Stabilisasi Harga & Atasi Kelangkaan, Bupati Lotim Gelar Operasi Pasar LPG 3 KG di 4 Kecamatan
Foto Suasana Operasi Pasar LPG 3 Kg pada Selasa (7/4/2026), yang Dipimpin oleh Ketua Tim Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg, Muhammad Hairi, S.IP., M.Si (dok. Pribadi)
Kades Aikmel Utara & Kades Karang Baru Apresiasi Langkah Bupati Lotim, Harap "Kalau Tidak Bisa Sekali Seminggu, Ya Minimal Sekali Dua Minggu Diadakan Operasi Pasar Seperti Ini"
Sigap News NTB | Lotim — Menyikapi kelangkaan LPG 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat, Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, mengambil langkah cepat dengan membentuk Tim Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg Kabupaten Lombok Timur Tahun 2026. Tim ini dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Lombok Timur Nomor: 100.3.3.2/1068/PERDAG/2026 yang mulai berlaku pada Senin, 6 April 2026.

Foto Bersama Tim Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg Lotim Dengan SPBE Sikur Beserta Forkopimcam Wanasaba Saat Operasi Pasar LPG 3 Kg di Desa Karang Baru Kecamatan Wanasaba pada Selasa (7/4/2026)
(Dok. Pribadi)
Langkah tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan Operasi Pasar LPG 3 Kg pada Selasa, 7 April 2026, sebagai upaya stabilisasi harga sekaligus memastikan distribusi gas melon bersubsidi tetap berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.
Pembentukan Tim Khusus Pengawasan LPG 3 Kg
Pembentukan tim pengawasan ini dilakukan sebagai respon atas pentingnya LPG 3 Kg sebagai barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat tertentu. Pemerintah daerah menilai perlu adanya pengawasan yang lebih efektif agar distribusi dari agen, pangkalan hingga pengecer dapat berjalan lancar dan tidak disalahgunakan.
Dalam keputusan tersebut, tim pengawasan dipimpin oleh Muhammad Hairi, S.IP., M.Si selaku Ketua Tim, dengan dukungan Kadis Perdagangan Lombok Timur, H. Hadi Fathurrahman, S.Sos., M.A.P, serta Kabag Ekonomi Setda Lotim, Abdullah, S.E sebagai sekretaris tim.
Adapun susunan tim turut melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, serta perangkat teknis lainnya, termasuk Bupati Lombok Timur sebagai Pengarah I, Wakil Bupati, Kapolres Lotim, Kepala Kejaksaan Negeri Selong, Dandim 1615 Lotim, Sekda, hingga sejumlah kepala dinas dan pejabat terkait.
Operasi Pasar Digelar di 4 Kecamatan
Atas dasar keputusan tersebut, operasi LPG 3 Kg digelar di sejumlah titik dengan sasaran wilayah yang dinilai paling membutuhkan. Total distribusi gas melon yang telah disalurkan oleh Pertamina MIGAS NTB di Lombok Timur sejak Januari hingga H+7 Idulfitri tercatat mencapai 10.247.393 tabung. Sementara itu, pada H-7 Lebaran terdistribusi 17.800 tabung, dan pada Lebaran Topat sebanyak 24.440 tabung.
Dengan total 2.400 tabung, Operasi Pasar LPG 3 Kg kali ini dilaksanakan di 5 lokasi pada 4 kecamatan, yakni:
- Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, sebanyak 560 tabung disalurkan.
- Desa Lenek, Kecamatan Lenek, sebanyak 360 tabung.
- Desa Sukarema, Kecamatan Lenek, sebanyak 360 tabung.
- Desa Aikmel Utara, Kecamatan Aikmel, sebanyak 560 tabung.
- Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, sebanyak 560 tabung.
Ketua Muhammad Hairi: Operasi Pasar Dimaksudkan untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Ketua Tim Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg Lotim, Muhammad Hairi, S.IP., M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan operasi pasar gas LPG 3 kg yang digelar untuk merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan di lapangan.
Ia menyebutkan bahwa secara estimasi dan normatif, kuota LPG yang ada sebenarnya cukup untuk kebutuhan masyarakat. Namun, karena di lapangan masih muncul keluhan kelangkaan, pemerintah daerah memilih turun langsung melalui operasi pasar.
“Kegiatan ini bernama operasi pasar gas LPG 3 kg. Rencananya akan dilaksanakan juga di Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Keruak & Jerowaru. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sebenarnya secara catatan, estimasi, normatif cukup untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Muhammad Hairi.
Ia juga menjelaskan bahwa harga jual LPG dalam operasi pasar ini ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung, sama dengan harga di pangkalan dan agen sesuai HET.
“Harga yang dilakukan satu tabung Rp18.000 sama dengan harga pangkalan dan agen, yang sesuai HET,” tegasnya.
Ketua Muhammad Hairi menambahkan bahwa apabila ditemukan persoalan lebih lanjut di lapangan, pihaknya siap menindaklanjuti bersama instansi terkait dan aparat penegak hukum.
“Kalaupun ada persoalan kelangkaan gas melon, mari bersama-sama mengurai itu, dan kalau kita temukan akar persoalannya, mari sampaikan kepada kami, tim pengawasan, sehingga kita serahkan ke pihak berwajib untuk meningkatkan tindakan itu,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Belilah gas LPG ini sesuai kebutuhan. Jangan terkesan kita membeli sebanyak mungkin, sehingga terindikasi menjadi penimbunan. Satu kepala keluarga membeli dua, tiga, empat, ya cukup satu dulu sebagai pemerataan,” pesannya.
Ketua Muhammad Hairi juga menyampaikan bahwa pemilihan lokasi operasi pasar ini dilakukan berdasarkan urgensi kebutuhan masyarakat, setelah dirapatkan dan dikoordinasikan bersama Pertamina MIGAS NTB.
“Pemilihan lokasi operasi gas LPG 3 kg ini didasarkan pada urgensi kebutuhan masyarakat, setelah dirapatkan dan dikoordinasikan Pertamina MIGAS NTB,” tambahnya.
Kadis Perdagangan Lotim: Langkah Stabilisasi Harga Sesuai HET
Sementara itu, Kadis Perdagangan Lombok Timur, H. Hadi Fathurrahman, S.Sos., M.A.P, selaku Sekretaris Tim Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg, menegaskan bahwa operasi pasar ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjaga kestabilan harga di masyarakat.
“Ini sebagai langkah stabilisasi harga sesuai HET yang ditetapkan oleh Pemerintah,” ungkapnya.
Kades Aikmel Utara: Masyarakat Sangat Antusias
Kepala Desa Aikmel Utara, Muhtasar Ayudi, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lombok Timur dan tim Satgas yang bergerak cepat merespons kebutuhan warga.
“Alhamdulillah kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Bupati Kabupaten Lombok Timur dan tim Satgas yang dengan cepat mengatasi permasalahan masyarakat kita yang saat ini sedang sangat membutuhkan gas LPG 3 kg di sini,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa warga menyambut sangat antusias ketika operasi pasar digelar di wilayahnya.
“Alhamdulillah masyarakat kita sangat antusias sekali begitu datang gasnya langsung diserbu,” katanya.
Kades Muhtasar juga mengimbau masyarakat agar menggunakan gas secara hemat dan sesuai kebutuhan.
“Silakan kita hemat sesuai dengan kebutuhan kita. Harapan kita mudah-mudahan ke depannya kelangkaan gas ini tidak lagi ada kelangkaan,” tambahnya.
Kades Karang Baru: Warga Harap Operasi Pasar Berlanjut
Dari Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, Kepala Desa H. Zainul Arifin juga mengaku sangat mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam mengatasi kesulitan warga memperoleh LPG 3 Kg.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Bapak Bupati Lombok Timur ini mewakili warga Desa Karang Baru bagaimana Bapak Bupati cepat tanggap atas kondisi masyarakat kita yang sulit mendapatkan gas melon yang bersubsidi 3 kg,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga Desa Karang Baru sangat terbantu dengan hadirnya operasi pasar tersebut.
“Masyarakat kami sangat bersyukur karena selama ini sejak bulan puasa mereka agak kesulitan untuk mendapat gas 3 kg ini,” katanya.
Bahkan, menurutnya, masyarakat datang berbondong-bondong hingga kegiatan sempat dipadati warga.
“Pasar gas 3 kg di kantor desa saat ini, diserbu berbondong-bondong oleh masyarakat kami. Karena memang, betul ketersediaan gas melon di Karang Baru cukup sulit,” ungkapnya.
Ia pun berharap operasi pasar seperti ini dapat dilakukan secara rutin.
“Harapan kami kalau tidak bisa sekali seminggu, ya minimal sekali dua minggu diadakan operasi pasar seperti ini,” harapnya.
Harapan Bersama: LPG Tertib, Harga Stabil, Masyarakat Tenang
Langkah yang dilakukan Bupati Lombok Timur bersama tim pengawasan distribusi LPG 3 Kg ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius menjaga stabilitas harga dan menjawab keresahan masyarakat. Operasi pasar bukan hanya sekadar distribusi tabung gas, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, koordinasi lintas instansi, dan keterlibatan langsung pemerintah desa hingga aparat penegak hukum, diharapkan distribusi LPG 3 Kg di Lombok Timur semakin tertib, tepat sasaran, dan tidak lagi menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Sigap News NTB akan terus memantau perkembangan distribusi LPG 3 Kg serta upaya lanjutan Pemda Lotim dalam menstabilkan pasokan dan harga di masyarakat.
Editor :M Amin