan besar terhadap kondisi sosial ekonomi para petani binaan.
Wakil Ketua II Baznas Lombok Timur, Dr. H. M. Hamidi, M.Pd, menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat secara produktif mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Transformasi Mustahiq Menjadi Muzakki
Salah satu capaian paling menonjol dari program Lumbung Pangan adalah perubahan status para petani binaan. Jika sebelumnya mereka masuk kategori mustahiq atau penerima zakat, kini mereka telah naik kelas menjadi muzakki atau pemberi zakat.
“Melalui pendampingan intensif dari Baznas RI dan Baznas Lombok Timur, para petani kita kini memiliki penghasilan yang melampaui nisab. Hari ini adalah hari bersejarah, karena mereka tidak lagi berada di posisi menerima, tetapi sudah menjadi muzakki,” ujar Dr. Hamidi dengan penuh kebanggaan, pada Kamis (7/5/2026).
Lompatan Bersejarah bagi Para Petani
Bagi para petani di Lombok Timur, capaian ini menjadi lompatan besar yang sebelumnya belum pernah mereka rasakan. Dr. Hamidi menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, pembinaan berkelanjutan, dan pengelolaan pertanian yang terintegrasi.
“Ini adalah pertama kalinya dalam hidup para petani kita, mereka mampu memanen hasil yang begitu melimpah hingga bisa menunaikan zakat mal dari hasil pertaniannya. Rasa haru dan bangga tampak dari wajah mereka. Ini adalah kehormatan besar bagi petani karena bisa ikut berkontribusi kepada umat melalui zakat,” tambahnya.
Ajak Masyarakat Perkuat Gerakan Berzakat
Atas keberhasilan tersebut, Dr. Hamidi mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari ASN, pengusaha, petani, hingga masyarakat umum di Lombok Timur, untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
“Keberhasilan para petani kita menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu memutus rantai kemiskinan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat syiar ini. Dengan berzakat ke Baznas Lombok Timur, kita tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi umat,” tegasnya.
Dukungan Pendanaan dari Tiga Lembaga Baznas
Adapun sumber pendanaan program Lumbung Pangan berasal dari tiga lembaga, yakni Baznas RI sebesar 70 persen, Baznas Provinsi 20 persen, dan Baznas Kabupaten 10 persen.
Editor :M Amin