Pengecer Gas Melon di Wanasaba Ungkap Stok Aman, Walau Harga Naik! Disdag Lotim Akan Cari Solusi
Foto Kadis Perdagangan Lotim, H. Hadi Fathurrahman, S.Sos., M.A.P (Dok. Pribadi)
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, H. Hadi Fathurrahman, S.Sos., M.A.P: "Kedepannya Akan Ada Sosialisasi dari HISWANA MIGAS (Himpunan Swasta Nasional Minyak Dan Gas Bumi) & KORPRI Lotim, Mengenai Agar ASN Tidak Menggunakan Gas Bersubsidi, Dengan Penukaran Tabung 3 Kg ke 5 Kg dan 12 Kg”
Sigap News NTB | Lotim — Tim Sigap News pada Minggu (29/3/2026) melakukan investigasi lapangan terkait stok dan distribusi gas LPG 3 kilogram atau gas melon di wilayah Kecamatan Aikmel dan Kecamatan Wanasaba. Hasil penelusuran menunjukkan stok gas LPG 3 Kg di tingkat pengecer sempat kosong.
Stok Kosong di Pengecer dan Agen
Setelah menemukan kekosongan stok di pengecer, Tim Sigap News melanjutkan penelusuran ke agen gas LPG 3 Kg. Hasilnya, stok juga dalam kondisi kosong.
Pihak agen menjelaskan bahwa kekosongan gas pada hari itu terjadi karena tidak adanya pengantaran akibat hari libur. Agen juga memastikan bahwa pada Senin (30/3/2026), stok gas LPG 3 Kg akan kembali tersedia.
Benar saja, pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 Wita, stok gas LPG 3 Kg terpantau sudah tersedia kembali di lapangan.
Pengecer di Wanasaba: Stok Sudah Ada
Saat diwawancarai Sigap News NTB pada Senin (30/3/2026) pukul 08.00 Wita, seorang pengecer gas LPG 3 Kg di Wanasaba yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa stok sudah kembali tersedia.
“Alhamdulillah stok gasnya sudah ada. Gas ini diambil dari Mataram. Harga jualnya Rp30 ribu per tabung gas LPG 3 Kg,” ungkap pengecer tersebut yang enggan diungkapkan namanya.
Disdag Lotim: Distribusi Normal, Kelangkaan Dipicu Lonjakan Konsumsi
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, H. Hadi Fathurrahman, S.Sos., M.A.P, menjelaskan bahwa kuota gas LPG 3 Kg di Lotim mencapai 35 ribu ditambah 17 ribu extra drop.
Ia menegaskan bahwa alur distribusi resmi gas LPG 3 Kg adalah melalui agen dan pangkalan. Menurutnya, apabila pengecer menaikkan harga, maka pihak pangkalan akan menegur para pengecer.
“Distribusi gas dilakukan dua kali seminggu oleh distributor kepada agen LPG 3 Kg. Penyebab kelangkaan ini adalah situasi Lebaran ditambah tingginya konsumsi selama Lebaran Ketupat dari masyarakat Lotim. Sejauh ini pasokan kita dari Pertamina masih normal,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kewenangan pemberian sanksi terhadap agen dan pangkalan berada pada Pertamina, sementara Disdag Lotim hanya melakukan pengawasan dan koordinasi.
Pengawasan Akan Diperketat
Hadi juga menyebut ke depan penggunaan gas LPG 3 Kg oleh aparatur sipil negara akan diperketat. Menurutnya, gas bersubsidi tersebut bukan diperuntukkan bagi masyarakat mampu, melainkan untuk warga yang berhak menerima subsidi.
“Provinsi sudah melakukan hal ini. Kedepannya akan ada sosialisasi dari HISWANA MIGAS (Himpunan Swasta Nasional Minyak Dan Gas Bumi) & KORPRI Lotim, mengenai agar ASN tidak menggunakan gas bersubsidi, dengan penukaran tabung 3 Kg ke 5 Kg dan 12 Kg,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) di pangkalan gas LPG 3 Kg adalah Rp18 ribu per tabung.
Penutup
Dengan kembali normalnya stok gas LPG 3 Kg di wilayah Wanasaba dan Aikmel, masyarakat diharapkan tidak panik membeli secara berlebihan. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga diharapkan terus memperkuat pengawasan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama pada momentum hari besar dan libur panjang.
Editor :M Amin