Travel Baitul Haramain Klarifikasi Soal Umrah Kabag Lalu Azmi: Bukan Dana APBD, Dibiayai Hamba Allah
Foto Suasana Pelepasan Jamaah Umrah oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si di Pendopo Bupati pada Kamis (3/9/2026) (Dok Pribadi)
Bupati Lotim, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si: “Kriteria Penerima Hadiah Umroh Ada Banyak. Contohnya, Ada Dua Orang Dari Bapenda Lombok Timur Yang Merupakan Pegawai Teladan Mendapatkan Hadiah Umroh. Ada juga P3K Yang Tinggal 6 Bulan Memasuki Masa Pensiun. Contohnya Juga Marbot Di Sikur Yang Memiliki Kedekatan Tersendiri Dengan Saya Sejak Masa Sekolah. Yang Terakhir Ini Adalah Penilaian Hati”
Sigap News NTB | Lotim — Polemik mengenai keberangkatan Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Lombok Timur, Lalu Moh. Azmi, S.SiT., M.Ak (yang akrab disapa Lalu Azmi), bersama istrinya untuk menunaikan ibadah umrah akhirnya mendapat klarifikasi.

Foto H. Suwardi, Kabag Umum Setda Lotim, Lalu Moh. Azmi, S.SiT., M.Ak; TGH. Abdul Azis Sukarnawadi, Lc., M.A; Pimpinan Cabang PT Travel Baitul Haramain Wisata Lombok Timur, Qomala Ahsanulaily, SH, saat Pelepasan Jamaah Umrah di Pendopo Bupati Lotim pada Kamis (3/9/2026) (Dok Pribadi)
Pimpinan Cabang PT Travel Baitul Haramain Wisata Lombok Timur yang diwakili oleh Qomala Ahsanulaily, SH selaku biro perjalanan yang memberangkatkan jamaah tersebut, memberikan penjelasan kepada Sigap News NTB, Minggu (6/9/2026).
Pihak travel menegaskan, keberangkatan Lalu Azmi & Istrinya tidak menggunakan APBD Kabupaten Lombok Timur.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya berbagai pertanyaan publik setelah foto pelepasan jamaah umrah yang dilakukan langsung oleh Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si., di Pendopo Bupati, Kamis (3/9/2026), beredar di media sosial.
Travel: Bukan Menggunakan Dana APBD
Qomala Ahsanulaily, SH, yang akrab disapa Mbak El menjelaskan secara tegas sumber pembiayaan keberangkatan Lalu Azmi.

Menurutnya, biaya perjalanan umrah pejabat tersebut tidak bersumber dari APBD maupun anggaran pemerintah daerah.
“Pertama. Keberangkatan yang bersangkutan tidak menggunakan dana APBD Kabupaten Lombok Timur sebagaimana yang disampaikan oleh Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si saat acara pelepasan jemaah umrah kami pada Kamis (3/9/2026) lalu,” kata Mbak El.
Ia menjelaskan, keberangkatan Lalu Azmi merupakan bentuk penghargaan dari pihak yang disebut sebagai “Hamba Allah” atas penilaian terhadap kinerja dan prestasi yang bersangkutan.
“Kedua. Sumber dana yang digunakan untuk keberangkatan yang bersangkutan dibiayai oleh Hamba Allah, atas penilaian kinerja dan prestasinya,” ujarnya.
Sementara itu, keberangkatan istrinya disebut menggunakan biaya pribadi.
“Adapun istri yang bersangkutan bisa berangkat umrah dengan membayar secara mandiri kepada kami. Jadi berita tersebut tidaklah benar,” tegasnya .
Bupati: Jamaah Tidak Ditanggung Pemerintah
Pernyataan pihak travel tersebut sejalan dengan penjelasan Bupati Lombok Timur saat melepas para jamaah umrah di Pendopo Bupati pada Kamis (3/9/2026).
Saat itu, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa biaya perjalanan para jamaah bukan berasal dari pemerintah daerah.
Menurut Bupati Lotim, terdapat seorang dermawan atau “Hamba Allah” yang memberikan bantuan bagi para penerima hadiah umrah.
“Kemudian yang berangkat umroh ini, mereka tidak ditanggung oleh pemerintah, tetapi ditanggung oleh hamba Allah. Tolong doakan dia nanti saat di Mekkah, yang namanya akan saya bisikan hanya kepada Jemaah umrah ini,” kata Bupati Lotim.
Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas bahwa keberangkatan jamaah yang dilepas di Pendopo Bupati tidak otomatis berarti pembiayaannya berasal dari APBD.
Hadiah Umrah untuk Pegawai Teladan hingga Marbot
Bupati Haerul Warisin juga menjelaskan bahwa pemberian hadiah umrah tersebut memiliki sejumlah kriteria.
Penerimanya tidak hanya berasal dari kalangan pejabat, tetapi juga pegawai maupun masyarakat yang dinilai memiliki prestasi, dedikasi, atau jasa tertentu.
“Kriteria penerima hadiah umroh ada banyak. Contohnya, ada dua orang dari Bapenda Lombok Timur yang merupakan pegawai teladan mendapatkan hadiah umroh,” jelasnya.
Selain pegawai teladan, Bupati menyebut ada pula Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang tinggal beberapa bulan memasuki masa pensiun.
Ada pula seorang marbot di Kecamatan Sikur yang memiliki hubungan kedekatan dengan dirinya sejak masa sekolah.
“Ada juga P3K yang tinggal 6 bulan memasuki masa pensiun. Contohnya juga marbot di Sikur yang memiliki kedekatan tersendiri dengan saya sejak masa sekolah. Yang terakhir ini adalah penilaian hati,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pemberian hadiah umrah yang disampaikan Bupati Lotim tidak semata-mata didasarkan pada jabatan seseorang, melainkan juga mempertimbangkan prestasi, masa pengabdian hingga penilaian personal atas dedikasi tertentu.
Klarifikasi di Tengah Sorotan
Sebelumnya, keberangkatan Kabag Umum beserta istri menjadi perhatian. Dikarenakan yang bersangkutan diisukan berangkat umroh menggunakan dana APBD Kabupaten Lombok Timur, terutama setelah foto pelepasan jamaah umrah bersama Bupati beredar luas.
Namun, berdasarkan klarifikasi PT Travel Baitul Haramain Wisata Lotim dan pernyataan Bupati Lombok Timur, biaya keberangkatan Lalu Azmi tidak bersumber dari APBD, melainkan berasal dari pihak yang disebut sebagai “Hamba Allah” sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan prestasi.
Sementara biaya keberangkatan istrinya dibayarkan secara mandiri.
Bupati Berharap Jamaah Pulang Selamat dan Mabrur
Di penghujung pernyataannya, Bupati Haerul Warisin menyampaikan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar.
Ia juga mendoakan agar para jamaah kembali ke Lombok Timur dalam keadaan sehat dan selamat.
“Mudah-mudahan berangkat dan pulang dengan selamat, serta semoga menjadi umroh yang mabrur,” tutup Bupati Haerul Warisin.
Editor :M Amin