Inovatif: Bhayangkari Lombok Utara Panen 750 Liter Eco Enzym, Dukungan Nyata untuk Ketahanan Pangan
Foto Suasana Saat Ketua Bhayangkari Lotara, Ny. Heny Agus Purwanta Memimpin Pemanenan 750 Liter Eco Enzym di Gedung Aula Sarja Arya Racana Polres Lombok Utara, pada Sabtu (21/2/2026) (Humas Polres Lombok Utara)
Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta: “Eco Enzym Ini Dapat Dimanfaatkan Sebagai Pupuk Organik Cair, Pestisida Alami, Hingga Pengurai Limbah. Kami Berharap Manfaatnya Benar-Benar Dirasakan Masyarakat, Khususnya Kelompok Tani”
Sigap News NTB | Lotim — Bhayangkari Cabang Lombok Utara memanen 750 liter eco enzym konsentrat hasil fermentasi limbah organik yang diproduksi selama tiga bulan terakhir. Jika diencerkan sesuai takaran, volume tersebut setara dengan 750.000 liter bahan pupuk organik cair yang siap dimanfaatkan petani. Kegiatan panen berlangsung pada Sabtu (21/2/2026) dengan penuh antusiame dan optimisme, akan suksesnya program Ketahanan Pangan di Kabupaten Lombok Utara, melalui sinergi bersama kepolisian.
Lokasi & Pelaksana
Panen digelar di Gedung Aula Sarja Arya Racana Polres Lombok Utara dan dipimpin langsung oleh Ny. Heny Agus Purwanta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengolahan Limbah Organik yang diinisiasi pengurus pusat Bhayangkari.
Produksi & Arti Angka
Sebanyak 150 anggota Bhayangkari di Lombok Utara berhasil memproduksi 750 biang eco enzym. Setelah difermentasi selama tiga bulan, biang-biang itu berkembang menjadi 750 liter konsentrat, yang bila diencerkan menjadi sekitar 750 ribu liter pupuk organik cair. Angka ini menegaskan potensi skala rumah tangga bila dikolaborasikan secara kolektif.
Ny. Heny Agus Purwanta: Tujuan dan Harapan
Ny. Heny Agus Purwanta menjelaskan bahwa gerakan ini tidak sekadar mengatasi limbah rumah tangga, tetapi juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pertanian yang lebih ramah lingkungan. Ia menegaskan:
“Eco enzym ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, pestisida alami, hingga pengurai limbah. Kami berharap manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya kelompok tani,” katanya.
Ia menambahkan bahwa program ini didesain sebagai gerakan berkelanjutan berbasis keluarga dan komunitas, sehingga memberi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara simultan.
Distribusi & Sinergi Lokal
Sebagian hasil panen akan didistribusikan kepada kelompok tani di tiap desa melalui program Gowes Kamtibmas. Penyebaran lewat kanal komunitas ini diharapkan memastikan akses cepat dan tepat sasaran. Sehingga petani dapat segera merasakan manfaatnya dalam meningkatkan kesuburan tanah dan menekan biaya produksi.
AKBP Agus Purwanta, S.I.K: Peran Kepolisian dalam Pemberdayaan
Keterlibatan pihak kepolisian lewat program Gowes Kamtibmas memperkuat konektivitas antara inisiatif organisasi sosial dan kelompok tani. Model kolaborasi ini tidak hanya memudahkan distribusi, tetapi juga memperkuat aspek keamanan dan koordinasi lapangan.
Dukungan terhadap Kebijakan Nasional
Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan ketahanan pangan nasional yang mendorong praktik pertanian ramah lingkungan dan kemandirian pangan. Dukungan lokal seperti produksi eco enzym skala komunitas dianggap sebagai langkah konkret yang melengkapi kebijakan tingkat pusat untuk mencapai swasembada dan stabilitas pasokan pangan.
Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
Program eco enzym Bhayangkari Lombok Utara menargetkan manfaat ganda:
- Sosial: meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah dan memperkuat kemandirian keluarga;
- Ekonomi: menekan biaya input pertanian dan membuka peluang usaha pengolahan organik;
- Lingkungan: mengurangi sampah organik dan penggunaan pupuk kimia yang merusak tanah.
Penutup: Gerakan Kecil, Dampak Besar
Panen 750 liter eco enzym oleh Bhayangkari Cabang Lombok Utara menunjukkan bahwa solusi sederhana berbasis rumah tangga dapat direplikasi dan memberi manfaat luas. Ketika keluarga berperan sebagai agen perubahan, maka mengubah limbah menjadi sumber produktif untuk ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan bisa dibangun dari akar rumput.
Editor :M Amin