BGN Aktifkan 480 SPPG: 16 SPPG 3T NTB Siap Beroperasi, Ada Lotim Juga & Ini Pesan Ka. Satgas MBG NTB
Foto Ka. Satgas MBG NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si; Foto SPPG Lotim (Dok. Istimewa)
Ka. Satgas MBG NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si: “Kita Patut Bersyukur Hari Ini Peresmian Dimulainya Operasional 16 SPPG 3T Untuk Wilayah Nusa Tenggara Barat. Dalam Sambutannya Kepala BGN Juga Menyampaikan 3T Lainnya Akan Dibuka Untuk Operasional Secara Bertahap. Kita Juga Berharap SPPG Aglomerasi Yang Sudah 100% Juga Dibuka Guna Memberikan Kepastian Kepada Seluruh Mitra. Karena Investasi Yang Dikeluarkan Oleh Para Mitra Cukup Besar”
Sigap News NTB | NTB — BGN resmi mengaktifkan 480 SPPG/ Dapur MBG secara serentak di 16 provinsi pada Jumat (2/10/2026).
Aktivasi tersebut menjadi bagian dari perluasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan prioritas diberikan kepada wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta daerah yang memiliki prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.
Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sejumlah SPPG yang masuk dalam kategori wilayah 3T mulai mendapatkan kepastian untuk beroperasi. Berdasarkan keterangan Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis Provinsi Nusa Tenggara Barat (Ka. Satgas MBG NTB), Dr. H. Fathul Gani, M.Si, terdapat SPPG 3T yang diaktifkan di sejumlah kabupaten/kota di NTB.
480 Dapur SPPG Masuk Tahap Aktivasi
Sebelumnya, pada Rabu (30/9/2026), Kepala BGN RI, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA, mengumumkan bahwa sebanyak 480 dapur SPPG siap memasuki tahap aktivasi.
Melalui unggahan di media sosial, Sudaryono menjelaskan bahwa ratusan dapur tersebut tersebar di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota wilayah Timur Indonesia.
“480 dapur SPPG di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota wilayah Timur dijadwalkan masuk tahap aktivasi pada 2 Oktober 2026 yakni: Provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Induk atau Papua, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur,” tulis Sudaryono.
Menurutnya, proses penentuan dapur yang diaktifkan dilakukan secara sistematis. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pihak tertentu yang memiliki kewenangan menjadi perantara dalam proses aktivasi SPPG.
“Penentuan dapur yang dibuka dilakukan berdasarkan secara sistematis. Tidak ada pihak, asosiasi, atau pribadi yang diberi kewenangan menjadi perantara aktivasi. Jangan percaya orang yang mengaku bisa mengaktifkan SPPG atas nama BGN,” tegasnya.
Aktivasi Diprioritaskan untuk Wilayah 3T
Dua hari setelah pengumuman tersebut, tepatnya Jumat (2/10/2026), BGN merealisasikan aktivasi 480 SPPG secara serentak.
Langkah tersebut secara khusus diarahkan untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat, terutama di wilayah yang menghadapi tantangan geografis maupun persoalan prevalensi stunting.
Wilayah 3T menjadi salah satu prioritas dalam aktivasi tersebut. Selain itu, daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi juga menjadi sasaran penting dalam perluasan operasional SPPG.
Kebijakan ini membuat daerah-daerah yang sebelumnya memiliki tantangan akses pelayanan gizi memperoleh tambahan titik pelayanan melalui SPPG.
NTB Dapat Tambahan SPPG 3T
Di NTB, aktivasi SPPG 3T tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Bima, Kota Bima, Lombok Barat, Lombok Timur hingga Lombok Utara.
Berdasarkan data yang disampaikan Ka. Satgas MBG NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, daftar SPPG yang masuk dalam aktivasi tersebut antara lain:
- Kabupaten Bima
1. SPPG BIMA AMBALAWI KOLE 2
2. SPPG BIMA AMBALAWI RITE 2
3. SPPG BIMA LAMBU HIDIRASA 2
4. SPPG BIMA LAMBU LAMBU 2
5. SPPG BIMA LAMBU MANGGE 2
6. SPPG BIMA LAMBU NGGELU 2
7. SPPG BIMA LAMBU SUMI 4
8.SPPG BIMA SAPE BAJO PULO 2
9. SPPG BIMA WOJA RIWO 2
- Kota Bima
SPPG KOTA BIMA RASANAE TIMUR NUNGGA 2
- Lombok Barat
1. SPPG LOMBOK BARAT BATU LAYAR PUSUK LESTARI 2
2. SPPG LOMBOK BARAT BATU LAYAR SENGGIGI 2
- Lombok Timur
SPPG LOMBOK TIMUR SAMBELIA PADAK GUAR 2
- Lombok Utara
1. SPPG LOMBOK UTARA PEMENANG GILI INDAH 3
2. SPPG LOMBOK UTARA PEMENANG GILI INDAH 4
3. SPPG LOMBOK UTARA TANJUNG SAMA GUNA 3
Fathul Gani: Patut Disyukuri, Operasional Mulai Berjalan
Ka. Satgas MBG NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, menyambut aktivasi SPPG tersebut sebagai momentum penting bagi perluasan pelayanan program MBG di NTB.
Ia menyampaikan bahwa dimulainya operasional SPPG 3T merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Terlebih, wilayah 3T memiliki tantangan tersendiri dalam pemenuhan akses pelayanan dasar masyarakat.
“Kita patut bersyukur hari ini Peresmian dimulainya operasional 16 SPPG 3T untuk wilayah Nusa Tenggara Barat. Dalam sambutannya Kepala BGN juga menyampaikan 3T lainnya akan dibuka untuk operasional secara bertahap,” kata Fathul Gani.
Menurutnya, pembukaan SPPG 3T tidak berhenti pada tahap aktivasi saat ini. Masih terdapat SPPG 3T lainnya yang diharapkan dapat menyusul dan dibuka secara bertahap.
Harapan untuk SPPG Aglomerasi
Selain perluasan ke wilayah 3T, Fathul Gani juga menyoroti keberadaan SPPG Aglomerasi yang telah mencapai kesiapan 100 persen.
Ia berharap SPPG yang telah sepenuhnya siap tersebut juga segera mendapatkan kepastian untuk dibuka dan beroperasi.
“Kita juga berharap SPPG Aglomerasi yang sudah 100% juga dibuka guna memberikan kepastian kepada seluruh Mitra...karena investasi yang dikeluarkan oleh para Mitra cukup besar,” ujarnya.
Harapan tersebut berkaitan dengan kepastian operasional bagi para mitra yang telah mengeluarkan investasi untuk mendukung penyediaan fasilitas SPPG.
Dengan demikian, aktivasi tidak hanya menjadi momentum perluasan pelayanan MBG kepada masyarakat, tetapi juga memberikan kepastian terhadap fasilitas dan mitra yang telah mempersiapkan dukungan operasional.
Dari Bima hingga Lombok Utara, Perluasan MBG Terus Bergerak
Aktivasi SPPG 3T di NTB menunjukkan bahwa perluasan pelayanan MBG mulai menjangkau wilayah dengan karakteristik geografis yang beragam.
Kabupaten Bima menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik SPPG 3T yang terbanyak dalam daftar aktivasi, disusul Lombok Utara, Lombok Barat, Kota Bima dan Lombok Timur.
Kehadiran SPPG di wilayah tersebut diharapkan memperkuat akses masyarakat terhadap pemenuhan gizi melalui program MBG, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas pelayanan hingga kawasan yang masuk kategori prioritas.
Secara nasional, aktivasi 480 SPPG di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota wilayah Timur pada 2 Oktober 2026 menjadi salah satu tahapan dalam perluasan cakupan program tersebut.
Sementara di NTB, pembukaan SPPG 3T menjadi langkah awal yang diharapkan terus berlanjut dengan aktivasi titik-titik lainnya secara bertahap.
Dengan semakin luasnya jangkauan SPPG, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan dapur dapat beroperasi, tetapi juga menjaga keberlanjutan pelayanan, kualitas makanan, pemenuhan standar operasional serta kepastian bagi seluruh mitra yang telah mendukung program tersebut.
Editor :M Amin