Tiket Kapal Penyebrangan Mahal Saat Mudik? GM Erlisetya W Himbau Masyarakat, Jangan Beli di Calo!
Foto General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi (Dok. Pribadi)
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi: "Belilah Tiket Penyebrangan Lewat Kanal Resmi atau Alfamart/ Indomaret/ BRI LINK!"
Sigap News NTB | Lotim — General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi memberikan klarifikasi kepada Sigap News NTB pada Selasa (17/3/2026). Inti klarifikasi menyatakan bahwa penjualan tiket resmi ASDP hanya dilakukan lewat kanal resmi: situs trip.ferizy.com dan melalui merchant resmi seperti Indomaret, Alfamart, serta Brilink. Dalam pernyataannya GM juga menegaskan bahwa gerai-gerai yang menjual tiket di sekitar pelabuhan bukan mitra resmi ASDP dan kerap mengenakan biaya tambahan di luar tarif resmi. Ia mengimbau agar masyarakat membeli tiket melalui saluran resmi demi kepastian layanan, transparansi harga, dan kenyamanan.
“Sehubungan dengan adanya informasi mengenai praktik penjualan tiket penyeberangan di sekitar Pelabuhan Kayangan, bersama ini kami sampaikan bahwa: Penjualan tiket resmi ASDP hanya dilakukan melalui kanal resmi, yaitu secara online melalui website trip.ferizy.com serta melalui merchant resmi seperti Indomaret, Alfamart, brilink. Adapun gerai atau pihak yang menjual tiket di sekitar area pelabuhan bukan merupakan mitra resmi ASDP. Kehadiran mereka pada umumnya bertujuan membantu pengguna jasa yang mengalami kendala dalam pembelian tiket. Namun demikian, dalam praktiknya mereka dapat mengenakan biaya tambahan dengan besaran yang bervariasi di luar tarif resmi yang telah ditetapkan. Untuk menjamin kepastian layanan, transparansi harga, serta kenyamanan dalam proses pembelian tiket, kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi ASDP, baik secara online maupun melalui merchant resmi yang telah bekerja sama. Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih,” kata GM Erlisetya Wahyudi.
Kronologi Insiden di sekitar Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano
Menurut pemberitaan beberapa media online, peristiwa bermula saat tiga orang calon penumpang pejalan kaki membeli tiket di sebuah gerai pinggir jalan pada Senin pagi. Di papan informasi gerai tercantum tarif penumpang pejalan kaki: Rp25.000 per orang. Namun pada saat membayar, petugas gerai meminta Rp90.000 untuk tiga orang yang sama dengan Rp30.000 per orang. Setelah pembayaran, tiket tidak langsung diterbitkan: barcode tak muncul dan penumpang diminta menunggu hampir 30 menit akibat yang disebut sebagai gangguan sistem.
Penumpang kemudian diarahkan ke petugas pintu masuk pelabuhan untuk pengecekan. Proses kembali terhambat karena petugas harus menghubungi call center sistem tiket; respons call center dinilai lambat sehingga penumpang menunggu lebih dari 30 menit tanpa kepastian. Karena khawatir tertinggal kapal, ketiga calon penumpang itu akhirnya membeli ulang tiket melalui aplikasi resmi Ferizy. Total pembayaran melalui aplikasi untuk tiga orang hanya Rp44.400 (sekitar Rp14.800 per orang).
Penegasan Kanal Resmi dan Merchant Mitra: Ferizy serta Merchant Resmi seperti Indomaret, Alfamart, dan Brilink
Manajemen menegaskan bahwa seluruh penjualan resmi berlangsung melalui aplikasi/website resmi dan merchant yang telah bekerja sama. Penegasan ini bertujuan melindungi konsumen dari praktik penjualan tidak resmi yang bisa mengenakan biaya tambahan. Sebagai tindakan preventif, perusahaan mengimbau pengguna jasa untuk selalu memanfaatkan saluran resmi agar mendapatkan harga yang transparan dan proses yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sikap Positif dan Komitmen Perbaikan Pelayanan
- Transparansi: Klarifikasi manajemen menempatkan transparansi harga sebagai prioritas, yakni agar masyarakat mendapatkan informasi tarif yang sama tanpa markup.
- Pelayanan: Pihak operator menunjukkan perhatian terhadap keluhan teknis (mis. keterlambatan penerbitan tiket) dan mendorong perbaikan proses internal demi meminimalkan gangguan serupa.
- Imbauan Bijak: Untuk menghindari potensi kerugian waktu dan biaya, penumpang dianjurkan menggunakan saluran resmi dan merchant mitra yang ditunjuk.
Klarifikasi yang disampaikan GM dimaksudkan tidak hanya untuk menjawab kekhawatiran sesaat, tetapi juga membentuk citra pro-pelanggan: bahwa operator responsif, transparan, dan berkomitmen memperbaiki layanan bila diperlukan.
Harapan ke Depan
Publik diharap menerima penjelasan ini sebagai bukti bahwa manajemen menaruh perhatian serius pada pengalaman penumpang. Langkah selanjutnya yang diharapkan adalah koordinasi lebih erat antara pihak operator, merchant mitra, dan otoritas pelabuhan agar pengawasan di lapangan lebih efektif. Sehingga praktik penjualan yang merugikan dapat diminimalkan dan kepercayaan pengguna jasa kembali terjaga.
Editor :M Amin