Stafsus Pariwisata Lotim Ingatkan Pengelola Parkir Pusuk Sembalun, Wajib Gunakan Karcis Resmi!
Foto Suasana Sinergi antara Staf Khusus Bidang Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Roji dengan Pengelola Tukang Parkir Pusuk Sembalun pada Selasa (30/12/2025) (Dok. Pribadi)
Staf Khusus Pariwisata Lotim, Ahmad Roji: "Teman-Teman Yang Diberikan Mandat Pengelolaan Parkir Di Pusuk Sembalun Harus Bertanggung Jawab Penuh. Kami Akan Lakukan Evaluasi. Begitupun Lokasi Wisata Lainnya Yang Dikelola Daerah"
Sigap News NTB | Lotim — Staf Khusus Bidang Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Roji, menegaskan pentingnya penggunaan karcis parkir resmi di seluruh kawasan wisata yang dikelola daerah, khususnya di Pusuk Sembalun, sebagai langkah strategis memaksimalkan retribusi daerah sekaligus memastikan transparansi pengelolaan wisata.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Ahmad Roji saat diwawancarai Sigap News NTB, Rabu (31/12/2025). Ia menilai praktik parkir tanpa identitas dan tanpa karcis resmi berpotensi besar menimbulkan kebocoran pendapatan daerah.
Parkir Tanpa Karcis Resmi, Masyarakat Boleh Protes
Ahmad Roji menekankan bahwa masyarakat dan wisatawan berhak memprotes apabila menemukan pengelolaan parkir yang tidak memiliki identitas maupun karcis resmi.
“Parkir-parkir yang tidak punya identitas dan karcis, maka boleh diprotes oleh masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan karcis bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting dalam sistem tata kelola pariwisata daerah.
Dua Fungsi Utama Karcis Parkir: Retribusi dan Data Kunjungan
Lebih lanjut, Ahmad Roji menjelaskan bahwa karcis parkir memiliki dua fungsi utama yang sangat strategis bagi daerah.
Pertama, karcis menjadi alat penarikan retribusi daerah yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, karcis berfungsi sebagai rekam data jumlah kunjungan wisatawan, yang sangat dibutuhkan oleh Dinas Pariwisata dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pengembangan destinasi wisata.
“Pertama, karcis itu untuk retribusi daerah. Kedua, akan ada record jumlah pengunjung bagi Dinas Pariwisata Lotim, yang sangat penting untuk rujukan kebijakan,” ujarnya.
Pengelola Parkir Pusuk Sembalun Akan Dievaluasi
Ahmad Roji menegaskan bahwa para pengelola parkir di kawasan Pusuk Sembalun yang telah diberikan mandat oleh Dinas Pariwisata Lombok Timur wajib bertanggung jawab penuh atas tugas pengelolaan tersebut.
Ia memastikan bahwa evaluasi akan dilakukan, tidak hanya di Pusuk Sembalun, tetapi juga di seluruh lokasi wisata lain yang dikelola oleh pemerintah daerah.
“Teman-teman yang diberikan mandat pengelolaan parkir di Pusuk Sembalun harus bertanggung jawab penuh. Kami akan lakukan evaluasi. Begitupun lokasi wisata lainnya yang dikelola daerah,” tegasnya.
Wajib Hukumnya Pengelola Wisata Memberikan Karcis Parkir
Dalam pernyataannya, Ahmad Roji menegaskan bahwa pemberian karcis parkir merupakan kewajiban mutlak bagi setiap pengelola wisata yang berada di bawah kewenangan daerah.
Ia menilai praktik parkir tanpa karcis sebagai salah satu sumber kebocoran retribusi daerah yang harus segera dihentikan.
“Wajib hukumnya pengelola wisata memberikan karcis parkir. Karena inilah salah satu potensi kebocoran bagi retribusi daerah,” katanya.
Bagi pihak-pihak yang telah mengantongi SK pengelolaan kawasan wisata, Ahmad Roji menekankan bahwa kinerja yang baik adalah keharusan, bukan pilihan.
“Kami akan tegas dalam hal ini, karena merugikan daerah,” imbuhnya.
Kunjungan Wisatawan Meningkat di Zona Hijau dan Biru
Selain menyoroti pengelolaan parkir, Ahmad Roji juga memaparkan laporan kunjungan wisatawan di Lombok Timur yang menunjukkan tren positif.
Ia menyebutkan bahwa terjadi peningkatan kunjungan signifikan, terutama di kawasan green zone dan blue zone.
“Saya juga memberikan report kunjungan wisatawan, ada peningkatan terutama di green zona dan blue zona,” ungkapnya.
Hotel di Sembalun dan Tet Batu Penuh, Meski Harga Naik
Dalam sepekan terakhir, Ahmad Roji mengaku telah melakukan uji petik langsung ke sejumlah hotel di kawasan Sembalun dan Tete Batu. Hasilnya menunjukkan tingkat hunian yang sangat tinggi.
“Hotel-hotel di Sembalun dan Tete Batu, hotel mahal saja sudah full terisi, walau di tengah lonjakan harga yang signifikan,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa daya tarik wisata Lombok Timur tetap kuat di mata wisatawan menjelang tahun baru 2026, meskipun terjadi kenaikan harga akomodasi.
Kawasan Pesisir Menurun, Cuaca Jadi Faktor Utama
Meski secara umum sektor pariwisata Lombok Timur menunjukkan tren positif, Ahmad Roji mengakui bahwa kawasan pesisir mengalami penurunan kunjungan.
Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca hujan dan angin yang sedang berlangsung dan dinilai kurang mendukung aktivitas wisata bahari.
“Yang akan kurang saat ini yaitu di daerah pesisir, mengingat kondisi cuaca hujan dan angin,” ujarnya.
Cuaca Lombok Timur Relatif Aman untuk Dikunjungi
Meski terdapat hujan dan angin di beberapa wilayah, Ahmad Roji memastikan bahwa secara umum kondisi cuaca di Lombok Timur masih aman dan terkendali untuk kegiatan wisata.
“Secara umum kondisi cuaca di Lombok Timur aman terkendali untuk dikunjungi, dengan kondisi curah hujan yang relatif stabil,” tutupnya.
Editor :M Amin