Harus Ramah! Bupati Haerul Warisin Tegaskan Pejabat hingga Tenaga Medis adalah Pelayan Masyarakat
Foto Suasana Saat Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si Menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Shirotol Mustaqim Sapit, pada Selasa (25/8/2026) (PKP Lotim)
Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si: "BPJS Kesehatan Itu Untuk Menanggung Biaya Pengobatan Saat Kita Sakit. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan Memberikan Perlindungan Risiko Kerja Dan Jaminan Masa Depan. Jika Peserta BPJS Ketenagakerjaan Meninggal Dunia, Ahli Warisnya Akan Menerima Santunan Duka Untuk Membantu Kelangsungan Hidup Keluarga Yang Ditinggalkan, Serta Beasiswa Pendidikan Bagi Anak-Anaknya"
SIGAP NEWS NTB | Lombok Timur — Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah, aparatur pelayanan publik hingga tenaga medis pada hakikatnya merupakan pelayan masyarakat yang wajib memberikan pelayanan terbaik.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Shirotol Mustaqim, Desa Sapit, Kecamatan Suela, Selasa (25/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan sejumlah program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, mulai dari peningkatan anggaran BPJS Kesehatan, perluasan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, rencana peringatan Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur, hingga komitmen percepatan pembangunan infrastruktur jalan.
Pelayanan Publik Harus Ramah dan Maksimal
Bupati Haerul Warisin memaparkan adanya peningkatan signifikan alokasi anggaran BPJS Kesehatan bagi masyarakat Lombok Timur. Pada tahun 2025, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp98 miliar, sementara pada tahun 2026 meningkat menjadi Rp143 miliar.
Seiring dengan meningkatnya alokasi anggaran tersebut, Bupati meminta seluruh jajaran pelayanan publik, khususnya fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, agar memberikan pelayanan yang ramah, maksimal, dan tidak membeda-bedakan masyarakat, terutama peserta BPJS Kesehatan.
Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban setiap aparatur bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat.
“Camat, Danramil, Kapolres, hingga saya sebagai Bupati, kita semua ini adalah pelayan masyarakat, bukan datu. Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Jika ada petugas yang tidak melayani dengan ramah, segera laporkan,” tegas Bupati.
Guru Ngaji, Marbot dan Petani Didorong Masuk BPJS Ketenagakerjaan
Selain BPJS Kesehatan, Bupati juga menaruh perhatian terhadap perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Ia mengimbau agar guru ngaji, marbot masjid hingga para petani di Kabupaten Lombok Timur secara bertahap dapat didaftarkan dalam program tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko sosial dan ekonomi.
Di hadapan jamaah, Bupati turut menjelaskan perbedaan mendasar antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan agar masyarakat semakin memahami manfaat dari kedua program tersebut.
“BPJS Kesehatan itu untuk menanggung biaya pengobatan saat kita sakit. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan risiko kerja dan jaminan masa depan. Jika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia, ahli warisnya akan menerima santunan duka untuk membantu kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan, serta beasiswa pendidikan bagi anak-anaknya,” jelas Bupati Haerul Warisin.
Menurutnya, perluasan perlindungan sosial tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan perlindungan finansial kepada masyarakat, khususnya pekerja informal dan tokoh-tokoh keagamaan yang selama ini telah memberikan pengabdian besar kepada umat dan masyarakat.
Hari Jadi Lombok Timur Mulai Diperingati Setiap 31 Agustus
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin juga menyampaikan bahwa mulai tahun 2026, Kabupaten Lombok Timur akan memperingati Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur setiap tanggal 31 Agustus.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi daerah memiliki makna penting, terutama untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan perjalanan daerah.
Bupati menegaskan, pelaksanaan peringatan Hari Jadi Lombok Timur tidak akan dikemas secara berlebihan maupun menggunakan anggaran besar. Rangkaian kegiatan akan dilaksanakan secara sederhana, namun tetap memiliki nilai religius dan memberikan ruang hiburan bagi masyarakat.
“Perayaan HUT mendatang akan dikemas secara sederhana tanpa anggaran besar. Rangkaian acaranya akan diisi dengan pengajian umum yang mengundang TGB atau Tuan Guru Bajang serta hiburan rakyat,” ujarnya.
Perbaikan Jalan Dilanjutkan pada 2027
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga kembali menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk menuntaskan perbaikan sarana dan infrastruktur jalan di berbagai wilayah yang masih membutuhkan penanganan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat karena berkaitan langsung dengan mobilitas, aktivitas ekonomi, pendidikan serta akses pelayanan publik.
Bupati memastikan percepatan pembangunan infrastruktur jalan akan kembali dilanjutkan pada tahun 2027 sesuai dengan perencanaan dan kemampuan anggaran daerah.
Tradisi Maulid Desa Sapit Dimulai Sejak Dini Hari
Sementara itu, Kepala Desa Sapit, H. Sukrihin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Bupati Lombok Timur beserta rombongan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di desanya.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Desa Sapit memiliki tradisi tersendiri dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi. Rangkaian kegiatan dibagi dalam dua prosesi utama.
Prosesi awal dimulai sejak pukul 03.30 WITA di rumah adat dan dihadiri oleh Kepala Desa bersama masyarakat setempat. Setelah itu, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan acara utama di Masjid Shirotol Mustaqim.
Menurut Sukrihin, keberhasilan pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan tidak terlepas dari kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Sapit.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan lancar berkat kebersamaan masyarakat. Modal utama pembangunan daerah adalah semangat gotong royong dan kebersamaan kita,” ujar Kades Sukrihin.
Santunan Anak Yatim hingga Silaturahmi ke Lekong Pulut
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim piatu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Tuan Guru, tokoh agama, alim ulama, tokoh pemuda serta masyarakat setempat yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat.
Usai mengikuti dan merangkaikan seluruh kegiatan peringatan Maulid Nabi di Desa Sapit, Bupati Lombok Timur bersama rombongan kemudian bertolak menuju Masjid Nurul Iman di Dusun Lekong Pulut, Kecamatan Suela.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melanjutkan agenda silaturahmi sekaligus menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama masyarakat setempat.
Editor :M Amin