Direstui Kapolri, FRIC Tegaskan Loyalitas Total Kawal Program Presiden & Polri Menuju Indonesia Emas
Foto Ketum, Sekjen DPP Serta Seluruh Pengurus DPW Organisasi Wartawan FRIC (DPP FRIC)
Ketum DPP FRIC, H. Dian Surahman: "Wadah Ini Dinamakan Fast Respon Indonesia Center Bukan Sekadar Nama, Tapi Dibuat Oleh Para Jenderal Di Mabes Polri Dan Direstui Oleh Kapolri Untuk Menjadi Garda Terdepan Mewujudkan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif"
Sigap News NTB | Nasional — Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menegaskan eksistensinya sebagai wadah besar insan media nasional yang siap berdiri di garda terdepan mendukung program Presiden Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Organisasi ini disebut lahir atas inisiatif para jenderal di Mabes Polri dan mendapat restu langsung dari Kapolri.
Keberadaan FRIC sendiri telah memiliki legalitas resmi yang tertuang dalam akta notaris, tambahan lembaran berita negara, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Dian Surahman bersama Sekretaris Jenderal H. Deden Hardening, FRIC menegaskan komitmen penuh untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat sinergi nasional dalam mendukung program strategis pemerintah dan institusi Polri.
FRIC Disebut Lahir dari Inisiasi Jenderal Mabes Polri
Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menegaskan bahwa nama Fast Respon Indonesia Center bukan sekadar simbol organisasi media biasa. Menurutnya, FRIC dibentuk dengan visi besar untuk menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Wadah ini dinamakan Fast Respon Indonesia Center bukan sekadar nama, tapi dibuat oleh para Jenderal di Mabes Polri dan direstui oleh Kapolri untuk menjadi garda terdepan mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif,” tegas H. Dian Surahman, Sabtu (9/5/2026).
Ia menambahkan, FRIC memiliki peran strategis sebagai tim pendamping Polri, khususnya dalam menghadapi derasnya arus informasi dan penyebaran hoaks yang dinilai dapat memicu keresahan publik.
“FRIC berperan sebagai tim satuan tugas pendamping Polri, serta berperan aktif menangkal segala berita bohong atau hoaks yang dapat meresahkan masyarakat,” lanjutnya.
Media Diminta Solid dan Loyal
Dalam arahannya, H. Dian juga mengingatkan seluruh pengurus serta anggota FRIC di berbagai daerah agar tetap menjaga loyalitas organisasi dan memperkuat hubungan sinergis dengan seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam membangun optimisme publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, khususnya Polri.
FRIC, kata dia, akan terus mendorong lahirnya pemberitaan yang positif, edukatif, objektif, dan konstruktif demi menjaga stabilitas nasional serta menciptakan ruang informasi yang sehat di tengah masyarakat.
Siap Kawal Agenda Nasional dan Indonesia Emas 2045
Tak hanya fokus pada penguatan sinergi media dan Polri, FRIC juga menegaskan dukungannya terhadap agenda besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Organisasi ini berkomitmen menjadi bagian dari kekuatan sosial yang ikut mengawal kemajuan bangsa melalui peran media yang profesional, cepat, dan bertanggung jawab.
“FRIC siap mengawal langkah Indonesia menuju kemajuan dan cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Kami hadir untuk menjadi mitra strategis yang setia, loyal, dan konstruktif bagi bangsa dan negara,” pungkas H. Dian Surahman.
Perkuat Peran Media sebagai Pilar Stabilitas Bangsa
Kehadiran FRIC dinilai menjadi simbol konsolidasi media nasional dalam memperkuat stabilitas bangsa di era digital. Di tengah derasnya penyebaran informasi dan maraknya hoaks, FRIC menempatkan diri sebagai kekuatan media yang tidak hanya cepat dalam merespons informasi, tetapi juga aktif menjaga persatuan, keamanan, dan kondusivitas nasional.
Dengan semangat loyalitas, soliditas, dan sinergitas, FRIC menegaskan diri sebagai mitra strategis pemerintah dan Polri dalam menjaga keutuhan bangsa serta mendukung arah pembangunan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.
Editor :M Amin