Semangat “Ibadah” dan Gotong-Royong: Dedikasi Tinggi Tim OPJAR Lenek dalam Optimalisasi PAD Lotim
Foto Suasana Penagihan PBB-P2 oleh Tim OPJAR Lenek, yang Dipimpin oleh Agus Alwi, S.E Pada Senin (28/7/2025) (Dok. Pribadi)
Kepala Bapenda Lotim, Muksin, S.KM., M.M: “Tagihan Piutang PBB 2014–2024 Mencapai Rp 50,5 Miliar. Pajak Adalah Kewajiban Kita Bersama, Uang Rakyat Yang Akan Kembali Untuk Kesejahteraan”
SIGAP NEWS NTB | Lombok Timur – Di tengah upaya penguatan kapasitas fiskal daerah pasca-gempa dan pandemi,lahir satu semangat baru dari Tim Operasi Kejar (OPJAR) Piutang Pajak PBB-P2 Kabupaten Lombok Timur: kerja ikhlas, gotong-royong, dan niscaya berkah. Demikian benang merah yang diusung Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. H. Muhammad Juaini Taofik, M.AP, saat membuka Pembekalan Tim OPJAR di Ballroom Lantai 2 Kantor Bupati, 2 Juli 2025 lalu.
“Mari niatkan kerja ini adalah ibadah. Bukan semata soal gaji, tetapi amal jariyah untuk kesejahteraan bersama,” tegas Sekda Taofik di hadapan koordinator dari 21 kecamatan dan seluruh anggota tim OPJAR.
Sekda mengingat kembali tantangan berat yang pernah dihadapi: guncangan gempa bumi, badai pandemi. Kini, prioritas berpindah pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Struktur APBD Lotim, menurutnya, masih memerlukan penguatan agar setiap rupiah pajak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan.
Sebagai panduan, Sekda memaparkan sembilan langkah strategis OPJAR:
Pemutakhiran data wajib pajak
Segmentasi kelompok berdasarkan risiko dan potensi
Pemahaman detail jenis pajak yang ditagih
Penagihan bertahap dan persuasif
Intensifikasi sosialisasi ke masyarakat
Pemberian insentif/diskon untuk mendorong kepatuhan
Penggunaan data sebagai bahan evaluasi
Persiapan surat teguran resmi
Evaluasi rutin capaian tim
“Kunci utama adalah sinergi dengan kepala desa, kadus, dan tokoh setempat. Karena mereka yang paling memahami karakter warga di lapangan,” tambahnya.
–––
Aksi Nyata di Lapangan
Pada Senin (28/7/2025), Sigap News menyusuri langkah Tim OPJAR Lenek. Di bawah koordinasi Agus Alwi, S.E, tim menyisir dusun?dusun untuk menagih tunggakan PBB periode 2014–2024.
“Kami bekerja siang-malam sampai 10 Agustus, dengan target tagihan sebesar Rp 1,3 miliar. Selain menagih, kami juga verifikasi dan validasi data wajib pajak,” terang Agus Alwi.
Hingga saat ini, OPJAR Lenek telah berhasil menghimpun Rp 55 juta.
“Angka ini baru 4,2 persen,” ujarnya, “karena terkendala bukti pelunasan yang tidak dapat ditunjukkan warga. Meski mereka yakin pernah membayar melalui calo kepercayaan.” Selain itu, ada pula objek pajak yang kini beralih fungsi menjadi fasilitas umum.
Setiap temuan dicatat rinci untuk diserahkan ke Bapenda, yang akan menentukan kelanjutan penagihan.
–––
Gotong-Royong Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk bekerjasama:
“Siapkan bukti lunas sesuai tahun tagihannya. Jika tidak ada, segera selesaikan lewat Tim OPJAR,” ujar Agus, sembari menegaskan peran kepala dusun sebagai jembatan komunikasi.
Dukungan penuh datang pula dari Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim, Muksin, S.KM., M.M:
“Tagihan piutang PBB 2014–2024 mencapai Rp 50,5 miliar. Ini gerakan serius Pemda dengan 21 tim kolektif di 21 kecamatan. Pajak adalah kewajiban kita bersama, uang rakyat yang akan kembali untuk kesejahteraan,” kata Muksin saat dihubungi Sigap News, Selasa (297/2025).
–––
Apresiasi dan Harapan
Warga yang ditagih menyampaikan rasa terima kasih:
“Tim OPJAR bekerja sangat humanis. Kami hanya diminta membayar pokok pajak, tanpa denda. Semoga pendapatan daerah terus naik!” tutur salah seorang wajib pajak.
Bagi Agus Alwi, kerja keras tak mengenal waktu:
“Kalau pagi susah ketemu warga, kami datang malam, sepaket dengan niat ikhlas.”
Dengan semangat “ibadah” dan gotong?royong, Tim OPJAR Lenek diharapkan mampu mendorong kenaikan PAD Lotim. Sehingga Pemda semakin dapat mewujudkan pembangunan yang lebih cepat, inklusif, dan berkelanjutan.
—
Laporan: Jurnalis Sigap News, Lombok Timur
Editor :M Amin