TPU & Ruas Pantai Calabai Dompu Kini Bersih Berkat Aksi Tim Gabungan, Warga Sigi Apresiasi
Foto Suasana Aksi Kerja Bakti Pembersihan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dan Ruas Jalan Pantai Di Desa Calabai Pada Selasa (17/2/2026), yang Dipimpin oleh Personil Kapal Polisi XXI-2014 (Humas Polda NTB)
Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H: "Kami Berharap Kegiatan Positif Seperti Ini Dapat Terus Berlanjut Dan Menjadi Contoh Bagi Wilayah Lain Untuk Senantiasa Menjaga Kebersihan Lingkungan, Khususnya Di Wilayah Pesisir”
Sigap News NTB | Dompu — Semangat kolektif dan kepedulian lingkungan terlihat jelas dalam aksi kerja bakti pembersihan Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan ruas jalan pantai di Desa Calabai pada Selasa (17/2/2026). Aksi yang dimulai pukul 08.00 WITA itu melibatkan aparat keamanan, perangkat desa, dan warga setempat. Hal ini merupakan sebuah contoh sinergi yang mengubah ruang publik menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman.
Siapa yang Terlibat? Sinergi Nyata
- Kapal Polisi XXI-2014 (pemimpin lapangan);
- Satpolairud Polres Dompu;
- TNI AL Pos Calabai;
- Perangkat Desa Calabai;
- Warga dari Dusun Sigi;
- Lokasi fokus: TPU Desa Calabai dan Pantai Calabai;
- Dukungan institusional: Polda NTB melalui Dirpolairud.
Awal Aksi: Dari Kapal ke Kampung, Semangat Turun ke Jalan
Kegiatan dipimpin langsung dari unsur Kapal Polisi XXI-2014 dan melibatkan personel Satpolairud Polres Dompu serta anggota TNI AL Pos Calabai. Dalam suasana yang penuh tawa dan kerja keras, warga dusun Sigi bergerak bersama, untuk memunguti sampah dari area pemakaman, menyingkirkan dedaunan dan sampah rumah tangga, serta membersihkan ruas jalan yang menghubungkan kampung Sigi dengan kampung Lombok.
Fokus Kerja: TPU dan Ruas Jalan Pesisir
Prioritas utama adalah menata kembali TPU Desa Calabai agar kembali menjadi ruang penghormatan yang rapi dan bersih. Tim juga membersihkan ruas jalan pantai yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah tak teratur. Hasilnya: area kuburan rapi, akses jalan lebih aman, dan bibir pantai kembali layak dikunjungi. Bukan lagi pemandangan tumpukan sampah.
Pengelolaan Sampah yang Bertanggung jawab
Sampah yang terkumpul dipusatkan di satu lokasi dan diolah melalui pembakaran terkontrol. Langkah ini dipilih untuk mencegah penyebaran sampah dan mengurangi risiko pencemaran di area pesisir. Panitia kerja bakti memastikan prosedur aman diterapkan sehingga kegiatan berlangsung tanpa insiden.
Respons Warga: Apresiasi dan Harapan
Masyarakat Dusun Sigi memberi respons positif dan apresiasi yang mendalam. Banyak warga menyatakan harapan agar kegiatan semacam ini menjadi kalender rutin desa, bukan hanya sekali acara tetapi bagian dari budaya perawatan lingkungan. Para orang tua dan pelajar setempat terlihat antusias, menjadikan kerja bakti sebagai momen edukasi dan solidaritas sosial.
Pernyataan Resmi: Pesan untuk Keberlanjutan
Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini:
"Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir. Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama untuk keberlanjutan ekosistem dan kenyamanan masyarakat," ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan dua hal: pertama, pentingnya kesinambungan (bukan hanya acara sesaat); kedua, bahwa penjagaan lingkungan adalah kerja kolektif antara aparat dan warga.
Dampak Nyata dan Rencana Ke Depan
Dalam jangka pendek, dampaknya terlihat jelas: TPU rapi, jalan bersih, pantai lebih nyaman. Dalam jangka panjang, sinergi ini membuka peluang untuk program edukasi kebersihan, penempatan titik sampah terpilah, dan jadwal kerja bakti berkala yang melibatkan sekolah serta kelompok pemuda lokal. Model kolaborasi ini bisa direplikasi oleh desa-desa pesisir lain di Dompu dan sekitarnya.
Penutup: Dari Aksi Kecil Menuju Perubahan Besar
Kerja bakti di Calabai bukan sekadar membersihkan fisik lingkungan. Melainkan untuk menanamkan rasa memiliki, disiplin bersama, dan paradigma bahwa kebersihan adalah bentuk cinta pada kampung. Ketika kapal polisi, aparat, perangkat desa, dan warga berjalan seiring, hal kecil seperti menyapu dan memungut sampah berubah menjadi peristiwa inspiratif yang menyalakan harapan bagi keberlanjutan ekosistem pesisir.
Jika desa-desa lain meniru langkah ini, pesisir-pesisir NTB bisa menjadi jejak keberhasilan gotong royong modern: praktis, aman, dan penuh makna.
Editor :M Amin