Kapolda & FKUB Susun Roadmap Pencegahan Konflik Berbasis Moderasi Beragama di NTB
Foto Suasana Sinergi Antara Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo dengan Ketua FKUB NTB, Dr. TGH. Muhammad Subki Sasaki, M.H pada Selasa (20/1/2026) (Humas Polda NTB)
Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo: “Pencegahan Konflik Perlu Dimulai Dari Komunikasi Yang Baik Dan Moderasi Beragama. Peran FKUB Sangat Penting Sebagai Jembatan Antarumat, Sekaligus Mitra Polri Menjaga Keamanan Daerah”
Sigap News NTB | Mataram — Kapolda Nusa Tenggara Barat, Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si, menerima audiensi dan silaturahmi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTB yang dipimpin oleh Dr. TGH. Muhammad Subki Sasaki, M.H, pada Selasa (20/1/2026). Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Kapolda NTB dan menjadi wadah dialog konstruktif, untuk memperkuat moderasi beragama serta mencegah potensi konflik sosial berbasis isu keagamaan.
Suasana Audiensi: Hangat dan Terbuka
Audiensi dimulai dengan suasana hangat. Kapolda menyambut langsung delegasi FKUB dan membuka ruang dialog yang intens dengan membahas upaya menjaga kerukunan, meredam isu sensitif, dan memperkuat komunikasi antarumat beragama. Pertemuan berlangsung penuh rasa tanggung jawab dan saling menghormati, sehingga setiap gagasan dapat disampaikan secara lugas.
Fokus Strategis: Pencegahan Dini dan Moderasi Beragama
Pembahasan menitikberatkan pada langkah pencegahan dini terhadap potensi konflik melalui penguatan moderasi beragama. Kapolda Edy Murbowo menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari komunikasi yang baik dan konsisten.
“Pencegahan konflik perlu dimulai dari komunikasi yang baik dan moderasi beragama. Peran FKUB sangat penting sebagai jembatan antarumat, sekaligus mitra Polri menjaga keamanan daerah,” ujarnya.
Peran FKUB: Jembatan Antarumat dan Agen Moderasi
Ketua FKUB Provinsi NTB, TGH. Buya Sasaki, menyatakan komitmen organisasi untuk terus mendorong dialog lintas iman dan memperkuat persaudaraan. FKUB dipandang sebagai penghubung antara tokoh agama, pemuka masyarakat, dan aparat keamanan untuk bersama-sama merespons isu yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial. “FKUB terus mendorong moderasi beragama dan dialog lintas iman, sebagai upaya mencegah konflik serta memperkuat persaudaraan di NTB,” kata Buya Sasaki.
Mekanisme Kolaborasi: Dari Edukasi hingga Deteksi Dini
Dalam pertemuan itu disepakati beberapa langkah kerja sama praktis yang akan diperkuat, antara lain:
- Edukasi Publik Terpadu: kampanye bersama untuk menanamkan nilai toleransi di sekolah, pesantren, dan komunitas.
- Forum Komunikasi Rutin: pertemuan berkala antara Polda NTB dan FKUB untuk berbagi informasi non-teknis dan membahas isu sensitif.
- Deteksi Dini Isu Sensitif: penguatan mekanisme pelaporan dan respons cepat terhadap narasi yang berpotensi memecah belah.
- Pelibatan Tokoh Agama: peran aktif tokoh agama dalam meredam rumor dan menyampaikan pesan-persuasif kepada jamaah masing-masing.
Inspirasi dan Dampak yang Diharapkan
Dialog ini menjadi cerminan komitmen kolektif menjaga NTB tetap sejuk dan harmonis. Dengan sinergi yang lebih kuat, potensi konflik diharapkan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara bersama. Dampak yang ditargetkan mencakup pengurangan insiden konflik berbasis agama, peningkatan kepercayaan publik terhadap lembaga, serta tumbuhnya budaya moderasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Penutup: Komitmen Bersama untuk NTB yang Damai
Audiensi ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti poin-poin kolaborasi yang telah disetujui. Kapolda NTB dan FKUB menegaskan bahwa menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan sosial bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat. Dengan langkah preventif berbasis komunikasi dan moderasi, NTB diharapkan tetap menjadi provinsi yang aman, damai, dan penuh persaudaraan.
Editor :M Amin