Tanpa Pembatas Pengaman, Jembatan Perbatasan Pancor–Sekarteja Diduga Sebabkan ODGJ Lansia Terjatuh
Foto Suasana Saat Kapolsek Selong, Iptu Susana Ernawaty Djangu, SH Bersama Anggota & Tenaga Medis Mengevakuasi ODGJ Lansia Yang Jatuh di Jembatan Perbatasan Pancor–Sekarteja, Kecamatan Selong, pada Senin (27/7/2026) (IPTU Lalu Rusmaladi)
Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi: "Apabila Menemukan Seseorang Yang Mengalami Kecelakaan Atau Membutuhkan Pertolongan, Segera Hubungi Pihak Kepolisian Atau Layanan Darurat Terdekat Dan Hindari Memindahkan Korban Tanpa Penanganan Yang Tepat, Agar Tidak Memperparah Kondisi Cederanya. Kepedulian Dan Respons Cepat Masyarakat Sangat Membantu Dalam Menyelamatkan Nyawa"
Sigap News NTB | Lotim — Seorang pria berinisial L.S.H. (58) mengalami kecelakaan setelah diduga tergelincir di jembatan perbatasan Pancor–Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Korban yang diketahui merupakan warga Kelurahan Sukamulia itu langsung dievakuasi oleh personel Polres Lombok Timur menuju IGD RSUD Dr. R. Soedjono Selong untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kondisi jembatan yang tidak memiliki pembatas pengaman. Selain itu, korban juga diketahui memiliki keterbatasan fisik dan gangguan penglihatan yang diduga turut memengaruhi keseimbangannya saat melintas.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi berinisial F. (37), sebelum kejadian korban berjalan kaki dari arah PTC Pancor menuju sebuah bengkel dan menanyakan keberadaan ojek yang dapat mengantarkannya ke Dasan Lekong.
Karena tidak ada ojek yang tersedia di lokasi, saksi berinisiatif mencarikannya ke sekitar kawasan PTC Pancor hingga Pasar Selong. Namun, saat kembali ke bengkel, saksi mendapati sejumlah warga telah berkumpul di sekitar jembatan.
Warga kemudian memberitahukan bahwa korban telah terjatuh di lokasi tersebut. Demi menghindari risiko cedera yang lebih parah, masyarakat memilih tidak memindahkan korban dan segera menghubungi pihak kepolisian.
Korban Memiliki Riwayat Gangguan Kejiwaan
Saksi lainnya, B.H. (60) yang merupakan kerabat korban, menjelaskan bahwa korban tinggal seorang diri di rumahnya.
Menurutnya, korban memiliki riwayat luka bakar pada beberapa bagian tubuh, mengalami gangguan kejiwaan, serta memiliki keterbatasan penglihatan. Kondisi tersebut diduga memengaruhi kemampuan korban dalam beraktivitas sehari-hari.
Polisi Lakukan Evakuasi dan Penanganan Medis
Menerima laporan masyarakat, personel kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Korban kemudian dinaikkan ke ambulans dan dibawa ke IGD RSUD Dr. R. Soedjono Selong guna mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dokter jaga, korban tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak sadar. Korban mengalami luka robek pada bagian belakang kepala, luka lecet pada kedua jari tangan, serta luka lecet pada kaki kanan.
Petugas medis segera memberikan bantuan oksigen dan melakukan penanganan intensif terhadap korban.
Diduga Terpeleset Akibat Kondisi Jembatan
Dari hasil penanganan awal di lokasi, kepolisian menduga korban tergelincir akibat kondisi jembatan yang tidak dilengkapi pembatas pengaman. Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi fisik korban yang memiliki gangguan penglihatan serta keterbatasan gerak akibat riwayat luka bakar.
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih menjalani perawatan di IGD RSUD Dr. R. Soedjono Selong sambil menunggu kedatangan pihak keluarga.
Kasi Humas Polres Lombok Timur Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi fasilitas umum, terutama jembatan atau jalan yang belum dilengkapi sarana keselamatan yang memadai.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi jembatan maupun jalan yang memiliki potensi membahayakan, terlebih bagi lansia, penyandang disabilitas, maupun warga dengan kondisi kesehatan khusus. Apabila menemukan seseorang yang mengalami kecelakaan atau membutuhkan pertolongan, segera hubungi pihak kepolisian atau layanan darurat terdekat dan hindari memindahkan korban tanpa penanganan yang tepat, agar tidak memperparah kondisi cederanya. Kepedulian dan respons cepat masyarakat sangat membantu dalam menyelamatkan nyawa," ujar IPTU Lalu Rusmaladi.
Editor :M Amin