Kolaborasi Bersama UNRAM, Sekda Lotim Optimis Akan Peningkatan Hasil Budidaya Rumput Laut Ekas
Foto Suasana Kegiatan Dies Natalis ke-59 Fakultas Pertanian UNRAM di Desa Ekas Buana - Lotim, yang Dihadiri oleh Sekda Dr. Drs. H. Muhammad Juaini Taofik, M.A.P, pada Sabtu (17/1/2026) (PKP Lotim)
Sekda Lotim, Dr. Drs. H. Muhammad Juaini Taofik, M.A.P: "Jika Nantinya Dibangun Laboratorium Rumput Laut, Saya Optimis Produktivitas Masyarakat Ekas Akan Meningkat Pesat, Berkat Bibit Unggul Dan Tata Kelola Yang Lebih Baik"
Sigap News NTB | Lotim — Rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam rangka Dies Natalis ke-59 Fakultas Pertanian Universitas Mataram (UNRAM) berlangsung di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru. Mengusung tema “Momentum Pengabdian Nyata untuk Meningkatkan Kesehatan, Kemandirian Masyarakat, dan Gerakan Penghijauan”, kegiatan ini menjadi wujud konkrit kolaborasi akademisi dan pemda, untuk memperkuat sektor maritim dan pertanian di wilayah selatan Lombok Timur, pada Sabtu (17/1/2026).
Tema dan Lokasi: Pengabdian yang Menyentuh Daerah Pesisir

(PKP Lotim)
Kegiatan Dies Natalis Fakultas Pertanian UNRAM dipusatkan di Desa Ekas Buana. Desa ini merupakan salah satu desa pesisir di Jerowaru yang menjadi lokasi percontohan intervensi akademik bagi pengembangan rumput laut, peningkatan kesehatan masyarakat, dan gerakan penghijauan. Kegiatan ini menegaskan komitmen institusi pendidikan tinggi untuk menerjemahkan penelitian dan sumber daya menjadi program yang langsung dirasakan masyarakat.
Apresiasi Sekda dan Keterkaitan dengan Visi SMART
Sekda Lotim, Dr. Drs. H. Muhammad Juaini Taofik, M.A.P, hadir dan menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNRAM beserta jajaran Fakultas Pertanian atas dedikasi sumber daya akademik yang kembali didarmabaktikan untuk kemajuan daerah. Menurut Sekda Lotim, inisiatif ini selaras dengan visi pemerintahan SMART yang diusung Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si dan Wabup Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM, khususnya pada upaya pemenuhan kebutuhan pokok dan pengentasan kesenjangan.
"Kami berterima kasih, karena Universitas Mataram kembali mendarmabaktikan sumber dayanya untuk kemajuan Lombok Timur. Karena ada 38 desa pinggir pantai kami sepanjang pantai ini, kalau kita lihat dari IPM-nya, ya dari sub PDRB-nya memang masih senjang, Pak," ujar Sekda Lotim dengan sungguh-sungguh.
Tantangan dan Peluang di Ekas Buana: IPM dan Kesenjangan Ekonomi
Sekda Lotim menegaskan bahwa sepanjang pantai desa Jerowaru, khususnya Ekas, masih menghadapi tantangan signifikan terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kesenjangan ekonomi. Permasalahan ini menjadi alasan kuat hadirnya program pengabdian yang fokus pada peningkatan produktivitas dan pengurangan beban hidup masyarakat.
Rencana Konkret: Laboratorium Rumput Laut dan Klinik Kesehatan Internasional
Dalam paparan yang disampaikan, Sekda Lotim menjelaskan dua prioritas intervensi yang diharapkan mempercepat perubahan ekonomi dan sosial di Ekas Buana:
1. Laboratorium Rumput Laut
Sekda Lotim optimis bahwa pembangunan laboratorium rumput laut akan mendorong kenaikan produktivitas masyarakat. Dengan bibit unggul dan tata kelola yang lebih baik, potensi peningkatan hasil budidaya rumput laut dianggap sangat besar.
"Jika nantinya dibangun laboratorium rumput laut, saya optimis produktivitas masyarakat Ekas akan meningkat pesat, berkat bibit unggul dan tata kelola yang lebih baik," kata Sekda Lotim dengan senyum optimistis.
2. Klinik Kesehatan Internasional
Sekda Lotim juga menekankan bahwa, peningkatan pendapatan harus disertai penurunan beban hidup. Untuk itu, pembangunan fasilitas layanan kesehatan yang memadai seperti Klinik Kesehatan Internasional, diharapkan membantu menurunkan beban biaya kesehatan keluarga. Sehingga, manfaat ekonomi dari peningkatan produktivitas dapat lebih dirasakan.
Harapan Sinergi dan Pesan untuk Masa Depan
Sekda Lotim menaruh harapan besar agar sinergi antara Universitas Mataram dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tetap berlanjut, meskipun akan ada transisi kepemimpinan di UNRAM. Ia berpesan agar program-program pengabdian yang telah direncanakan diprioritaskan oleh kepemimpinan UNRAM mendatang demi keberlanjutan dampak bagi masyarakat.
"Kami berharap hubungan antara UNRAM dan Lombok Timur semakin mesra. Apa yang direncanakan hari ini semata-mata untuk mengurangi beban pemerintah daerah dalam rangka terus mengikis jurang kesenjangan di tengah masyarakat," pungkasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan visi kolaboratif: akademisi dan pemerintah bekerja bersama untuk bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menurunkan beban sosial-ekonomi sehingga pembangunan menjadi inklusif.

Penutup: Inspirasi dari Sekda
Dari Ekas Buana, pesan Sekda Lotim memberi nuansa inspiratif sekaligus pragmatis: pembangunan berkelanjutan harus menggabungkan ilmu pengetahuan, inovasi teknis (seperti laboratorium rumput laut), dan kepedulian sosial (akses kesehatan). Hadirnya UNRAM dalam pengabdian ini merupakan contoh bagaimana sumber daya akademik, dapat menjadi katalisator perubahan nyata di daerah pesisir Lotim yang selama ini menghadapi ketimpangan.
Editor :M Amin