DP3AKB Lotim & Psikologi UNY Siapkan Remaja Jadi Agen Perubahan melalui Pelatihan PEKA
Foto Dekan Fakultas Psikologi UNY Bersama Kepala DP3AKB Lotim Menandatangani Nota Kesepahaman (Mou) Sebagai Bentuk Komitmen Kolaborasi Dalam Penyelenggaraan Pelatihan Peer Educator Pencegahan Perkawinan Anak (PEKA), Rabu (15/7/2026) Pukul 10.37 WITA
Kolaborasi Cerdas Untuk Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Kekerasan Seksual di 16 Sekolah
Sigap News NTB | Lombok Timur — Komitmen dalam menekan angka pernikahan usia dini dan mencegah kekerasan seksual terhadap anak terus diperkuat melalui kolaborasi antara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur bersama Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Pelatihan PEKA (Peer Educator Pencegahan Kawin Anak) Tahun 2026, yang bertujuan mencetak pendidik sebaya (peer educator) sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan perkawinan anak dan kekerasan seksual di lingkungan remaja.
Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi yang akan menjangkau 16 sekolah tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Kabupaten Lombok Timur, sehingga pesan-pesan edukasi dapat tersampaikan secara lebih luas melalui peran aktif para pelajar.
Diikuti Perwakilan 15 Sekolah se-Lombok Timur
Pelatihan berlangsung selama 2 hari, mulai Rabu hingga Kamis (15–16 Juli 2026), bertempat di Ruang Rapat Utama (Rupatama) II Lantai 2 Kantor Bupati Lombok Timur.
Sebanyak 30 pelajar yang merupakan perwakilan dari 15 SMA/SMK/MA sederajat di Kabupaten Lombok Timur mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias.
Selama pelatihan, para peserta dipersiapkan untuk menjadi edukator sebaya yang mampu menyampaikan informasi, memberikan pendampingan awal kepada teman-temannya, serta menjadi motor penggerak dalam membangun lingkungan remaja yang sehat, aman, dan bebas dari praktik perkawinan anak.
Dipandu Langsung Tim Ahli Fakultas Psikologi UNY
Pelatihan dipandu langsung oleh tim akademisi dan praktisi dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin oleh Dr. Siti Rohmah Nurhayati, S.Psi., M.Si.
Tim pelaksana turut diperkuat oleh Karsiyati, S.Psi., M.Psi.T., Nesya Adira, S.Psi., M.Si., Dr. Annisa Reginasari, M.A., serta menggandeng Hadi Masyhurrosyidi, S.Kep., Ns., M.Kes. sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan.
Kehadiran para akademisi tersebut berhasil menciptakan suasana belajar yang interaktif melalui berbagai metode diskusi, simulasi, dan berbagi pengalaman, sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih mendalam.
Menguatkan Peran Teman Sebaya
Konsep Peer Educator dipilih karena remaja cenderung lebih terbuka untuk berdiskusi dan berbagi persoalan dengan teman seusianya dibandingkan dengan orang dewasa.
Melalui pendekatan ini, kelompok sebaya diharapkan mampu menjadi support system yang efektif dalam memberikan edukasi, membangun kesadaran, sekaligus mencegah munculnya berbagai persoalan sosial yang dihadapi remaja.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi penting, di antaranya:
- Dampak negatif pernikahan usia dini.
- Pencegahan kekerasan seksual pada remaja.
- Pemenuhan hak-hak anak dan kesetaraan gender.
- Penguatan orientasi masa depan dan perencanaan karier.
- Teknik komunikasi sebagai pendidik sebaya.
- Strategi kampanye kreatif melalui media digital dan media sosial.
Melalui bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat mengedukasi teman-temannya di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Diharapkan Menjadi Gerakan Berkelanjutan
Sinergi antara Fakultas Psikologi UNY dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi mampu melahirkan gerakan edukasi yang berkelanjutan.
Para peserta nantinya diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan pentingnya perlindungan anak, pencegahan perkawinan usia dini, serta membangun budaya saling mendukung agar generasi muda dapat fokus mengejar pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan meraih cita-cita.
DP3AKB Lotim: Telusuri Akar Permasalahan Pernikahan Dini
Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Kepala DP3AKB Kabupaten Lombok Timur, Muksin, SKM., MM, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang dibangun bersama Fakultas Psikologi UNY.
"Ini sangat bagus untuk menelaah lebih lanjut mengenai akar permasalahan untuk pencegahan pernikahan dini dan kekerasan seksual," ujar Muksin saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penanganan permasalahan pernikahan dini di Lombok Timur bersama Fakultas Psikologi UNY, pada Rabu (15/7/2026).
Ia menilai, upaya pencegahan harus dimulai dari peningkatan literasi dan penguatan kapasitas remaja agar mereka memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat, mengambil keputusan yang tepat, serta menjadi pelopor perubahan di lingkungan sekitarnya.
Kadis Muksin: Remaja Hari Ini Penentu Masa Depan Lombok Timur
Saat dihubungi oleh Sigap News NTB pada Minggu (19/7/2026), Kadis Muksin juga berharap para peserta Pelatihan PEKA dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman sebaya di sekolah masing-masing.
"Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, mereka harus dibekali pengetahuan, karakter, dan keberanian untuk menjadi pelopor dalam mencegah pernikahan dini serta kekerasan seksual. Kami berharap para peserta Pelatihan PEKA mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi, mengedukasi, dan mengajak teman-temannya untuk terus belajar, menjaga diri, serta meraih cita-cita setinggi mungkin", tambah Kadis Muksin.
Dengan kolaborasi semua pihak, kita optimistis dapat mewujudkan generasi Lombok Timur yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," tutup Kepala DP3AKB Lotim..

Foto Kepala DP3AKB Lotim & Dekan Fakultas Psikologi UNY Saat Penandatanganan PKS Dalam Penyelenggaraan Pelatihan Peer Educator Pencegahan Perkawinan Anak (PEKA), Rabu (15/7/2026) (Dok. Pribadi)
Editor :M Amin