NTT Dilanda Musibah, BAZNAS Lotim dan Aliansi Peduli NTT Bergerak Satukan Kepedulian
Foto Bersama Koordinator Suparman &Tim Aliansi Peduli NTT, Sabtu (5/9/2026); Foto Ketua Baznas Lotim, Drs. H. Muhammad Kamli (Dok. Istimewa)
Ketua BAZNAS Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Kamli: "Musibah Mungkin Memisahkan Jarak, Tetapi Kepedulian Tidak Mengenal Batas. Hari Ini, Kita Tidak Hanya Berbicara Tentang Bantuan, Tetapi Tentang Hati Yang Tergerak Untuk Hadir Bagi Saudara Kita Yang Ada Di NTT"
Sigap News NTB | Lotim — Ketika musibah datang tanpa mengenal batas wilayah, kemanusiaan pun tidak boleh berhenti pada sekat geografis. Dari Lombok Timur, semangat kepedulian terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai disatukan melalui konsolidasi antara BAZNAS Lombok Timur dan sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) kedaerahan, Sabtu (5/9/2026).
Konsolidasi tersebut menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, memperkuat koordinasi, sekaligus merumuskan langkah nyata dalam membantu masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah.
Gerakan kemanusiaan ini diharapkan tidak berjalan secara parsial atau sendiri-sendiri, melainkan dibangun melalui kolaborasi yang terarah, terstruktur, dan masif dengan melibatkan berbagai elemen kepemudaan serta masyarakat.
BAZNAS Lotim Apresiasi Kepedulian Pemuda
Ketua BAZNAS Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Kamli, menyampaikan apresiasi terhadap semangat sejumlah OKP yang ikut mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama. Ketika ada saudara yang sedang menghadapi kesulitan, perbedaan organisasi, latar belakang, maupun jarak geografis tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bergerak.
Ia menilai, kekuatan pemuda dan organisasi kemasyarakatan akan menjadi energi besar apabila disatukan dalam satu gerakan yang terkoordinasi dan memiliki tujuan yang jelas.
“Musibah mungkin memisahkan jarak, tetapi kepedulian tidak mengenal batas. Hari ini, kita tidak hanya berbicara tentang bantuan, tetapi tentang hati yang tergerak untuk hadir bagi saudara kita yang ada di NTT,” ujar H. Muhammad Kamli.
Ia berharap konsolidasi tersebut tidak berhenti sebatas pertemuan dan pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui aksi kemanusiaan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Satukan Kekuatan Pemuda untuk Gerakan Humanisme
Sementara itu, Koordinator Aliansi Peduli NTT, Suparman, menegaskan bahwa konsolidasi bersama BAZNAS dan OKP kedaerahan merupakan langkah awal untuk menyatukan kekuatan pemuda dalam sebuah gerakan humanisme.
Menurut Suparman, pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kepedulian, kata dia, tidak harus menunggu seseorang memiliki banyak hal untuk diberikan, tetapi dapat dimulai dari kemauan untuk bergerak dan mengajak lebih banyak orang mengambil bagian.
“Kita mungkin berbeda organisasi dan latar belakang, tetapi ketika menyangkut humanisme, kita harus berdiri bersama. Dari Lombok Timur, kita kirimkan pesan bahwa saudara kita di NTT tidak sendiri,” tegas Suparman.
Ia menambahkan, gerakan kepedulian tersebut akan dibangun dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas organisasi.
Setiap elemen diharapkan dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. Dengan demikian, gerakan yang dibangun bukan hanya besar secara jumlah, tetapi juga kuat dalam koordinasi serta nyata dalam tindakan.
Solidaritas Kemanusiaan Tanpa Sekat
Konsolidasi BAZNAS Lotim bersama OKP kedaerahan tersebut menjadi gambaran bahwa solidaritas kemanusiaan masih memiliki ruang yang luas di tengah masyarakat.
Dari Lombok Timur, kepedulian dapat tumbuh menjadi gerakan yang lebih besar ketika berbagai elemen memilih untuk mengesampingkan sekat organisasi dan bersama-sama mengulurkan tangan bagi mereka yang sedang menghadapi musibah.
Sebab, pada akhirnya, kemanusiaan tidak mengenal sekat organisasi, tidak mengenal batas daerah, dan tidak mengenal jarak.
“Ketika saudara sedang berduka, tugas kita bukan sekadar melihat, tetapi hadir dan berbuat,” tutup Suparman.
Editor :M Amin