Kebakaran 40 Hektare di TNGR Sembalun, Kapolres Lombok Timur Turun Tangan Padamkan Api
Foto Suasana Saat Kapolres AKBP Ariakta Gagah Nugraha Memimpin Tim Gabungan Dalam Memadamkan Kebakaran di TNGR, Jumat (7/8/2026) (Kasi Iptu Lalu Rusmaladi)
Kapolsek IPTU Lalu Subadri Bersama 6 Personel, Koramil 1615/10 Sembalun, Enam Petugas TNGR, 4 Personel Damkarmat Sembalun, 7 Personel Manggala Agni, 7 Warga Masyarakat, Serta 4 Siswa PKL SKMA
Sigap News NTB | Lombok Timur — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Resort Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (7/8/2026) sore.
Tim gabungan dari unsur Polri, TNI, TNGR, Manggala Agni, Damkarmat, masyarakat hingga siswa SKMA bergerak cepat melakukan pemadaman. Penanganan berlangsung hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari.
Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H, bahkan turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan maksimal.
Berawal dari Laporan Masyarakat
Kebakaran pertama kali diketahui setelah petugas TNGR menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya titik panas (hot spot) di sekitar batas kawasan Maletan, TNGR Resort Sembalun, pada Jumat sekitar pukul 16.48 Wita.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Sembalun langsung berkoordinasi dengan Koramil 1615/10 Sembalun dan petugas TNGR untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal.
Sekitar pukul 18.30 Wita, tim gabungan melaksanakan ground check dan menemukan tiga titik api yang masih aktif.
Tim kemudian menyiapkan sejumlah peralatan pemadaman, antara lain jet shooter (pompa punggung), racun api, parang, serta peralatan pendukung lainnya.
Dalam proses penanganan, api masih terpantau meluas ke sejumlah areal sehingga pemadaman dan pemantauan terus dilakukan secara intensif.
Libatkan Tim Gabungan
Penanganan Karhutla melibatkan berbagai unsur. Tim tersebut terdiri atas Kapolres AKBP Ariakta Gagah Nugraha, Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri bersama 6 personel, 1 personel Koramil 1615/10 Sembalun, enam petugas TNGR, 4 personel Damkarmat Sembalun, 7 personel Manggala Agni, 7 warga masyarakat, serta 4 siswa PKL SKMA.
Untuk memperluas jangkauan pemantauan, tim juga menggunakan drone.
Sekitar pukul 20.30 Wita, hasil pemantauan udara kembali menemukan dua titik api. Kapolres Lombok Timur kemudian turun langsung ke lokasi sekitar pukul 21.45 Wita untuk memantau perkembangan sekaligus memastikan seluruh upaya pemadaman dilakukan secara optimal.
Pemadaman Berlanjut hingga Dini Hari
Hingga pukul 23.00 Wita, personel Polsek Sembalun bersama Damkarmat Sembalun masih bersiaga di lokasi sambil menunggu tambahan peralatan pemadaman.
Memasuki Sabtu dini hari, tepat pukul 00.01 Wita, Kapolres Lombok Timur bersama tim pengendalian Karhutla kembali melakukan pemadaman terhadap sejumlah titik api yang masih menyala.
Pemadaman dilakukan menggunakan jet shooter dan peralatan yang tersedia di lapangan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 01.50 Wita, sejumlah titik api berhasil dipadamkan.
Tim Manggala Agni kemudian melakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada lagi api yang masih menyala maupun potensi munculnya kembali titik api.
Kapolres Pimpin Apel Konsolidasi
Sekitar pukul 02.30 Wita, dilaksanakan apel konsolidasi yang dipimpin langsung Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lotim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bekerja sama dan memberikan upaya maksimal dalam penanganan Karhutla.
Kapolres AKBP Ariakta juga menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, khususnya di kawasan TNGR, sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kembali kebakaran.
Menurutnya, kekompakan dan sinergitas seluruh unsur di lapangan menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan serta mencegah kebakaran meluas.
Diperkirakan 40 Hektare Terbakar
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 40 hektare.
Vegetasi yang terbakar didominasi semak, perdu dan liana.
Seluruh rangkaian kegiatan pengendalian dan pemadaman Karhutla selesai sekitar pukul 03.15 Wita. Api dinyatakan berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Meski demikian, upaya penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Manggala Agni dijadwalkan melaksanakan mopping up pada Sabtu (8/8/2026) mulai pukul 08.00 Wita untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan mencegah terjadinya penyalaan kembali.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Polisi tidak menutup kemungkinan kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia.
Koordinasi antara Polsek Sembalun, TNGR, TNI, Manggala Agni, Damkarmat dan unsur terkait lainnya akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan kawasan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya Karhutla susulan.
Polres Lombok Timur juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama selama musim kemarau.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
Editor :M Amin