Dance Siswa SMAN 1 Pringgabaya Picu Polemik, Kepsek Hasanudin Gercep Beri Klarifikasi
Foto Kepala SMAN 1 Pringgabaya, Hasanudin, S.Pd (Dok. Pringgabaya)
Kepala SMAN 1 Pringgabaya, Hasanudin, S.Pd: "Acara Tersebut Telah Mendapat Izin Ortu. Ketimbang Kegiatan Selebrasi Di Jalan, Trek/Trekan, Coret/ Coretan, Maka Pihak Sekolah Dengan Berat Hati Mengizinkan Mereka Dengan Catatan Menjaga Keamanan, Ketertiban Dan Kondusifitas Acara Tersebut"
Sigap News NTB | Lotim — Sebuah akun media sosial pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 13.00 Wita mengunggah video aksi dance siswa SMAN 1 Pringgabaya dengan narasi yang memancing perhatian publik. Dalam unggahan tersebut, akun itu mempertanyakan maksud dan tujuan kegiatan tersebut serta meminta penjelasan dari pihak sekolah terkait makna syukur usai para siswa menyelesaikan pendidikan.

Unggahan itu sontak memantik beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai kegiatan tersebut tidak pantas dipertontonkan di lingkungan pendidikan, sementara sebagian lainnya memandangnya sebagai bentuk ekspresi kegembiraan siswa dalam momen perpisahan.
Beragam Reaksi Netizen
Sejumlah komentar bernada kritik muncul di kolom tanggapan. Akun Facebook @Pardy menuliskan bahwa kondisi itu merupakan bukti kebebasan siswa setelah lama berada dalam aturan sekolah yang ketat. Ia juga menyebut guru seharusnya turut mengawasi kegiatan tersebut.
Akun FB @Habiburrahman AbuZarna CHt CI menyampaikan bahwa pesan moral religius dari kegiatan itu dinilai hilang dan justru memunculkan kesan hedonisme.
Sementara itu, akun FB @Abu Candra Maulana Sasaki menilai kegiatan tersebut tidak layak dilakukan di institusi pendidikan karena dinilai tidak sesuai dengan ajaran agama dan budi pekerti, terlebih bagi siswa yang masih di bawah umur.
Komentar senada juga datang dari akun FB @Ust Faidul Akbar yang berharap MUI dan tokoh agama menegur kepala sekolah. Menurutnya, kegiatan joget di institusi pendidikan tidak sejalan dengan prinsip pembinaan karakter.
Akun FB @Wilman Skomi menilai kondisi pendidikan saat ini memprihatinkan karena semestinya pendidikan membuat generasi lebih bersyukur dan berilmu, bukan menampilkan ekspresi berlebihan.
Di sisi lain, akun FB @Zarkasyi Hawari memberikan pandangan berbeda. Ia menyebut kegiatan tersebut perlu dilihat dari niat dan momennya, karena menurutnya siswa sedang merayakan kelulusan dengan gembira. Ia juga menilai akan lebih baik bila siswa mengadakan kegiatan di sekolah daripada melakukan konvoi di jalan.
Klarifikasi Kepala SMAN 1 Pringgabaya
Menanggapi polemik yang muncul, Kepala SMAN 1 Pringgabaya, Hasanudin, S.Pd, memberikan klarifikasi saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (16/4/2026) pukul 09.45 Wita.

"Acara tersebut telah mendapat izin ortu, dibuktikan dengan Ortu Siswa turut mengantar & menyaksikan acara tersebut. Kemudian menjemputnya pulang kembali", ungkap Kepsek Hasanudin.
Pernyataan Kepsek ini menunjukkan bahwasanya pelaksanaan acara ini, tetap mendapatkan izin dan pengawasan orang tua. Sehingga, kegiatan berlangsung masih dalam batas norma dan kewajaran.
Didampingi Guru dan Kapolsek
Hasanudin juga menyebut kegiatan itu didampingi oleh guru pendamping serta guru-guru lainnya. Bahkan, Kapolsek setempat ikut hadir menyaksikan acara tersebut karena diundang oleh panitia kelas 3.
“Acara ini didampingi oleh Guru Pendamping dan Bapak/ Ibu Guru lainnya. Bahkan Kapolsek beserta sepuluh orang anggotanya turut hadir menyaksikan acara tersebut, karena diundang oleh Panitia Kelas 3. Kemudian Acara selesai setelah Isya, lalu mereka bubar dengan tertib,” ujarnya.
Sekolah Tak Izinkan Hingga Larut, Tapi Beri Pertimbangan Khusus
Lebih lanjut, Kepsek Hasanudin mengungkapkan bahwa sebenarnya pihak sekolah tidak mengizinkan kegiatan berlangsung sampai Isya. Namun, karena para siswa memohon agar kegiatan dapat dilaksanakan hingga malam, pihak sekolah akhirnya memberi izin dengan catatan seluruh peserta wajib menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusifitas acara.
"Sebenarnya Sekolah tidak mengizinkan kegiatan sampai isya. Akan tetapi karena Para Siswa memohon dan memelas, agar berkegiatan sampai isya. Ketimbang kegiatan selebrasi di jalan, trek/trekan, coret/ coretan, maka Pihak Sekolah dengan berat hati mengizinkan mereka dengan catatan menjaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas acara tersebut", sebut Kepsek SMAN 1 Pringgabaya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga dilaksanakan oleh vendor profesional sejak pagi hingga malam. Rangkaian kegiatan dimulai dari upacara terakhir untuk kelas 3, pengambilan foto oleh vendor, hingga pengambilan video dengan flash light setelah Maghrib.
Potongan Video Disebut sebagai Bonus Vendor
Terkait potongan video dance yang beredar luas di media sosial, Hasanudin menjelaskan bahwa cuplikan tersebut terjadi setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Menurutnya, momen itu merupakan bonus dari pihak vendor yang berlangsung sekitar lima menit sebelum Isya.
Setelah itu, kata dia, para siswa pulang dengan tertib dan dijemput oleh orang tua masing-masing.
Editor :M Amin