Menutup Pengabdian dengan Senyum: HPM KJK Bagikan Hadiah dan Santuni Anak Yatim
Foto Bersama HPM KJK, Pemdes Batu Putik & Penerima Hadiah dan Santunan Anak Yatim, Selasa (25/8/2026) (Dok. Istimewa)
Ketua Umum HPM KJK, Suparman: “Pengabdian Ini Bukan Akhir Dari Hubungan Kita Dengan Masyarakat. Justru Ini Menjadi Awal Untuk Terus Menjaga Silaturahmi Dan Menghadirkan Kontribusi Yang Lebih Nyata. Kami Ingin Keberadaan HPM KJK Dapat Dirasakan Manfaatnya Oleh Masyarakat”
Sigap News NTB | Lotim — Himpunan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Jerowaru dan Keruak (HPM KJK) resmi mengakhiri rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Batu Putik, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Penutupan berlangsung penuh keakraban dengan agenda pembagian hadiah perlombaan dan penyaluran santunan bagi anak-anak yatim setempat, Selasa (25/8/2026).
Pemdes Batu Putik Apresiasi Pengabdian Mahasiswa
Pemerintah Desa Batu Putik menyampaikan apresiasi atas rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan HPM KJK selama berada di tengah masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam momentum penutupan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi penanda berakhirnya kegiatan pengabdian, acara tersebut juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang perlombaan serta pemberian santunan kepada anak-anak yatim.
Pemerintah Desa Batu Putik menilai kehadiran mahasiswa melalui program pengabdian memberikan dampak positif dalam membangun interaksi dan kebersamaan dengan masyarakat.
Beragam kegiatan yang dilaksanakan selama pengabdian dinilai mampu menghadirkan ruang edukasi dan kreativitas bagi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan warga Desa Batu Putik.
Pengabdian Bukan Sekadar Hadir di Tengah Masyarakat
Ketua Umum HPM KJK, Suparman, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat tidak semata-mata tentang kehadiran mahasiswa di tengah warga. Lebih dari itu, pengabdian merupakan bentuk upaya mahasiswa untuk memberikan manfaat sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
“Pengabdian ini bukan akhir dari hubungan kita dengan masyarakat. Justru ini menjadi awal untuk terus menjaga silaturahmi dan menghadirkan kontribusi yang lebih nyata. Kami ingin keberadaan HPM KJK dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Suparman, mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk tidak hanya berkutat pada ruang-ruang akademik, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat.
Mahasiswa, kata dia, perlu turun ke lapangan untuk melihat, mendengar, sekaligus memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, ilmu dan pengalaman yang diperoleh di lingkungan akademik dapat diterjemahkan menjadi kontribusi yang nyata.
Tinggalkan Kesan, Lanjutkan Silaturahmi
Penutupan kegiatan pengabdian HPM KJK di Desa Batu Putik tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian program yang telah dilaksanakan. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa hubungan antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan tetap terjalin meski masa pengabdian telah berakhir.
Pembagian hadiah kepada para pemenang lomba dan santunan bagi anak-anak yatim menjadi bagian dari upaya menutup pengabdian dengan semangat berbagi, kebersamaan, serta kepedulian sosial.
HPM KJK berharap pengalaman selama menjalankan pengabdian di Desa Batu Putik dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk terus berkontribusi, sekaligus meninggalkan kesan positif dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Editor :M Amin