Janji Bupati Iron di HUT ke-131 Lotim: Kader Posyandu Bakal Dapat 2 BPJS & 8ribu Penerangan Jalan
Foto Suasana Saat Bupati Haerul Warisin Menerima Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Gempa NTT dari Organisasi Pegawai di Lingkungan Pemda Lotim, Senin (31/8/2026) (Dok. Pribadi)
Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si: "Alhamdulillah Dalam Dua Tahun Ini (2025-2026), Anggaran Membangun Jalan Hingga 250 M (59 Ruas Jalan Hotmix & 11 Lapen). Begitupun Pada 2026-2030, Kita Pun Akan Anggarkan Untuk Perbaikan Jalan. Saya Sudah Pikirkan Untuk BPJS Kesehatan & BPJS Ketenagakerjaan, Yang Nantinya Lewat Dana Pemda Ke Desa. Nantinya Kader Posyandu Tidak Hanya Mendaptkan Jaminan Sosial Dari BPJS Kesehatan. Namun akan juga mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan"
Sigap News NTB | Lotim — Peringatan Hari Jadi ke-131 Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum yang digelar di Lapangan Tugu Selong, Senin (31/8/2026), menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan sejumlah komitmen pembangunan.

Pada puncak peringatan Hari Jadi ke-131 Lotim tersebut, tiga perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si.
Aspirasi itu mencakup perbaikan infrastruktur jalan, penguatan sektor pertanian dan irigasi, perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi kader Posyandu, persoalan sampah, hingga kebutuhan penerangan sebagai penunjang aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Haerul Warisin menyampaikan sejumlah janji dan komitmen yang disebut akan menjadi bagian dari arah pembangunan Lombok Timur ke depan.
HUT ke-131 Lotim, Bukan Sekadar Perayaan
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Hari Jadi Lombok Timur, yang menetapkan tanggal 31 Agustus sebagai Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur.
Dengan demikian, 31 Agustus 2026 menjadi momentum peringatan Hari Jadi ke-131 Lombok Timur.
Berbagai unsur hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh anggota DPRD Lombok Timur, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), tokoh agama, tokoh masyarakat hingga masyarakat umum.
Ketua MUI Lombok Timur, TGH. Habiburrahman, Lc., juga terlihat hadir dalam kegiatan tersebut.
Peringatan tahun ini berlangsung dalam dua hari. Pada Day 1, Minggu (30/8/2026), kegiatan diisi dengan pemberian plakat kepada para juara lomba, sambutan Bupati Lombok Timur, penampilan artis Eva Yolanda, Band Bapack Guru, serta artis Erni.
Sementara Day 2 pada Senin (31/8/2026) menjadi acara puncak yang dikemas dengan nuansa religius sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
TGB Sampaikan Pesan Persatuan
Rangkaian acara puncak dimulai dengan transit TGB, Forkopimda dan seluruh anggota DPRD Lombok Timur di Pendopo Bupati pada pukul 15.00-16.00 Wita.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Hadroh Pondok Pesantren Tohir Yasin.
Sekitar pukul 16.21 Wita, Bupati Haerul Warisin bersama Wakil Bupati Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM., Sekda Dr. Drs. Muhammad Juaini Taofik, M.A.P., TGB, Forkopimda dan seluruh anggota DPRD Lombok Timur menuju venue dengan diiringi sholawat.
Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa oleh Ketua MUI Lombok Timur, acara dilanjutkan laporan panitia oleh Sekda Lombok Timur.
Puncak acara kemudian diisi pengajian umum oleh Dr. TGB. H. M. Zainul Majdi, MA., atau yang lebih dikenal sebagai TGB.
Pesan utama yang disampaikan TGB menjadi salah satu landasan bagi Bupati Haerul Warisin dalam menyampaikan sambutan penutup.
Persatuan, silaturahmi dan kerukunan masyarakat menjadi pesan yang ditekankan agar perbedaan tidak menjadi penghalang dalam membangun daerah.
Bupati: Lotim Punya Perjalanan Sejarah Panjang
Dalam sambutan penutupnya, Bupati Haerul Warisin mengajak masyarakat melihat Hari Jadi Lombok Timur bukan hanya sebagai peringatan bertambahnya usia daerah.
Ia menyinggung perjalanan sejarah Lombok Timur yang panjang, termasuk dinamika pembagian wilayah pada masa lampau.
"Kabupaten Lotim ada 1985 dibagi 2 oleh Belanda di Lobar & Lotim. Pada 1897 terjadi Perang Gandor dipimpin oleh 2 Raden. 1898 dipecah Lotim menjadi Loteng & Lotim," kata Bupati Haerul Warisin.
Menurutnya, perjalanan sejarah tersebut menunjukkan bahwa Lombok Timur dibentuk melalui proses panjang dan dinamika yang tidak sederhana.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-131 sebagai momentum memperkuat persaudaraan.
"Silaturahmi lebih dari perbedaan," ujarnya, merangkum pesan yang diperolehnya dari tausyiah TGB.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para bupati terdahulu yang dinilainya telah memberikan kontribusi terhadap kemajuan Lombok Timur.
"Perbedaan zaman sebagai bagian dari dinamika, namun tujuannya untuk memajukan Lotim. Mari kita satukan kembali hati kita, dan menyatakan Lotim adalah rumah kita," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya dipahami sebagai pembangunan fisik berupa jalan dan gedung.
"Kita ingin tentang pembangunan jalan dan gedung, namun pembangunannya sampai ke rumah masyarakat Lotim," tegasnya.
Menurut Bupati Haerul, tujuan akhir pembangunan adalah menciptakan masyarakat Lombok Timur yang rukun dan saling menjaga persaudaraan.
Tiga Aspirasi Masyarakat Disampaikan Langsung
Salah satu bagian penting dalam acara puncak tersebut adalah sesi penyampaian aspirasi masyarakat.
Tiga perwakilan diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi langsung kepada Bupati Lombok Timur.
Mereka terdiri dari Ketua Forum Kepala Kelurahan/Desa Kabupaten Lombok Timur (FKKD Lotim), perwakilan kader Posyandu terbaik NTB 2026 asal Kelurahan Rakam, serta pemerhati pariwisata dan budaya yang juga merupakan perwakilan usaha jasa wisata di Lombok Timur.
Ketua FKKD Lotim, Khaerul Ihsan, menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan jalan yang telah dilakukan pemerintah daerah.
Namun, ia meminta agar perbaikan tersebut terus dilanjutkan hingga seluruh wilayah mendapatkan akses jalan yang layak.
"Di tengah pemangkasan anggaran pada DD, Pak Bupati & Wabup alhamdulillah jalan kita sudah luar biasa perbaikannya, walaupun belum semuanya," ujarnya.
Ia berharap sisa masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati selama tiga tahun dapat dimanfaatkan untuk menuntaskan persoalan infrastruktur jalan.
"Insya Allah di sisa jabatan selama tiga tahun, semua jalan bisa mulus," katanya.
Selain jalan, Khaerul meminta pemerintah memperkuat sektor pertanian dan menjadikan Lombok Timur sebagai salah satu penyumbang pangan terbesar di NTB.
"Kami ingin Lotim menjadi penyumbang pangan terbesar di NTB, khususnya dengan background Pak Bupati yang paham betul mengenai pertanian," ujarnya.
Ia juga meminta komitmen pemerintah terkait pembangunan dan perbaikan irigasi.
Kader Posyandu Minta Perlindungan JKN
Aspirasi berikutnya datang dari perwakilan kader Posyandu Kelurahan Rakam.
Kader tersebut menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi di lapangan, termasuk keterbatasan alat antropometri dan persoalan registrasi.
Namun, ia memberikan apresiasi terhadap program Universal Health Coverage (UHC) yang dinilai mempermudah masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan.
"Kami apresiasi UHC, karena memudahkan dalam akses kesehatan," ujarnya.
Ia berharap kebijakan perlindungan tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat penerima layanan, tetapi juga diberikan kepada para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
"Kami berharap kedepannya semua Kader Posyandu tercover layanan UHC JKN," katanya.
Menurutnya, perlindungan tersebut akan memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan motivasi para kader dalam menjalankan tugas.
"Harapannya semoga kami merasa aman dan termotivasi lagi. Sehingga, mohon Pak Bupati agar memberikan perlindungan & rasa aman dengan UHC JKN ini," ujarnya.
Pelaku Wisata Soroti Sampah dan Penerangan
Sementara itu, pemerhati pariwisata dan budaya yang juga mewakili pelaku usaha jasa wisata di Lombok Timur menyampaikan persoalan lingkungan dan infrastruktur pendukung pariwisata.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah persoalan sampah.
"Masalah sampah mohon diperhatikan," pintanya.
Selain itu, ia meminta pemerintah memperhatikan infrastruktur selain perkotaan (Selong & Pancor), khususnya penerangan untuk diperhatikan.
"Mohon diperhatikan infrastruktur di daerah lainnya bisa diwujudkan, khususnya dalam penerangan. Sebab banyak Wisatawan yang mengeluhkan daerah lain selain Selong & Pancor, masih begitu gelap," katanya.
Bupati Janji Anggaran Jalan Tembus Rp250 Miliar
Menjawab aspirasi masyarakat tersebut, Bupati Haerul Warisin mengatakan salah satu kunci untuk mempercepat pembangunan adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Solusi kita adalah dengan meningkatkan PAD. Jikalau naik, maka akan ada tambahan untuk pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan dukungan anggaran, termasuk melakukan pendekatan langsung ke pemerintah pusat.
Menurut Bupati Haerul Warisin, dirinya bahkan harus berulang kali pergi ke Jakarta untuk memperjuangkan tambahan dukungan pembangunan bagi Lombok Timur.
"Kemarin kan saya setahun bolak-balik Jakarta untuk jemput bola akibat efisiensi," katanya.
Hasilnya, menurut dia, dalam rentang anggaran 2025-2026, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran pembangunan jalan hingga Rp250 miliar. Dari keseluruhan rencana perbaikan jalan, terdiri dari 59 ruas jalan hotmix & 11 lapen.
"Alhamdulillah dalam dua tahun ini (2025-2026), anggaran membangun jalan hingga 250 M," ungkapnya.
Ia memastikan pembangunan jalan akan terus dilanjutkan.
"Begitupun pada 2026-2030, kita pun akan anggarkan untuk perbaikan jalan," katanya.
Irigasi dan Pertanian Jadi Prioritas
Tidak hanya jalan, pemerintah daerah juga menyatakan fokus terhadap sektor pertanian.
Bupati menyebut pembangunan irigasi terus didorong melalui kerja sama dengan DPR RI dan pihak terkait lainnya.
"Alhamdulillah kita bekerjasama dengan DPR RI, dll. Alhamdulillah P3A mendapatkan penganggaran 21 miliar, yang langsung dititipkan melalui kelompok," ungkapnya.
Bupati menegaskan sektor pertanian tidak boleh gagal karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
"Jadi masalah pertanian kita sudah fokus. Karena nggak boleh kita gagal dalam pertanian," tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjut dia, akan terus berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk memperkuat pembangunan sektor tersebut.
Kader Posyandu Bakal Dapat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Salah satu komitmen yang paling mendapat perhatian adalah rencana pemberian perlindungan jaminan sosial bagi kader Posyandu.
Bupati Haerul Warisin mengatakan dirinya telah memikirkan skema agar para kader Posyandu mendapatkan perlindungan melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
"Saya sudah pikirkan untuk BPJS Kesehatan & BPJS Ketenagakerjaan, yang nantinya lewat dana Pemda ke Desa. Nantinya Kader Posyandu tidak hanya mendaptkan jaminan sosial dari BPJS Kesehatan. Namun akan juga mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.
Komitmen tersebut menjadi jawaban atas aspirasi kader Posyandu yang sebelumnya meminta kepastian perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Jika direalisasikan, kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan sosial sekaligus meningkatkan motivasi kader Posyandu sebagai salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Rp157,8 Miliar untuk Pengelolaan Sampah
Menjawab persoalan sampah, Bupati menyebut Lombok Timur termasuk salah satu daerah yang mendapatkan dukungan program pengelolaan sampah.
Dari sekitar 500 kabupaten/kota, menurut Bupati Lotim, Lombok Timur termasuk 25 kabupaten yang mendapatkan program LSDP dengan nilai Rp157,8 miliar dari Bank Dunia.
Program tersebut diarahkan untuk mengubah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
"Diantara 25 Kabupaten dapat LSDP senilai Rp157,8 Miliar, yang mengubah sampah menjadi sebuah produk," ungkapnya.
Pemerintah daerah juga disebut akan terus mendorong pendekatan dengan investor, khususnya untuk pengembangan kawasan wisata di Jerowaru.
Delapan Ribu Lampu Ditargetkan Terpasang Mulai 2027
Sementara untuk menjawab kebutuhan penerangan, Bupati Haerul Warisin mengungkapkan rencana kerja sama pemasangan lampu dalam jumlah besar.
Ia menargetkan pada 2027 pemerintah daerah akan menandatangani kerja sama pemasangan sekitar 8.000 lampu.
"Insya Allah pada 2027, kita akan TTD kerjasama dengan pasang 8 ribu lampu," katanya.
Menurut Bupati, penerangan bukan semata-mata persoalan estetika atau keamanan jalan. Infrastruktur tersebut juga diyakini dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
"Sehingga dengan lampu yang terang benderang ini, maka terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi akibat semangatnya masyarakat kita beraktifitas," ujarnya.
HUT ke-131 Jadi Momentum Evaluasi
Menutup sambutannya, Bupati Haerul Warisin mengajak masyarakat tidak menjadikan peringatan Hari Jadi Lombok Timur hanya sebagai agenda tahunan.
Menurutnya, setiap peringatan hari jadi harus menjadi momentum untuk melakukan introspeksi terhadap capaian pembangunan sekaligus menyusun langkah ke depan.
"Mari kita jadi bukan hanya sebagai acara tahunan, namun dijadikan momentum introspeksi mengenai apa yang sudah dicapai dan apa yang akan tercapai," katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
"Setiap keringat yang jatuh dalam mensukseskan acara ini, adalah pahlawan untuk suksesnya acara ini," tuturnya.
Pada akhirnya, pesan yang ingin dibangun dari peringatan Hari Jadi ke-131 Lombok Timur bukan hanya tentang usia daerah yang telah melewati perjalanan panjang.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ajakan untuk menyatukan hati, memperkuat silaturahmi dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Sebab bagi Bupati, Lombok Timur bukan hanya sebuah wilayah administratif.
"Lotim adalah rumah kita," pesannya.
Dan rumah tersebut, kata dia, harus dibangun bersama dengan jalan yang lebih baik, pertanian yang kuat, lingkungan yang terkelola, penerangan yang memadai, serta masyarakat yang terlindungi dan tetap menjaga persaudaraan.
Penutup: Penyerahan Bantuan Kemanusiaan untuk NTT
Di tengah efisiensi dan keterbatasan anggaran, Pemda Lotim kembali menunjukkan kepuduliannya untuk membantu korban gempa bumi di NTT. Hal ini ditunjukkan dengan penyerahan bantuan sosial diantaranya:
- Organisasi Kesehatan Lotim melalui Kepala Dikes Lotim, H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep.Ns., M.Kep menyerahkan bantuan senilai Rp 72,5 Juta.
- PGRI Lotim melalui Ketua PGRI menyerahkan bantuan senilai Rp 77 Juta.
- Dinas Pendidikan & Kebudayaan (Dikbud) Lotim melalui Kadis M. Nurul Wathoni, S.Pd., M.Pd menyerahkan bantuan senilai Rp 285 Juta.
- KORPRI Lotim menyerahkan bantuan senilai Rp 50 Juta.
Editor :M Amin