Lombok Timur Jadi Barometer Penanganan Stunting NTB, Program GENTING Capai 81% atau 11.610 KK
Foto Suasana Rakor GENTING yang Dihadiri oleh Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM Yang Juga Menjabat Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Lombok Timur, Selasa (1/9/2026) (PKP Lotim)
Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM: "Pertemuan Ini Untuk Membangun Sistem Kerja. Intervensi Spesifik Dan Sensitif Yang Diperlukan Harus Disampaikan Kepada Mitra-Mitra GENTING"
Sigap News NTB | Lotim — Pemkab Lombok Timur terus memperkuat langkah percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta berbagai unsur terkait.
Komitmen tersebut diperkuat melalui rapat koordinasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dalam rangka pembagian wilayah binaan GENTING di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2026.
Rapat koordinasi yang berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (1/9/2026), tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Lombok Timur.
Perkuat Sistem Kerja dan Penanggung Jawab Wilayah
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas penguatan sistem kerja Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS), termasuk mekanisme pembagian wilayah binaan sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Lombok Timur.
Pembagian wilayah binaan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pembagian tugas secara administratif, tetapi juga mampu memperjelas penanggung jawab atau person in charge (PIC) dari setiap OPD dan unsur terkait pada wilayah masing-masing.
Keberadaan PIC dinilai penting untuk mempercepat arus komunikasi dan koordinasi antarpihak. Setiap OPD diharapkan memiliki personel yang memahami secara menyeluruh perkembangan program di wilayah binaannya.
Dengan demikian, proses penyampaian informasi dan tindak lanjut program dapat berjalan secara berkesinambungan dan tidak terputus, meskipun terjadi pergantian perwakilan dalam rapat maupun kegiatan.
Kapasitas Kader dan Dukungan Operasional Jadi Perhatian
Wabup Edwin menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader melalui berbagai pelatihan keterampilan teknis.
Penguatan kapasitas tersebut terutama diarahkan pada kemampuan penyuluhan, pencatatan dan pengelolaan data, serta pemantauan kondisi sasaran secara berkelanjutan.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan operasional juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Hal itu mencakup ketersediaan logistik, pemberian insentif, hingga pelaksanaan koordinasi rutin di tingkat wilayah.
Intervensi Spesifik hingga Pembangunan Infrastruktur
Dalam pelaksanaan Program GENTING, intervensi dilakukan melalui berbagai pendekatan, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.
Intervensi spesifik antara lain dilakukan melalui bantuan nutrisi berupa pemberian makanan tambahan (PMT) maupun bahan pangan mentah yang kaya protein hewani bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia di bawah dua tahun.
Sementara itu, intervensi sensitif mencakup perbaikan infrastruktur dasar yang mendukung kualitas hidup masyarakat.
Program tersebut di antaranya berupa bedah rumah tidak layak huni, penyediaan akses air bersih, hingga pembangunan jembatan yang mendukung mobilitas dan akses masyarakat.
Selain bantuan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar, intervensi juga dilakukan melalui pendampingan dan edukasi kepada keluarga sasaran. Bentuknya meliputi penyuluhan, komunikasi psikologis, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Wabup: Program GENTING Harus Dikerjakan dengan Gotong Royong
Wakil Bupati menegaskan bahwa prinsip utama dalam pelaksanaan Program GENTING adalah gotong royong dan kolaborasi seluruh pihak.
Karena itu, setiap unsur diharapkan mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing agar seluruh bentuk intervensi dapat berjalan secara terpadu dan saling mendukung.
“Pertemuan ini untuk membangun sistem kerja. Intervensi spesifik dan sensitif yang diperlukan harus disampaikan kepada mitra-mitra GENTING,” tegasnya.
Lombok Timur Dinilai Menjadi Barometer Penanganan Stunting di NTB
Sementara itu, Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Provinsi NTB, Lalu Makripuddin, menyebut Kabupaten Lombok Timur sebagai salah satu barometer dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, posisi tersebut menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk terus meningkatkan kerja dan memperkuat berbagai program dalam menekan angka stunting.
Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pencegahan dan penurunan stunting hingga ke tingkat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Lalu Makripuddin turut menyoroti realisasi Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Kabupaten Lombok Timur yang dinilai belum sinkron antara data dalam aplikasi dan laporan Dinas P3AKB Lombok Timur.
Karena itu, ia berharap data tersebut dapat segera dilaporkan dan diperbarui ke tingkat pusat agar informasi yang tercatat sesuai dengan kondisi aktual di daerah.
Selain itu, capaian Program GENTING yang telah mencapai 81 persen diharapkan terus ditingkatkan.
Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran, dimanfaatkan secara optimal, dan dikonsumsi oleh penerima manfaat sesuai tujuan program.
Program GENTING Sasar Lebih dari 14 Ribu Keluarga Berisiko Stunting
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Lombok Timur, Muksin, SKM., MM menjelaskan bahwa Program GENTING menyasar keluarga berisiko stunting (KRS).
Kelompok sasaran tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, baduta atau anak berusia di bawah dua tahun, serta anak yang mengalami stunting.
Pendampingan terhadap keluarga sasaran dilakukan melalui edukasi, intervensi, dan pemberian bantuan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.
Berdasarkan target yang ditetapkan pemerintah pusat melalui BKKBN, jumlah keluarga berisiko stunting di Kabupaten Lombok Timur mencapai 14.106 keluarga.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.610 keluarga berisiko stunting telah terintegrasi dalam program.
Ribuan Keluarga Telah Mendapat Intervensi
Berbagai bentuk intervensi telah dilakukan terhadap keluarga sasaran Program GENTING.
Sebanyak 9.627 keluarga berisiko stunting telah mendapatkan edukasi, sementara intervensi nutrisi telah diberikan kepada 1.574 keluarga.
Selain itu, intervensi penyediaan air bersih telah menjangkau 394 keluarga berisiko stunting.
Intervensi lainnya berupa bantuan jamban sehat telah diberikan kepada 14 keluarga, sedangkan bantuan rumah layak huni telah diterima oleh satu keluarga sasaran.
Pemkab Lombok Timur berharap berbagai bentuk intervensi tersebut tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kesadaran keluarga penerima manfaat.
Bantuan nutrisi diharapkan dapat diberikan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran. Sementara intervensi berupa penyediaan air bersih, jamban sehat, serta rumah layak huni diharapkan terus diperkuat dan ditingkatkan.
Kolaborasi Lintas Sektor Diharapkan Percepat Penurunan Stunting
Dengan penguatan pembagian wilayah binaan, penetapan PIC, peningkatan kapasitas kader, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai unsur lainnya, percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Lombok Timur diharapkan dapat berjalan semakin terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh OPD terkait, para camat, UPTD P3AKB, kepala puskesmas, BUMN, BUMD, pihak swasta, individu, LSM, komunitas, lembaga dan organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, Koordinator Satgas Pendamping Keluarga (SPK), perwakilan Penyuluh KB (PKB) dan Petugas Lapangan KB (PLKB), serta Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Melalui keterlibatan seluruh unsur tersebut, Program GENTING diharapkan menjadi gerakan bersama yang tidak hanya berorientasi pada penanganan kasus, tetapi juga membangun sistem pencegahan stunting yang kuat hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.
Editor :M Amin