Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman Dipanggil Staf Khusus Presiden, Ini yang Dibahas
Foto Bersama Pengurus DPP FRIC dan Pimpinan DPW FRIC Se-Indonesia (Humas DPP FRIC)
Ketua Umum DPP FRIC, H. Dian Surahman: "FRIC Lahir Semata-Mata Karena Cinta Kepada Nusantara Dan Kebanggaan Kepada Polri. Kami Siap Secara Totalitas Mengawal Setiap Kebijakan Presiden, Menciptakan Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat Yang Kondusif, Serta Berdiri Sebagai Satgas Penangkal Opini. Tugasnya Yaitu Meluruskan Berita Yang Keliru, Mematahkan Narasi Yang Memecah Belah, Dan Menjaga Persatuan Bangsa"
Sigap News NTB | Nasional — Di tengah derasnya arus informasi, narasi, dan perdebatan opini di ruang publik digital, perhatian tertuju pada pertemuan antara Staf Khusus Presiden Republik Indonesia dengan Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman.
Pemanggilan tersebut menjadi perhatian karena FRIC selama ini dikenal sebagai wadah yang menghimpun jurnalis dan tenaga media dengan jaringan di berbagai daerah di Indonesia.
FRIC dan Peran dalam Ruang Informasi Nasional
FRIC memosisikan diri sebagai organisasi yang beranggotakan jurnalis dan tenaga media yang memiliki komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Presiden Republik Indonesia, serta institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung arah transformasi Polri menuju PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).
Organisasi tersebut disebut telah berkembang dengan jaringan di 34 provinsi dan menjalankan sejumlah agenda, di antaranya mengawal informasi terkait program pemerintah, menjaga citra dan marwah institusi Polri, serta merespons informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta.
Dalam aktivitasnya, FRIC juga membawa misi untuk menangkal penyebaran berita bohong dan narasi yang dinilai berpotensi memecah belah masyarakat.
Pemanggilan Disebut sebagai Ruang Kolaborasi
Pertemuan dengan Staf Khusus Presiden tersebut dipandang FRIC bukan semata-mata sebagai agenda pemanggilan, tetapi juga sebagai momentum untuk membicarakan kemungkinan kolaborasi dalam bidang informasi.
Dalam pandangan organisasi tersebut, pemerintah membutuhkan informasi yang tidak hanya berasal dari laporan administratif di tingkat pusat, tetapi juga dari kondisi masyarakat yang berlangsung di berbagai daerah.
Jaringan media yang tersebar di berbagai wilayah dinilai dapat menjadi salah satu sumber informasi mengenai dinamika sosial, aspirasi masyarakat, serta berbagai persoalan yang berkembang di lapangan.
Karena itu, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas posisi dan peran FRIC dalam dinamika komunikasi publik nasional.
Ketua Umum FRIC: Pembahasan Akan Disampaikan Setelah Pertemuan
Terkait agenda pertemuan tersebut, Ketum H. Dian Surahman menyampaikan bahwa pihaknya belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai materi yang akan dibahas.
“Kita bahas lebih lanjut setelah pertemuan berlangsung,” kata Ketum FRIC singkat.
Namun, Ketum FRIC menjelaskan bahwa dalam pertemuan sebelumnya, pihaknya telah membicarakan posisi strategis FRIC sebagai wadah jurnalis dan tenaga media.
“Pada pertemuan sebelumnya, kita telah membahas peran strategis FRIC sebagai wadah jurnalis dan tenaga media yang berintegritas, yang sejak awal konsisten mendukung sepenuhnya Program Presiden RI serta arah Kapolri mewujudkan Polri yang PRESISI,” tambahnya.
Menurut Dian, keberadaan FRIC tidak terlepas dari komitmen untuk berkontribusi terhadap kehidupan berbangsa dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat.
“FRIC lahir semata-mata karena cinta kepada Nusantara dan kebanggaan kepada Polri. Kami siap secara totalitas mengawal setiap kebijakan Presiden, menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, serta berdiri sebagai Satgas Penangkal Opini. Tugasnya yaitu meluruskan berita yang keliru, mematahkan narasi yang memecah belah, dan menjaga persatuan bangsa,” tutup H. Dian Surahman.
Menanti Arah Pembahasan
Pertemuan antara Staf Khusus Presiden dan Ketua Umum FRIC tersebut kini menjadi perhatian, terutama terkait arah pembahasan dan bentuk kolaborasi yang akan dibicarakan.
Bagi FRIC, jaringan yang dimilikinya di berbagai daerah menjadi modal untuk berkontribusi dalam merespons perkembangan informasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, rincian hasil pertemuan maupun bentuk kerja sama yang mungkin dibangun masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat.
Yang jelas, pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi antara unsur pemerintah dengan jaringan jurnalis dan tenaga media yang selama ini bergerak di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi FRIC, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mereka untuk terus mengambil peran dalam menjaga kualitas informasi publik, merespons informasi yang dinilai keliru, serta mendukung terciptanya ruang publik yang kondusif bagi persatuan dan kepentingan bangsa.
Editor :M Amin