Lotim Kejar Hibah Bank Dunia, Pemda Siapkan TPST Modern untuk Akhiri Krisis Sampah
Foto Suasana Saat Sekda Lotim Menerima Perwakilan Mahasiswa di Lombok Timur pada Senin (11/5/2026) (PKP Lotim)
Sekda Lotim, Dr. Drs. H. M. Juaini Taofik, M.A.P: "Mudah-Mudahan Bisa Kita Dapatkan Karena Kita Sedang Melengkapi Dokumen-Dokumennya. Intinya TPST Itu Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu, Sampah Dikelola Menjadi Produk-Produk Seperti Kompos Ataupun Benda Lainnya Sehingga Bernilai Ekonomi"
Sigap News NTB | Lotim — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tancap gas memburu program hibah bergengsi Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Bank Dunia. Jika lolos, Lombok Timur akan menjadi satu dari hanya 30 daerah di Indonesia yang mendapatkan dukungan transformasi layanan publik, khususnya pengelolaan sampah modern berbasis teknologi dan ekonomi sirkular.
Langkah besar ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Lotim mulai serius membenahi persoalan sampah yang selama ini menjadi sorotan publik.
Pemda Siapkan 2 Hektar untuk TPST Modern
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Dr. Drs. H. M. Juaini Taofik, M.A.P, menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern yang nantinya menjadi pusat pengelolaan sampah terintegrasi.
“Dari total 15 hektar luas TPA kita, minimal 2 hektar akan dikhususkan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang terintegrasi,” tegas Sekda, pada Senin (11/5/2026).
Menurutnya, program LSDP bukan sekadar proyek pengelolaan sampah biasa. Sistem yang dibangun nantinya diarahkan agar sampah tidak lagi menumpuk di TPA, melainkan diolah menjadi produk bernilai ekonomi hingga energi terbarukan seperti listrik.
Konsep ini diyakini dapat menjadi solusi jangka panjang atas persoalan darurat sampah yang selama ini membayangi Lombok Timur.
Semua Dokumen Strategis Sudah Disetor ke Pusat
Keseriusan Pemkab Lotim terlihat dari rampungnya berbagai dokumen penting yang menjadi syarat utama seleksi program Bank Dunia tersebut.
Mulai dari RPJPD, RPJMD, RPD 2024–2026, Renstra, Renja, hingga Masterplan Pengembangan Sistem Persampahan dan Roadmap SKK, seluruhnya telah resmi diserahkan ke pemerintah pusat.
Langkah administratif ini menjadi penentu penting dalam proses penilaian menuju tahap verifikasi lapangan.
Respons Cepat Pemda Usai Sorotan Mahasiswa
Menariknya, upaya percepatan pengelolaan sampah ini juga disebut sebagai respons pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa, termasuk BEM Lotim, yang sebelumnya menyuarakan persoalan sampah dan layanan publik di daerah.
Sekda Lotim mengakui pihaknya telah berdiskusi langsung dengan mahasiswa untuk mengawal isu tersebut bersama-sama.
“Kami telah berdiskusi dengan adik-adik mahasiswa. Isu sampah ini kita kawal bersama. Terkait LPG, kami juga pastikan pengawasan distribusi lebih ketat agar kebutuhan dasar masyarakat tidak terganggu akibat isu pengisian yang tidak sesuai wilayah,” ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa Pemkab Lotim tengah berupaya merespons berbagai keresahan publik secara lebih konkret.
DLH: Sampah Harus Jadi Uang, Bukan Sekadar Dibakar dan Dibuang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur, Dr. H. Fathurrahman, SKM, M.AP, menegaskan paradigma lama soal sampah harus segera diakhiri. Menurutnya, sampah harus mulai dipandang sebagai sumber ekonomi baru yang bisa diolah menjadi berbagai produk bermanfaat.
“Mudah-mudahan bisa kita dapatkan karena kita sedang melengkapi dokumen-dokumennya. Intinya TPST itu tempat pengelolaan sampah terpadu, sampah dikelola menjadi produk-produk seperti kompos ataupun benda lainnya sehingga bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dalam konsep TPST modern nantinya, hanya residu akhir yang akan masuk ke TPA. Selebihnya akan diproses menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual dan manfaat lingkungan.
Juni Jadi Penentuan, Lotim Bersiap Diverifikasi
Saat ini, jajaran DLH Lombok Timur masih fokus menyempurnakan sejumlah dokumen teknis sebagai syarat akhir seleksi. Bila tidak ada perubahan jadwal, proses akan berlanjut ke tahap verifikasi lapangan pada Juni mendatang.
Tahapan ini akan menjadi penilaian langsung terhadap kesiapan Lombok Timur dalam menjalankan program pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi modern.
Setelah itu, proses akan masuk tahap finalisasi dokumen hingga November sebelum penandatanganan kerja sama resmi bersama pemerintah pusat dan daerah terpilih lainnya.
Momentum Besar Ubah Wajah Pengelolaan Sampah Lotim
Program LSDP dinilai menjadi peluang emas bagi Lombok Timur untuk keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang masih bertumpu pada penumpukan di TPA.
Jika berhasil lolos, Lombok Timur bukan hanya mendapatkan bantuan hibah dari Bank Dunia, tetapi juga kesempatan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, dan ramah lingkungan.
Kini, publik menanti sejauh mana keseriusan pemerintah daerah mampu diwujudkan menjadi langkah nyata demi mengakhiri persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar di Lombok Timur.
Editor :M Amin