DM NW Yasnuhu Pringgabaya Cetak Generasi Qur’ani, 38 Santri Diwisuda dalam Haflah Akhirussanah 2026
Foto Suasana Acara Haflah Akhirussanah & Wisuda Tahfidzul Qur'an dirangkai Tasyakuran Penamatan Santri Tahun Ajaran 2025/2026 di Ponpes DM NW Yasnuhu NW Pringgabaya), pada Sabtu (20/6/2026) (Dok. Pribadi)
Ketua Yayasan DM NW Yasnuhu NW Pringgabaya, TGH. Muh. Husni Mubarok, QH., M.Pd.I: “Jadikan Hafalan, Ilmu, Dan Adab Sebagai Bekal Untuk Mengabdi. Hormati Guru, Muliakan Orang Tua, Dan Jagalah Al-Qur’an Dalam Kehidupan Sehari-Hari”
Sigap News NTB | Lotim — Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga benteng utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Hal itu tergambar kuat dalam Haflah Akhirussanah, Wisuda Tahfidzul Qur’an, dan Tasyakuran Penamatan Santri Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Ponpes Darul Mubarok NW Yasnuhu NW Pringgabaya, Sabtu (20/6/2026).
Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah itu menjadi momentum penting bagi pondok pesantren dalam menegaskan komitmennya melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman.
Puluhan santri dari jenjang SMP IT dan SMK Islam Yasnuhu resmi ditamatkan. Pada saat bersamaan, puluhan santri program takhassus juga diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an setelah melalui uji publik yang disaksikan langsung para tuan guru dan masyarakat.
Penamatan Terakhir, Semangat Pengabdian Tetap Menyala
Ketua Panitia, Muhammad Mahsan, S.Pd.Gr, menyampaikan bahwa penamatan tahun ini memiliki makna emosional tersendiri karena menjadi penamatan terakhir dalam format yang berjalan selama ini. Meski demikian, hal itu tidak sedikit pun mengurangi semangat pengabdian civitas pondok.
“Kegiatan ini merupakan penamatan terakhir. Hal ini tidak menyurutkan tekad kita semua untuk melaksanakan kegiatan ini,” ujar Ketua Panitia.
Ia menjelaskan, sebanyak 31 siswa SMP dan 84 siswa SMK reguler tercatat sebagai peserta akhir, dengan 46 siswa mengikuti prosesi penamatan secara langsung. Sebagian lainnya tidak hadir karena telah bekerja usai menjalani praktik kerja lapangan (PKL).
Fenomena tersebut, menurut Mahsan, justru menjadi indikator bahwa lulusan pondok memiliki daya saing di dunia kerja.
“Alhamdulillah, setelah mereka selesai PKL, mereka langsung ditarik untuk bekerja,” katanya.
Ia menambahkan, pihak pondok tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi alumni yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi karena sejumlah universitas telah menyatakan kesiapan mendukung para lulusan.
Uji Publik Tahfidz Jadi Sorotan
Salah satu momen paling menyita perhatian dalam acara tersebut adalah wisuda tahfidz Al-Qur’an yang diawali dengan uji publik hafalan.
Para santri diuji langsung oleh para tuan guru dan jamaah. Menariknya, para hafidz ini dibina menggunakan metode As-Siraji, metode pembelajaran hafalan yang baru sebulan diterapkan di lingkungan pondok.
Meski relatif baru, hasilnya dinilai menggembirakan. Salah satu santri, Nisda Fitriana asal Kerumut, tampil memukau saat menjawab berbagai pertanyaan hafalan dari penguji dan jamaah.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembelajaran yang tepat mampu mempercepat kualitas hafalan santri.
Orasi Ilmiah: Hafidz Adalah Keluarga Allah
Dalam sesi orasi ilmiah, para hadirin diajak merenungi kemuliaan para penghafal Al-Qur’an. Pesan yang disampaikan oleh Tuan Guru Haji asal Aikmel tersebut menegaskan bahwa, ukuran kemuliaan manusia bukanlah kekayaan material, melainkan kedekatan dengan ilmu dan wahyu.
“Kemuliaan yang sesungguhnya tidak terletak pada harta, melainkan bisa mewariskan ilmu Rasulullah,” ungkapnya.
Orasi tersebut juga menegaskan berbagai keutamaan para hafidz, mulai dari mahkota cahaya bagi orang tua di akhirat hingga syafaat untuk keluarga.
Pesan yang paling menggugah adalah seruan untuk memuliakan para guru.
“Jangan pernah caci maki guru yang mengajarkan anak kita,” tegasnya.
Pernyataan itu disambut antusias jamaah yang memenuhi lokasi acara.
Pemkab Lotim: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Asisten I Setda Lotim H. Ahyan, SH, MH, yang mewakili Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi kemajuan daerah.
“Pendidikan adalah investasi peradaban. Tidak ada peradaban yang maju tanpa pendidikan yang maju,” kata H. Ahyan.
Ia memaparkan data BPS Lombok Timur 2025 yang menunjukkan jumlah angkatan kerja mencapai 796.087 orang, dengan 71,4 persen masih berpendidikan SD.
Angka itu, menurutnya, menjadi alarm sekaligus alasan mengapa lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki peran strategis dalam memutus rantai kemiskinan.
“Keberadaan pondok pesantren merupakan langkah penting menyiapkan SDM kompeten untuk mengatasi kemiskinan,” tegasnya.
Ia berharap para alumni tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Ketua Yayasan: Wisuda Ini Bukan Akhir, Melainkan Awal Perjuangan
Ketua Yayasan DM NW Yasnuhu NW Pringgabaya, TGH. Muh. Husni Mubarok, QH., M.Pd.I, menyampaikan pesan mendalam kepada para wisudawan dan wali santri.
Menurutnya, momentum wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan titik awal perjalanan pengabdian yang lebih besar.
“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan penamatan dan wisuda, tetapi juga lahirnya harapan-harapan baru dari rahim pesantren,” sebut TGH. Husni Mubarok.
Ia menegaskan bahwa setiap santri yang lulus membawa amanah besar untuk menjaga ilmu, adab, dan nilai-nilai Al-Qur’an di mana pun mereka berada.
“Jadikan hafalan, ilmu, dan adab sebagai bekal untuk mengabdi. Hormati guru, muliakan orang tua, dan jagalah Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Tuan Guru yang juga aktif sebagai Anggota DPRD Lotim Dapil 5 Fraksi Gerindra dengan sungguh-sungguh.
TGH Husni juga menekankan bahwa pesantren akan terus menjadi rumah perjuangan dalam mencetak generasi yang cerdas, religius, dan kompetitif.
Membangun Lotim dari Pesantren
Haflah Akhirussanah DM NW Yasnuhu tahun ini bukan sekadar agenda tahunan. Acara ini menghadirkan pesan kuat bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan kualitas manusia.
Dari Pringgabaya, sebuah pesan penting kembali menggema: masa depan Lombok Timur akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.
Dan di tengah derasnya arus zaman, para santri penghafal Al-Qur’an hadir sebagai harapan, bahwa masa depan yang maju tetap bisa berjalan beriringan dengan iman, adab, dan nilai-nilai keislaman.
Editor :M Amin