GAMAS DP3AKB Lotim untuk Indonesia Emas 2045, Kadis Muksin Ingatkan Pentingnya Peran Ayah untuk Anak
Foto Suasana Saat Para Ayah Mengisi Formulir Pendaftaran Pendidikan Anaknya; Foto Kepala DP3AKB Lotim, Muksin, SKM, MM, pada Rabu (15/7/2026) (Dok. Pribadi)
"Awalnya Memang Agak Malu Dan Ragu. Saya Berharap Anak Lebih Nyaman Dan Cepat Bersosialisasi Dengan Teman-Temannya Di Hari Pertama Sekolah", ungkap Ayah Halki.
Sigap News NTB | Lotim — Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) menjadi salah satu program yang terus didorong Pemkab Lombok Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Program ini dinilai sebagai langkah sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter dan masa depan anak menuju Indonesia Emas 2045.

Saat diwawancarai Sigap News NTB, Rabu (15/7/2026), Kepala DP3AKB Lombok Timur, Muksin, SKM., MM, menegaskan bahwa keterlibatan seorang ayah sejak hari pertama sekolah merupakan investasi penting bagi masa depan anak.
GAMAS Bangun Kedekatan Ayah dan Anak
Menurut Muksin, GAMAS bukan sekadar mengantar anak ke sekolah, melainkan membangun budaya pengasuhan yang lebih baik melalui keterlibatan aktif seorang ayah.
"GAMAS adalah Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Ini merupakan budaya yang sangat tepat untuk menjadi langkah awal keberhasilan kita dalam membawa anak-anak menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Ia mengatakan, program tersebut tidak membutuhkan biaya besar, tetapi memiliki nilai investasi yang sangat tinggi bagi masa depan generasi bangsa.
"Langkah sederhana ini harus menjadi budaya kita sebagai bentuk tanggung jawab seorang ayah terhadap anak-anaknya. Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan berakhirnya masa liburan sekolah menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kedekatan emosional antara ayah dan anak," katanya.
Kadis Muksin berharap keberadaan orang tua, khususnya ayah, pada hari pertama sekolah dapat menjadi penyemangat bagi anak untuk lebih percaya diri, rajin belajar, serta mampu meraih prestasi di masa depan.
SDN 2 Mamben Daya Apresiasi Program GAMAS
Kepala SDN 2 Mamben Daya, H. Husnan Hudaini, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program GAMAS yang dinilai mampu meningkatkan kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak.
Menurutnya, kebiasaan mengantar anak ke sekolah akan menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga.
"Program GAMAS sangat baik karena membangun kesadaran orang tua untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak. Dimulai dari hal sederhana, yaitu mengantar anak ke sekolah, tetapi dampaknya sangat besar terhadap perhatian orang tua di rumah," ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan orang tua tidak hanya sebatas mengantar, tetapi juga memberikan rasa aman kepada anak ketika berangkat maupun pulang sekolah.
"Di tengah kondisi lingkungan sosial yang semakin kompleks, kehadiran orang tua menjadi bentuk perlindungan bagi anak. Karena itu kami berharap program GAMAS terus dilaksanakan setiap tahun," katanya.
Kepsek Husnan juga meyakini perhatian yang diberikan orang tua akan berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang, karakter, serta prestasi belajar anak.
MPLS Ramah Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama
Selain mendukung GAMAS, SDN 2 Mamben Daya juga melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah sebagaimana program pemerintah di bidang pendidikan.

Foto Suasana MPLS 2026 di SDN 2 Mamben Daya, pada Rabu (15/7/2026) (Dok. Pribadi)
Tema MPLS Ramah mengedepankan budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun, sebagai pondasi pembentukan karakter peserta didik baru.
Menurut Husnan, tujuan MPLS adalah membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan maupun kekerasan.
Adapun tujuan pelaksanaan MPLS meliputi:
- Memperkuat karakter murid sejak hari pertama masuk sekolah.
- Mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru.
- Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
- Mendukung kesiapan murid untuk belajar, berkembang, dan berprestasi.
- Menanamkan nilai-nilai positif, termasuk literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Tahun Ajaran Baru, SDN 2 Mamben Daya Terima 18 Murid Baru
Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN 2 Mamben Daya menerima 18 peserta didik baru yang mengikuti kegiatan MPLS.

Foto Bersama Kepsek H. Husnan Hudaini, S.Pd & Para Siswa Baru Peserta MPLS 2026 di SDN 2 Mamben Daya, pada Rabu (15/7/2026) (Dok. Pribadi)
Meski demikian, pihak sekolah masih membuka kesempatan bagi siswa yang ingin mendaftar setelah jadwal penerimaan berakhir, baik karena perpindahan sekolah maupun alasan lainnya.
"Untuk sementara jumlah murid baru sebanyak 18 orang. Namun apabila nanti ada siswa pindahan atau pendaftar susulan, tentu tetap akan kami layani sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Kepsek Husnan.
Gedung Baru dan Prestasi Jadi Kebanggaan Sekolah
Kepsek Husnan menyebut, salah satu keunggulan SDN 2 Mamben Daya saat ini adalah keberadaan gedung sekolah yang representatif.
Ia mengaku sekolah tersebut dahulu dikenal sebagai sekolah yang sering terdampak banjir. Namun kini kondisinya telah berubah drastis.
"Alhamdulillah sekarang gedung sekolah kami sudah sangat baik. Bahkan bisa dikatakan menjadi salah satu bangunan sekolah yang paling megah di Kecamatan Wanasaba," ujarnya.
Selain sarana prasarana, sekolah juga memiliki berbagai prestasi non-akademik yang membanggakan, di antaranya:
- Juara II Lomba Tari Tingkat Kabupaten (2024).
- Juara II Pidato Bahasa Sasak Tingkat Kabupaten.
- Juara I Pidato Tingkat Kecamatan.
- Juara II Lomba Pidato Tingkat Kecamatan.
- Juara III Lomba Puisi Tingkat Kecamatan.
- Prestasi cabang olahraga bulu tangkis yang menjadi salah satu unggulan sekolah.
Dalam proses pembelajaran, SDN 2 Mamben Daya juga menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang ramah anak, serta terus mengembangkan berbagai kegiatan kokurikuler bersama sekolah-sekolah dalam satu gugus.
Orang Tua Rasakan Manfaat Program GAMAS
Sementara itu, salah seorang wali murid, Halki, warga Dusun Bagik Lunggik, Desa Mamben Daya, mengaku sengaja meluangkan waktu untuk mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah.
Ia mengaku sempat merasa canggung, namun tetap memilih mendampingi sang anak karena istrinya harus bekerja sejak pagi.
"Awalnya memang agak malu dan ragu. Kebetulan ibunya masuk kerja pagi, jadi saya minta izin sebentar untuk mengantar anak ke sekolah sebelum kembali bekerja," ujarnya.
Menurut Halki, kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah membuat anak lebih tenang, merasa aman, dan lebih percaya diri saat mulai berinteraksi dengan guru maupun teman-teman barunya.
"Saya berharap anak lebih nyaman dan cepat bersosialisasi dengan teman-temannya di hari pertama sekolah," pungkasnya.
Editor :M Amin