BAZNAS Lotim Salurkan 38 Kursi Roda & 2 Tongkat, Hadirkan Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas
Foto Suasana Saat Waka I Baznas Lotim, H. Murjoko Menyalurkan Bantuan Kursi Roda Kepada Mustahik, Rabu, 14/10/2026 (Humas Baznas Lotim)
Wakil Ketua I BAZNAS Lotim, H. Murjoko: “Bantuan Kursi Roda Dan Tongkat Ini Adalah Amanah Dari Para Muzakki, Para Dermawan Yang Telah Menitipkan Zakat, Infak, Dan Sedekahnya Melalui BAZNAS. Ini Adalah Harta Umat Yang Wajib Kami Salurkan Kepada Yang Berhak”
Sigap News NTB | Lombok Timur — Kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya bantuan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Semangat itulah yang kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur melalui penyaluran 38 unit kursi roda dan dua buah tongkat bagi penyandang disabilitas serta masyarakat yang mengalami keterbatasan mobilitas.
Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, Selong, Rabu (14/10/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Lotim menghadirkan manfaat nyata dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus membantu para mustahik menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mandiri.
Bantuan tersebut bukan sekadar alat bantu mobilitas. Bagi penerimanya, kursi roda dan tongkat menjadi sarana untuk kembali beraktivitas, memperluas interaksi sosial, serta membuka kesempatan menjalani kehidupan yang lebih bermartabat.
38 Kursi Roda dan 2 Tongkat untuk Masyarakat yang Membutuhkan
Kegiatan pendistribusian bantuan dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Lotim, H. Murjoko; Wakil Ketua IV, Dr. Asbullah Muslim; Kepala Bagian Pendistribusian, Muh. Munir Fauzi, M.Pd.; serta seluruh staf Bidang Pendistribusian dan para mustahik penerima manfaat.
Suasana haru dan bahagia mewarnai penyerahan bantuan. Bagi warga yang selama ini mengalami keterbatasan fisik, tersedianya alat bantu mobilitas diharapkan dapat meringankan kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sebanyak 38 kursi roda dan dua tongkat disalurkan kepada penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi dan asesmen oleh tim BAZNAS Lotim.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pendistribusian bantuan tidak hanya berorientasi pada penyerahan barang, tetapi juga pada upaya memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Murjoko: Bantuan Ini Amanah dari Para Muzakki
Wakil Ketua I BAZNAS Lotim, H. Murjoko, menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para muzakki dan dermawan yang telah mempercayakan zakat, infak, serta sedekahnya melalui BAZNAS.
Menurutnya, dana yang dihimpun merupakan harta umat yang harus dikelola dan disalurkan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya.
“Bantuan kursi roda dan tongkat ini adalah amanah dari para muzakki, para dermawan yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Ini adalah harta umat yang wajib kami salurkan kepada yang berhak,” ujar H. Murjoko.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS menjalankan peran sebagai perantara dalam menyalurkan amanah masyarakat kepada para mustahik.
“Kami tidak memiliki apa-apa, kami hanya perantara untuk menyampaikan amanah tersebut,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui penyaluran dana ZIS yang tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Bukan Sekadar Alat Bantu, tetapi Jalan Menuju Kemandirian
Murjoko menjelaskan bahwa bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Lotim di bidang kemanusiaan dan kesehatan.
Melalui program tersebut, BAZNAS berharap para penerima manfaat dapat memiliki ruang gerak yang lebih luas, baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
“Dengan kursi roda ini, kami berharap para penerima bisa lebih mandiri, bisa kembali beraktivitas, bisa ke masjid, bisa bersilaturahmi, dan tidak lagi merasa terkurung di rumah,” ungkapnya.
Ia juga berharap bantuan tersebut dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan kembali optimisme para penerima manfaat dan keluarga mereka.
“Semoga bantuan kecil ini bisa mengembalikan senyum dan harapan mereka,” tambah H. Murjoko.
Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa aksesibilitas dan dukungan bagi penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang lebih peduli dan inklusif.
Penerima Berasal dari Berbagai Kecamatan di Lombok Timur
Kepala Bagian Pendistribusian BAZNAS Lotim, Muh. Munir Fauzi, M.Pd., menjelaskan bahwa penerima bantuan berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lombok Timur.
Sebelum bantuan disalurkan, tim BAZNAS terlebih dahulu melakukan verifikasi dan asesmen untuk mengidentifikasi calon penerima yang membutuhkan alat bantu mobilitas.
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketepatan sasaran pendistribusian, sehingga bantuan dapat diberikan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Munir berharap bantuan yang diterima tidak hanya memberikan kemudahan secara fisik, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para mustahik untuk terus menjalani kehidupan dengan optimisme.
Dengan adanya alat bantu tersebut, para penerima diharapkan dapat menjalankan aktivitas sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing, dengan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar.
Tangis Haru Penerima, Bukti Besarnya Arti Sebuah Kepedulian
Momen penyerahan bantuan menjadi bagian paling menyentuh dalam kegiatan tersebut. Salah satu penerima manfaat tak kuasa menahan tangis haru ketika menerima kursi roda.
Bantuan itu memiliki arti yang sangat besar bagi warga yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan bergerak, bahkan harus terbaring atau digendong ketika hendak melakukan aktivitas tertentu.
Kehadiran kursi roda diharapkan dapat mengurangi ketergantungan dalam mobilitas sehari-hari dan memberi kesempatan bagi penerima untuk lebih aktif berinteraksi dengan keluarga maupun masyarakat.
Di balik setiap kursi roda dan tongkat yang disalurkan, terdapat harapan agar keterbatasan mobilitas tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk tetap menjalani kehidupan sosial secara bermakna.
Bantuan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap penyandang disabilitas perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar ungkapan simpati.
BAZNAS Lotim Perkuat Komitmen Mewujudkan Masyarakat Inklusif
Melalui program pendistribusian ini, BAZNAS Kabupaten Lombok Timur terus berkomitmen memastikan dana ZIS yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Penyaluran 38 kursi roda dan dua tongkat tersebut menjadi salah satu wujud pemanfaatan dana umat untuk membantu meringankan beban mustahik, meningkatkan kemandirian, serta menjaga harkat dan martabat penerima manfaat.
Lebih dari itu, program ini membawa pesan bahwa kesejahteraan masyarakat perlu dibangun dengan memperhatikan kebutuhan semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas dan warga dengan keterbatasan mobilitas.
Ketika dana zakat, infak, dan sedekah disalurkan secara tepat sasaran, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima secara langsung, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Dari Selong, kepedulian itu diwujudkan melalui bantuan yang sederhana dalam bentuk, tetapi besar maknanya bagi mereka yang membutuhkan. Sebuah langkah kemanusiaan untuk menghadirkan lebih banyak kemandirian, harapan, dan kesempatan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Editor :M Amin