FRIC Tegaskan Tiga Sikap Utama: Dukung Pemerintah, Loyal kepada Institusi Polri, dan Lawan Hoaks
Foto Ketum H. Dian Surahman, Jajaran DPP dan DPW FRIC Se-Indonesia Usai Pelantikan (Humas DPP FRIC)
Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman: "FRIC Loyal Kepada Institusi Polri, Bukan Individu. Siapa Pun Kapolrinya, Loyalitas Kami Pada Tri Brata. Kami Menentang Kultus Individu. Kami Tidak Memuja Manusia, Kami Memegang Teguh Institusi Dan Nilai-Nilai Luhur Polri. Mengawal, Bukan Mengawasi Dengan Kebencian. Mendukung, Bukan Menjilat. Kritik Membangun, Bukan Menghancurkan. Itulah Cara FRIC Mengawal Pemerintahan"
Sigap News NTB | Lombok Timur — Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah, menjaga loyalitas terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta berperan aktif menciptakan kondusivitas bangsa melalui penyebaran informasi yang benar dan melawan berita bohong (hoaks).
Komitmen tersebut dirumuskan dalam tiga sikap tegas yang menjadi prinsip organisasi sekaligus pedoman bagi seluruh jajaran FRIC di Indonesia. Ketiga prinsip itu meliputi dukungan terhadap pemerintah melalui karya nyata, loyalitas kepada institusi Polri bukan kepada individu, serta komitmen melawan hoaks dengan fakta dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menegaskan bahwa organisasinya tidak ingin sekadar dikenal sebagai komunitas media yang aktif di ruang digital, melainkan hadir sebagai gerakan moral, gerakan loyalitas, dan gerakan kebangsaan yang memiliki kontribusi nyata bagi negara.
"FRIC bukan sekadar organisasi media biasa. Bukan sekadar pengumpul like dan komentar. FRIC adalah gerakan moral, gerakan loyalitas, dan gerakan kebangsaan yang berdiri tegak dengan tiga sikap tegas yang tidak bisa ditawar," tegas H. Dian Surahman dalam pernyataan organisasi di Jakarta, November 2026.
Menurutnya, ketiga sikap tersebut merupakan kompas organisasi, prinsip perjuangan, sekaligus bentuk tanggung jawab FRIC dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara.
Dukung Pemerintah dengan Karya Nyata, Bukan Sekadar Pernyataan
Sikap pertama yang ditegaskan FRIC adalah mendukung penuh program Pemerintah Republik Indonesia melalui kontribusi nyata, khususnya dalam bidang pemberitaan, edukasi publik, dan penyampaian informasi mengenai berbagai program yang berpihak kepada masyarakat.
Dukungan tersebut, menurut FRIC, tidak boleh berhenti pada pernyataan atau slogan organisasi. Sebaliknya, harus diwujudkan melalui karya jurnalistik yang benar, berimbang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
FRIC memandang media memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, penyampaian informasi yang akurat menjadi salah satu bentuk kontribusi penting dalam mendukung keberhasilan program pembangunan.
"Karya kami adalah pemberitaan yang benar, edukasi masyarakat, membantu pemerintah menyampaikan program yang pro-rakyat, dan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat," demikian penegasan Ketua Umum FRIC.
Ia juga menekankan bahwa mendukung pemerintah bukan berarti menutup ruang kritik. Justru, kritik yang konstruktif diperlukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Mengawal, bukan mengawasi dengan kebencian. Mendukung, bukan menjilat. Kritik membangun, bukan menghancurkan. Itulah cara FRIC mengawal pemerintahan," tegasnya.
Loyal kepada Institusi Polri, Bukan kepada Individu
Sikap kedua sekaligus menjadi salah satu prinsip utama yang paling ditekankan FRIC, yakni menempatkan loyalitas kepada institusi Polri, bukan kepada figur atau individu yang sedang menduduki jabatan tertentu.
FRIC menegaskan bahwa siapa pun yang menjabat sebagai Kapolri, prinsip loyalitas organisasi tetap berpegang pada institusi Polri dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tri Brata.
Prinsip tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa FRIC tidak membangun loyalitas berdasarkan kedekatan personal, pergantian kepemimpinan, maupun kepentingan individu.
"FRIC loyal kepada institusi Polri, bukan individu. Siapa pun Kapolrinya, loyalitas kami pada Tri Brata. Kami menentang kultus individu. Kami tidak memuja manusia, kami memegang teguh institusi dan nilai-nilai luhur Polri," ungkap H. Dian Surahman.
Kritik terhadap Oknum Bukan Berarti Menyerang Institusi
Lebih jauh, FRIC menilai bahwa menjaga nama baik Polri tidak berarti membenarkan seluruh tindakan anggotanya tanpa pengecualian.
Sebaliknya, apabila terdapat oknum yang melakukan pelanggaran, penyalahgunaan kewenangan, tindakan koruptif, menjadi beking peredaran narkoba, maupun perilaku arogan, persoalan tersebut harus mendapatkan perhatian dan penanganan sesuai ketentuan hukum.
FRIC menegaskan pentingnya keberanian menyampaikan kritik dan melaporkan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang berlaku demi menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
"Mengkritik oknum berarti menyelamatkan institusi. Kami tidak akan diam jika ada oknum yang merusak nama baik Polri. Kami akan kritik, kami akan laporkan. Karena bagi kami, mengkritik oknum bukan menghina Polri, justru itulah bentuk cinta tertinggi kepada Polri," tegasnya.
Menurut FRIC, loyalitas yang dewasa adalah loyalitas yang tetap menjunjung tinggi kebenaran, profesionalitas, dan supremasi hukum. Dengan demikian, kecintaan terhadap institusi harus berjalan seiring dengan keberanian mengoreksi setiap penyimpangan.
Lawan Hoaks dengan Fakta, Ciptakan Kondusivitas Bangsa
Sikap ketiga adalah membantu negara menjaga stabilitas dan kondusivitas masyarakat melalui penyebaran informasi yang benar, sekaligus mengambil peran dalam menangkal hoaks, fitnah, serta provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
FRIC menilai tantangan di era digital semakin kompleks. Informasi yang belum terverifikasi dapat menyebar dengan cepat dan memicu kesalahpahaman, keresahan, bahkan konflik di tengah masyarakat.
Karena itu, FRIC memilih pendekatan yang mengedepankan fakta, data, edukasi, dan narasi yang menyejukkan.
"Melawan hoaks dengan fakta, melawan fitnah dengan data, melawan provokasi dengan narasi sejuk," menjadi prinsip yang ditegaskan dalam pernyataan organisasi menurut keterangan dari Humas FRIC.
Dalam menjalankan komitmen itu, FRIC menyatakan kesiapan untuk bersinergi bersama Baintelkam Polri dan Baharkam Polri dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
FRIC ingin mengambil peran sebagai bagian dari ekosistem informasi yang membantu masyarakat memperoleh pemberitaan yang benar, bukan justru memperkeruh keadaan melalui informasi yang tidak terverifikasi.
"Bukan kompor yang membakar emosi rakyat. Bukan media yang menyebar kebencian. FRIC adalah pendingin, penyejuk, dan penenang. Di tengah bangsa yang sedang panas oleh isu-isu liar, FRIC hadir membawa fakta, membawa kesejukan, dan membawa persatuan," demikian penegasan H. Dian Surahman.
Ia menilai suasana yang aman, damai, dan kondusif merupakan salah satu prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan serta kehidupan berbangsa dan bernegara.
Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat
Ketiga sikap tersebut, menurut FRIC, bukan sekadar slogan atau identitas organisasi, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
FRIC memandang Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dukungan, partisipasi, serta kesadaran masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Dalam konteks tersebut, FRIC memosisikan diri sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, media, dan institusi kepolisian melalui pemberitaan, edukasi, serta penyampaian informasi yang bertanggung jawab.
Semangat "Polisi Bersama Masyarakat" harus melampaui kegiatan seremonial dan diwujudkan dalam kolaborasi yang memberikan manfaat nyata.
"Polisi Bersama Masyarakat bukan hanya di spanduk, bukan hanya di acara seremonial, tetapi di karya nyata, di loyalitas yang tulus, dan di informasi yang benar," tegas Ketua Umum FRIC.
Menurutnya, kemitraan antara masyarakat sipil dan Polri harus dibangun di atas kepercayaan, tanggung jawab, serta komitmen bersama untuk menjaga kepentingan bangsa.
Instruksi Ketua Umum: Seluruh Anggota FRIC Harus Pegang Teguh Tiga Prinsip
Menutup pernyataannya, H. Dian Surahman mengingatkan seluruh jajaran dan anggota FRIC di berbagai wilayah Indonesia agar menjadikan tiga sikap utama tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas organisasi.
Ia menegaskan bahwa setiap anggota harus mampu menunjukkan loyalitas melalui tindakan, bukan hanya melalui pernyataan.
Ada tiga pesan utama yang harus dipegang teguh seluruh anggota FRIC:
- Dukung pemerintah dengan karya nyata, melalui pemberitaan yang benar, edukasi, dan kontribusi positif bagi masyarakat.
- Loyal kepada institusi Polri, bukan individu, dengan tetap menjunjung tinggi Tri Brata serta berani mengkritisi penyimpangan demi menjaga marwah institusi.
- Lawan hoaks dengan fakta dan jadilah penyejuk bangsa, melalui penyebaran informasi yang akurat, bertanggung jawab, serta tidak memprovokasi masyarakat.
Bagi FRIC, loyalitas bukan berarti membenarkan segala sesuatu tanpa kritik. Loyalitas justru harus diwujudkan melalui komitmen menjaga institusi, membela kebenaran, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
FRIC: Loyal kepada Negara, Polri, dan Rakyat
Dengan mengusung semangat "Loyalitas Tanpa Batas pada Tri Brata", Fast Respon Indonesia Center menegaskan arah perjuangannya sebagai organisasi yang ingin berkontribusi dalam mendukung pemerintah, menjaga kepercayaan terhadap institusi Polri, serta memperkuat persatuan masyarakat melalui informasi yang benar.
Pesan yang ingin disampaikan FRIC cukup tegas: mendukung pemerintah tidak berarti kehilangan sikap kritis, loyal kepada Polri tidak berarti membela kesalahan oknum, dan menjaga kondusivitas bukan berarti membungkam fakta.
Ketiganya harus berjalan beriringan demi terwujudnya pemerintahan yang baik, institusi kepolisian yang berintegritas, serta masyarakat yang cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi.
FRIC: LOYALITAS TANPA BATAS!
Loyal kepada Negara! Loyal kepada Institusi Polri! Loyal kepada Rakyat!
Fast Respon Indonesia Center (FRIC)
Pasukan Media Istana & Media Mabes Polri
Editor :M Amin







