Pumice Stone Kotaraja Juara Liga 3 PSSI Lotim 2026, Bupati Haerul Warisin Resmi Tutup Kompetisi
Foto Suasana Saat Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si Menutup Pertandingan Final Liga 3 PSSI Kabupaten Lombok Timur 2026, Senin (11/3/2026) (PKP Lotim)
Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si: "Kepada Seluruh Pemain Yang Sudah Kita Anggap Andal, Dari Sekarang Harus Tetap Menjaga Bagaimana Latihan, Menjaga Pola Makanan, Dan Menyikapi Latihan-Latihan Yang Bagus Sehingga Kita Bisa Menjadi Pemain-Pemain Yang Berhasil"
SIGAP NEWS NTB | Lombok Timur — Pertandingan final Liga 3 PSSI Kabupaten Lombok Timur 2026 yang mempertemukan Pumice Stone Kotaraja dengan PS Benyer berlangsung sengit dan menyedot perhatian masyarakat. Ribuan penonton tampak memadati Lapangan Rinjani, Kotaraja, Senin (2/11/2026), untuk menyaksikan laga puncak kompetisi sepak bola tersebut.
Dalam pertandingan penentuan itu, Pumice Stone Kotaraja berhasil keluar sebagai pemenang. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan klub asal Kotaraja itu meraih gelar Juara 1 Liga 3 PSSI Kabupaten Lombok Timur 2026.
Penutupan kompetisi dilakukan langsung oleh Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si yang hadir menyaksikan pertandingan final sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan turnamen.
Bupati Apresiasi Kesuksesan Kompetisi yang Diikuti 115 Klub
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan Liga 3 PSSI Lombok Timur. Menurutnya, keberhasilan kompetisi yang diikuti 115 klub tersebut merupakan hasil kerja sama dan dukungan berbagai pihak.
"Sore hari ini kita dapat menutup Liga 3 PSSI di Lombok Timur yang diikuti oleh 115 klub. Ini menandakan bahwa apa yang sudah kita lakukan berjalan dengan baik dan sukses. Tentu, kesuksesan ini berkat kerja sama kita semua," ujar Bupati Lotim.
Ia menegaskan, penyelenggaraan kompetisi sepak bola tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian prestasi olahraga. Lebih dari itu, terdapat tiga manfaat penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni sebagai sarana pembinaan atlet, hiburan sehat bagi masyarakat, serta peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Liga Sepak Bola Jadi Peluang Menggerakkan UMKM
Bupati Lotim juga mengingatkan agar tingginya antusiasme masyarakat dalam setiap pertandingan sepak bola dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, keramaian penonton yang hadir di setiap pertandingan merupakan peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk lokal.
"Setiap kita melakukan liga sepak bola, selalu diikuti oleh masyarakat yang banyak. Jangan lupa membeli produk UMKM kita supaya perekonomian kita berjalan," ajaknya.
Karena itu, ia berharap kegiatan olahraga di Lombok Timur tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Lombok Timur Dinilai Mampu Mengembangkan Kompetisi Sepak Bola
Selain memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat, Haerul Warisin juga menyoroti kemampuan insan olahraga Lombok Timur dalam menyelenggarakan berbagai kompetisi sepak bola secara bersamaan.
Menurutnya, pelaksanaan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tingkat kabupaten dalam bulan yang sama menunjukkan perkembangan positif dalam pembinaan dan pengelolaan sepak bola daerah.
Capaian tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas kompetisi, memperluas kesempatan bagi pemain muda, serta melahirkan talenta-talenta sepak bola potensial dari Lombok Timur.
Pemain Diminta Bersiap Menghadapi PON 2028
Menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, yang akan digelar dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu tuan rumah, Bupati turut memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan atlet daerah.
Ia meminta para pemain potensial yang selama ini menjadi andalan Lombok Timur agar mulai mempersiapkan diri secara serius, baik melalui peningkatan intensitas latihan, menjaga pola makan, maupun menerapkan pola hidup yang mendukung kebugaran dan performa atlet.
"Oleh karena itu, kepada seluruh pemain yang sudah kita anggap andal, dari sekarang harus tetap menjaga bagaimana latihan, menjaga pola makanan, dan menyikapi latihan-latihan yang bagus sehingga kita bisa menjadi pemain-pemain yang berhasil," pesannya.
Bupati berharap persiapan sejak dini dapat meningkatkan daya saing atlet Lombok Timur sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal bagi NTB pada ajang olahraga nasional tersebut.
Askab PSSI: Sinergi Jadi Kunci Kemajuan Sepak Bola Daerah
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lombok Timur, Muhammad Yusri, A.MKP menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Liga 3 PSSI 2026.
Ia secara khusus mengapresiasi kerja keras panitia penyelenggara, Pemerintah Desa Kotaraja, para donatur, serta masyarakat Desa Kotaraja yang telah memberikan dukungan selama kompetisi berlangsung.
"Kami dari Askab PSSI Lombok Timur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan panitia yang sangat luar biasa, Pemdes Kotaraja, para donatur, dan seluruh warga Desa Kotaraja yang telah memberikan support dan bantuan sehingga Liga 3 ini dapat berjalan dengan baik dan lancar," ungkapnya.
Ketua DPRD Lotim menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan kompetisi tersebut menjadi bukti pentingnya sinergi antara Askab PSSI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Menurutnya, kemajuan sepak bola tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga daerah.
"Inshaallah, jika bekerja sama dengan baik, maka sepak bola Lombok Timur pasti lebih baik," tegasnya.
Prestasi Sepak Bola Lombok Timur Kian Diperhitungkan
Lebih jauh, Ketua Dewan Yusri menyebut sepak bola Lombok Timur kini menunjukkan perkembangan dan prestasi yang semakin membanggakan. Ia mengingatkan bahwa daerah yang sebelumnya kerap dipandang sebelah mata oleh kabupaten lain, kini mulai menunjukkan kemampuan bersaing melalui berbagai pencapaian.
"Dulu kita diremehkan oleh kabupaten-kabupaten lain, tapi alhamdulillah kita banyak menorehkan juara," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perwakilan Lombok Timur pernah membawa nama NTB dalam kompetisi tingkat nasional di Jawa. Selain itu, pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Lombok Timur berhasil meraih medali emas.
"Kita mewakili NTB di tingkat nasional di Jawa, dan pada Porprov alhamdulillah kita juga mendapat juara 1 medali emas. Seiring bangkitnya Timnas Indonesia, Lombok Timur juga ikut bangkit," tambahnya.
Pernyataan tersebut menjadi dorongan agar prestasi yang telah diraih tidak membuat insan sepak bola daerah berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan kompetisi secara berkelanjutan.
Penutupan Dihadiri Unsur Pemerintah dan Pengurus Askab PSSI
Penutupan Liga 3 PSSI Kabupaten Lombok Timur 2026 tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Kotaraja, serta jajaran pengurus Askab PSSI Lombok Timur.
Berakhirnya kompetisi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sepak bola di tingkat desa dan kecamatan, sekaligus membuka ruang lahirnya pemain-pemain potensial yang mampu mengharumkan nama Lombok Timur di tingkat provinsi maupun nasional.
Editor :M Amin







