Polsek Keruak Sigap Bubarkan Rombongan Pelajar SMAN 1 Keruak yang Diduga Akan Terlibat Tawuran
Foto Suasana Saat Aparat Polsek Keruak Bergerak Cepat Membubarkan Sekelompok Pelajar SMAN 1 Keruak Yang Diduga Hendak Melakukan Tawuran Di Jalan Raya Jurusan Keruak–Montong Belai, Rabu (3/6/2026) (IPTU Lalu Rusmaladi)
Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi: "Kami Mengimbau Para Pelajar Agar Tidak Menyelesaikan Persoalan Dengan Cara Kekerasan. Sekolah Harus Menjadi Ruang Belajar Dan Pembinaan Karakter, Bukan Tempat Lahirnya Konflik"
Sigap News NTB | Lotim — Aparat Polsek Keruak bergerak cepat membubarkan sekelompok pelajar SMAN 1 Keruak yang diduga hendak melakukan tawuran di luar lingkungan sekolah, Rabu (3/6/2026) pagi. Aksi cepat kepolisian tersebut dinilai berhasil mencegah potensi bentrokan antarpelajar yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penertiban berlangsung di Jalan Raya jurusan Keruak–Montong Belai, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Operasi dipimpin langsung Kapolsek Keruak, IPTU Mudie Lestari, S.H, bersama personel Polsek Keruak setelah menerima laporan warga melalui layanan darurat calling 110.
Berawal dari Laporan Warga
Informasi mengenai dugaan tawuran diterima polisi sekitar pukul 10.00 Wita. Warga melaporkan adanya kelompok pelajar yang berkumpul dan diduga akan terlibat bentrokan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan langkah pencegahan sebelum situasi berkembang menjadi keributan terbuka.
Setibanya di lokasi, petugas segera membubarkan para pelajar dan mengarahkan mereka kembali ke rumah masing-masing guna menghindari kemungkinan terjadinya aksi kekerasan maupun gangguan ketertiban umum.
Polisi Kedepankan Langkah Preventif
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya insiden lanjutan. Tindakan cepat aparat kepolisian disebut berhasil meredam situasi sejak dini sehingga potensi konflik antarpelajar dapat dicegah.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menegaskan bahwa kepolisian akan terus mengedepankan langkah preventif dalam menangani potensi gangguan kamtibmas, termasuk yang melibatkan kalangan pelajar.
Menurutnya, pengawasan dari keluarga dan pihak sekolah menjadi faktor penting untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam tindakan negatif maupun aksi kekerasan.
“Respons cepat yang dilakukan jajaran Polsek Keruak merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami mengimbau para pelajar agar tidak menyelesaikan persoalan dengan cara kekerasan. Sekolah harus menjadi ruang belajar dan pembinaan karakter, bukan tempat lahirnya konflik,” tegas IPTU Lalu Rusmaladi.
Polisi Ajak Masyarakat Aktif Melapor
Selain itu, pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan kepolisian terdekat maupun calling 110 agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan bersama terhadap aktivitas pelajar di luar jam sekolah. Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah potensi gesekan antarpelajar serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah Lombok Timur.
Editor :M Amin