Dewan HM Wujudkan Harapan Warga, Pembangunan Sarana Kemasjidan Al-Muhajirin Dasan Baru Resmi Dimulai
Foto Suasana Saat Dewan HM Malakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sarana Kemasjidan Jamaah Masjid Al-Muhajirin Dasan Baru, Rabu (26/8/2026) (Dok. Istimewa)
Dewan HM: "Hari Ini Mungkin Yang Kita Letakkan Baru Satu Batu. Namun Dengan Doa, Persatuan Dan Gotong Royong, Batu Pertama Ini Insya Allah Akan Menjadi Awal Berdirinya Tempat Yang Melahirkan Banyak Kebaikan. Semoga Sarana Kemasjidan Ini Dapat Membuat Masyarakat Menjadi Lebih Semangat Sholat 5 Waktu Di Masjid"
SIGAP NEWS NTB | Lombok Timur — Penantian panjang masyarakat Dusun Dasan Baru, Desa Suntalangu, Kecamatan Suela, Lombok Timur, untuk memiliki sarana ibadah yang lebih layak mulai menemukan titik terang. Harapan yang selama bertahun-tahun tersimpan di tengah keterbatasan wilayah akhirnya diwujudkan melalui peletakan batu pertama pembangunan sarana kemasjidan jamaah Masjid Al-Muhajirin, Rabu (26/8/2026).

Foto Suasana Kedekatan Dewan HM dengan Masyarakat,Saat Malakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sarana Kemasjidan Jamaah Masjid Al-Muhajirin Dasan Baru, Rabu (26/8/2026)
(Dok. Istimewa)
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA itu menjadi momen penuh haru dan syukur bagi masyarakat setempat. Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur Dapil 5 dari Fraksi Gerindra, TGH. Muhammad Husni Mubarok, QH., M.Pd.I, yang akrab disapa Dewan HM, hadir langsung untuk memulai pembangunan dengan meletakkan batu pondasi pertama.
Bagi warga Dusun Dasan Baru, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan. Peletakan batu pertama menjadi simbol lahirnya harapan baru bagi masyarakat yang selama ini merasakan keterbatasan akses terhadap berbagai fasilitas sosial dan keagamaan.
Penantian Panjang Warga Akhirnya Mulai Terjawab
Selama bertahun-tahun, masyarakat Dusun Dasan Baru menyimpan keinginan besar agar memiliki sarana ibadah yang nyaman dan dapat menunjang berbagai aktivitas keagamaan jamaah.
Wilayah tersebut selama ini dikenal masyarakat setempat sebagai daerah yang relatif terpencil dan menghadapi berbagai keterbatasan akses. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan pembangunan fasilitas sosial dan keagamaan menjadi salah satu harapan penting warga.
Doa demi doa pun terus dipanjatkan. Harapan agar suatu saat tersedia sarana kemasjidan yang lebih layak tidak pernah padam.
Kini, harapan tersebut mulai diwujudkan. Ratusan warga tampak hadir menyaksikan langsung dimulainya pembangunan. Wajah-wajah penuh antusiasme terlihat di lokasi. Bagi mereka, batu pertama yang diletakkan di atas pondasi bukan hanya material bangunan, melainkan awal dari sebuah ikhtiar bersama untuk membangun pusat ibadah, pendidikan keagamaan dan kebersamaan masyarakat.
Dewan HM Turun Langsung ke Area Pondasi
Momen peletakan batu pertama berlangsung sederhana, namun sarat makna.
Dewan HM tiba di lokasi dengan sikap hangat dan penuh keakraban. Mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung hingga siku serta celana panjang yang dinaikkan hingga betis, ia tidak sekadar berdiri menyaksikan proses pembangunan dari kejauhan.
Ia turun langsung ke area pondasi. Dengan sigap, Dewan HM mengambil batu pondasi pertama dan menempatkannya di dasar lubang pembangunan. Suasana semakin khidmat ketika doa dan sholawat dipanjatkan bersama.
Ratusan warga yang berada di sekitar lokasi mengikuti prosesi tersebut dengan penuh kekhusyukan. Sejumlah warga duduk dan berjongkok di sekeliling area pondasi sambil mengamini doa yang dipanjatkan.
Suara “amin” menggema bersamaan, menciptakan suasana religius dan penuh harapan.
Momen sederhana itu menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam kegiatan tersebut. Impian yang selama ini hanya tersimpan dalam doa, perlahan mulai mengambil bentuk nyata melalui dimulainya pembangunan.
Dalam suasana penuh semangat, Dewan HM menyampaikan pesan inspiratif kepada masyarakat yang disambut tepuk tangan meriah.
“Hari ini mungkin yang kita letakkan baru satu batu. Namun dengan doa, persatuan dan gotong royong, batu pertama ini insya Allah akan menjadi awal berdirinya tempat yang melahirkan banyak kebaikan. Semoga Sarana Kemasjidan ini dapat membuat masyarakat menjadikan lebih semangat sholat 5 waktu di masjid,” katanya.
Tepuk tangan warga pun pecah menyambut pesan tersebut.
Pengurus Masjid Sampaikan Rasa Syukur
Usai prosesi peletakan batu pertama, perwakilan Pengurus Masjid Al-Muhajirin Dasan Baru menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Dewan HM, atas perhatian serta dukungan terhadap pembangunan sarana kemasjidan jamaah.
Dengan suara yang penuh haru, pengurus menyampaikan bahwa dimulainya pembangunan tersebut merupakan kebahagiaan besar bagi masyarakat yang selama ini menantikan adanya fasilitas yang lebih memadai untuk menunjang aktivitas keagamaan.
“Alhamdulillah, hari ini apa yang selama ini menjadi doa dan harapan masyarakat mulai mendapatkan jalan. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan perhatian Dewan HM kepada masyarakat Dasan Baru. Semoga langkah baik ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.
Ungkapan tersebut disambut tepuk tangan warga. Rasa haru tampak menyelimuti suasana. Bagi masyarakat, dimulainya pembangunan merupakan bukti bahwa harapan panjang tidak selalu berakhir sebagai angan-angan ketika diwujudkan melalui kepedulian dan kerja bersama.
Bukan Sekadar Bangunan, tetapi Pusat Kehidupan Umat
Pembangunan sarana kemasjidan jamaah di Masjid Al-Muhajirin diharapkan memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat pelaksanaan ibadah mahdhah, tetapi juga diharapkan berkembang menjadi pusat berbagai kegiatan keumatan.
Kedepannya, sarana tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan pengajian, pendidikan Al-Qur'an, pembinaan generasi muda, musyawarah masyarakat hingga berbagai aktivitas sosial yang memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, keberadaan masjid juga memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi.
Anak-anak dapat memiliki ruang untuk belajar membaca Al-Qur'an. Para remaja dapat memperoleh pembinaan keagamaan. Sementara masyarakat dapat menjadikan masjid sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Karena itu, batu pertama yang diletakkan pada Rabu pagi tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar dimulainya pembangunan fisik.
Di atas pondasi itu, masyarakat berharap akan tumbuh generasi yang dekat dengan nilai-nilai keagamaan, berakhlak baik dan memiliki semangat membangun kampung halaman.
Kedekatan Wakil Rakyat dan Masyarakat
Kehadiran Dewan HM yang turun langsung ke lokasi pondasi juga memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat.
Tanpa menjaga jarak, ia berbaur dengan warga dan mengikuti langsung prosesi pembangunan. Sikap tersebut menjadi gambaran pentingnya kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya.
Pembangunan, pada akhirnya, tidak hanya berbicara mengenai anggaran atau proyek fisik. Pembangunan juga membutuhkan kehadiran, perhatian dan kemauan untuk mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung.
Di lokasi yang selama ini menghadapi keterbatasan, dimulainya pembangunan sarana kemasjidan menjadi wujud bahwa wilayah yang jauh dari pusat keramaian tetap memiliki harapan untuk berkembang.
Sinergi antara masyarakat, tokoh agama dan unsur pemerintahan menjadi modal penting agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat terus diperjuangkan.
Dewan HM: Semoga Segera Berdiri Kokoh dan Bermanfaat bagi Jamaah
Sebelum meninggalkan lokasi, Dewan HM menyampaikan komitmen dan harapannya agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong hingga pembangunan selesai.
“Insya Allah, beberapa waktu ke depan, kita akan melihat bangunan dan atap sarana masjid ini berdiri kokoh. Semoga sarana masjid ini dapat semakin memotivasi kita untuk mencintai masjid,” ujar Dewan HM.
Harapan tersebut langsung disambut gembira oleh warga.
Masyarakat pun membayangkan saat bangunan tersebut nantinya telah berdiri dan digunakan untuk berbagai kegiatan. Anak-anak dan remaja tampak bercengkerama di sekitar lokasi, sementara masyarakat menyaksikan dimulainya pekerjaan lanjutan pada area pondasi.
Para pekerja lokal pun mulai mempersiapkan tahapan pembangunan berikutnya agar proses pengerjaan dapat segera dilanjutkan.
Semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan yang diharapkan terus terjaga hingga pembangunan selesai.
Harapan Baru dari Dasan Baru
Peletakan batu pertama pembangunan sarana kemasjidan jamaah Masjid Al-Muhajirin menjadi penanda dimulainya babak baru bagi masyarakat Dusun Dasan Baru.
Dari sebuah wilayah yang menghadapi keterbatasan akses, kini muncul harapan besar untuk memiliki fasilitas keagamaan yang lebih layak dan mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan yang bermakna dapat dimulai dari kepedulian terhadap kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Satu batu diletakkan, maka satu pondasi mulai dibangun. Namun di balik batu dan semen tersebut, tersimpan doa ratusan warga yang berharap tempat itu kelak menjadi rumah bagi ibadah, ilmu, persaudaraan dan lahirnya generasi penerus yang lebih baik.
Inspirasi Kolaborasi dan Gotong Royong
Momen di Dusun Dasan Baru menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana ketika kepedulian, komitmen dan gotong royong berjalan dalam satu arah.
Dukungan terhadap pembangunan sarana kemasjidan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, pemerintah dan wakil rakyat, berbagai harapan yang sebelumnya terasa jauh dapat perlahan diwujudkan.
Kini, masyarakat Dusun Dasan Baru menatap masa depan dengan optimisme baru.
Mereka menunggu hari ketika pembangunan rampung, atap berdiri kokoh dan suara azan berkumandang dari Masjid Al-Muhajirin yang semakin mampu menampung serta menggerakkan berbagai aktivitas jamaah.
Batu pertama telah diletakkan. Doa telah dipanjatkan. Gotong royong telah dimulai.
Dan dari Dusun Dasan Baru, sebuah harapan baru kini mulai dibangun. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk keberkahan dan generasi yang akan datang.
Editor :M Amin