Maulid Nabi 1448H di Pringgabaya: Ancak Rp 52 Jt+, TGH Muhsin Sebut Pahala Luar Biasa Bagi Istri Ini
Foto Ketua DKM Masjid Besar Jami'ul Khair Pringgabaya, TGH. Muhammad Husni Mubarok, QH., M.Pd.I, Saat Menerima Ancak dari Koordinator, saat Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Selasa (25/8/2026) (Dok. Pribadi)
Ketua DKM Masjid Besar Jami'ul Khair Pringgabaya, TGH. Muhammad Husni Mubarok, QH., M.Pd.I: "Insya Allah Pada Bulan September Ini Akan Ada Pergantian Pengurus. Kami Berharap Pengurus Berikutnya Bisa Lebih Melakukan Pembangunan. Dulunya Masjid Ini Dikenal Sebagai Masjid Biru. Kedepannya Kita Akan Perindah Dan Branding, Agar Lebih Indah Dan Dikenal Sebagai Masjid Dua Pilar"
Sigap News NTB | Lotim — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Besar Jami'ul Khair, Desa Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, berlangsung khidmat dan meriah, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WITA itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum memperkuat kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain diisi dengan pembacaan dan pengajian Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyampaian sejumlah program sosial, laporan hasil pengumpulan Ancak atau Bendera Ancak, serta pesan-pesan keagamaan mengenai akhlak, kehidupan, keluarga dan keteladanan Rasulullah SAW.
Sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya mantan Camat Pringgabaya, perwakilan Polsek Pringgabaya, Pj. Kepala Desa Pringgabaya, Kanit Dikbud Pringgabaya, Danposramil Pringgabaya Kapten Inf. Agil, para pejabat lainnya, tokoh agama, tokoh masyarakat serta jamaah dari berbagai wilayah di Desa Pringgabaya.
Apresiasi untuk Jamaah dan Kaum Ibu
Ketua DKM Masjid Besar Jami'ul Khair Desa Pringgabaya, TGH. Muhammad Husni Mubarok, QH., M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah dan masyarakat yang telah ikut menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada kaum ibu yang telah berkontribusi dari rumah dalam menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan Maulid.
“Terima kasih kepada jamaah kita, khususnya ibu-ibu yang ada di rumah. Mudah-mudahan apa yang dikerjakannya menjadi amal ibadah,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para bapak dan seluruh jamaah yang hadir. Menurutnya, kemeriahan peringatan Maulid tidak terlepas dari kebersamaan dan partisipasi masyarakat.
“Kemudian terima kasih kepada bapak-bapak yang hadir hingga acara ini bisa meriah. Mudah-mudahan setiap langkah pelungguh menjadi ibadah kepada Allah SWT,” katanya.
TGH. Muhammad Husni Mubarok, yang juga merupakan Anggota DPRD Lombok Timur dari Fraksi Gerindra Dapil 5 (dikenal juga sebagai Dewan HM), kemudian menyampaikan sejumlah laporan dan rencana kegiatan sosial yang telah dan akan dilaksanakan oleh pengurus masjid.
Khitan Gratis untuk 14 Anak
Salah satu program yang mendapat perhatian dalam sambutan Ketua DKM adalah rencana pelaksanaan khitan gratis bagi 14 anak. Program tersebut, menurutnya, merupakan kegiatan yang secara rutin dilaksanakan sebagai bagian dari pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, berikutnya akan ada khitanan gratis sebanyak 14 anak yang biasa kita adakan tiap tahun. Ini gratis, yang biasanya bayar Rp1,5 juta, karena menggunakan sunat teknologi terbaru oleh Klinik Al Muchlisin,” jelasnya.
Ia bersyukur karena Klinik Al Muchlisin tetap berkomitmen mendukung kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk melalui pengobatan gratis dan khitan gratis.
“Alhamdulillah, klinik ini masih tetap berkomitmen mengadakan pengobatan gratis dan sunat gratis,” tambahnya.
Selain program sosial, pihak pengurus juga bersyukur atas meningkatnya hasil pengumpulan Ancak masyarakat dalam peringatan Maulid tahun ini.
Pengurus Masjid Akan Berganti, Karpet Masjid Telah Lunas
Dalam kesempatan tersebut, TGH. Husni juga menyampaikan bahwa pada September mendatang direncanakan adanya pergantian kepengurusan masjid.
Ia berharap Pemerintah Desa Pringgabaya dapat menginisiasi pembentukan kepengurusan baru demi melanjutkan berbagai program keagamaan dan pembangunan masjid.
“Insya Allah pada bulan September ini akan ada pergantian pengurus. Oleh sebab itu, kami minta Pemdes untuk menginisiasi pengurus baru. Kalaupun ada kekhilafan kepengurusan kami, mohon maaf,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena salah satu pekerjaan rumah pengurus sebelumnya, yakni pelunasan karpet masjid, kini telah berhasil diselesaikan.
“Mengenai PR kami yang belum rampung, yaitu pelunasan karpet, kini Alhamdulillah sudah lunas,” katanya.
Kedepan, pengurus berikutnya diharapkan dapat melanjutkan pembangunan dan pengembangan Masjid Besar Jami'ul Khair yang memiliki identitas tersendiri di tengah masyarakat.
Menurutnya, masjid tersebut dikenal sebagai masjid dengan dua pilar. Dahulu masyarakat juga mengenalnya sebagai “Masjid Biru”. Karena itu, pengurus ke depan diharapkan dapat terus memperindah sekaligus memperkuat branding masjid.
“Kami berharap pengurus berikutnya bisa lebih melakukan pembangunan. Dulunya masjid ini dikenal sebagai Masjid Biru. Kedepannya kita akan perindah dan branding agar lebih indah dan dikenal sebagai Masjid Dua Pilar,” tegasnya.
Pj. Kades: Tiga Bulan Lebih, Dukungan Masyarakat Luar Biasa
Pj. Kepala Desa Pringgabaya, Ainur Rofiq, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar pertemuan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mendapat keberkahan dan ridha Allah SWT.
“Semoga pertemuan kita ini menjadi pertemuan yang diridhai oleh Allah SWT,” katanya.
Ainur Rofiq juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama masyarakat selama dirinya menjalankan amanah sebagai Pj. Kepala Desa Pringgabaya.
Ia menyebut, meskipun baru sekitar tiga bulan empat hari menjalankan tugas, dukungan masyarakat yang begitu besar membuat dirinya merasa telah lama bersama warga Pringgabaya.
“Tidak terasa sudah tiga bulan empat hari dan saya merasa sudah lama, saking luar biasanya dukungan masyarakat. Terima kasih atas kerja samanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran, termasuk Dana Desa yang relatif lebih kecil, tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan semangat dalam membangun desa.
“Walaupun DD Pringgabaya lebih kecil saat ini, namun kita tidak berkecil hati. Itu semua berkat dukungan dua Dewan kita (Dwan HM & Dewan H. Muhammad Luthfi) yang mendukung berbagai program di desa kita ini,” katanya.
Melalui peringatan Maulid, ia berharap siraman rohani yang disampaikan para Tuan Guru mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.
“Semoga dengan adanya siraman rohani dari Tuan Guru kita pada acara Maulid ini, maka akan ada perubahan akhlak kita menjadi lebih baik,” tambahnya.
TGH. Muhsin: Jamaah yang Hadir Adalah Orang yang Mendapat Hidayah
Memasuki sesi pengajian Maulid, TGH. Muhsin menyampaikan tausiah di hadapan jamaah. Ia mengawali ceramah dengan rasa syukur melihat tingginya antusiasme masyarakat Pringgabaya menghadiri pengajian.
“Alhamdulillah, pada 12 Rabiul Awal ini masyarakat Pringgabaya yang berada di tengah kita luar biasa senang ngaji dengan menghadiri acara pengajian Maulid ini. Anda semua yang hadir ini merupakan orang yang mendapat hidayah,” sebutnya.
Dalam ceramahnya, TGH. Muhsin memaparkan empat hikmah besar diutus dan dilahirkannya Nabi Muhammad SAW ke dunia, yang menurutnya harus menjadi bahan perenungan umat Islam dalam menjalani kehidupan.
Empat Hikmah Besar Kelahiran Nabi Muhammad SAW
TGH. Muhsin menjelaskan bahwa secara garis besar terdapat empat hikmah penting dari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

(Dok. Pribadi)
Pertama, mengangkat harkat dan martabat perempuan.
Ia menjelaskan pentingnya menempatkan perempuan secara mulia serta membangun kehidupan rumah tangga dengan kasih sayang, penghormatan dan ketaatan kepada ajaran agama.
Dalam bagian ceramahnya, TGH. Muhsin menyampaikan berbagai pesan mengenai hubungan suami dan istri. Ia mendorong para jamaah untuk membangun rumah tangga yang harmonis, menjaga kasih sayang, menghindari prasangka buruk, serta saling menghormati.
“Ambilkan minum suami pahalanya seperti orang puasa satu tahun. Mencium suami dengan penuh rasa kasih sayang satu kali, sama dengan orang membaca Al-Qur'an 30 juz, 12 kali khatam. Terus memberikan suami atau mengajak suami bercinta atau berhubungan badan, pahalanya seperti pahala haji umrah 200 kali,” pesannya kepada jamaah.
Ia juga menekankan pentingnya ketaatan seorang istri kepada suami dalam koridor ajaran agama serta mengingatkan agar kehidupan rumah tangga tidak dibangun di atas prasangka buruk.
“Oleh karena itu kepada para istri supaya taat dan patuh pada suami. Tidak boleh suuzan pada suami,” ujarnya.
Dalam penyampaian yang disambut antusias dan tepuk tangan jamaah, TGH. Muhsin juga menggunakan sejumlah ungkapan dan ilustrasi khas dalam memberikan nasihat tentang pentingnya kasih sayang dan kedekatan suami-istri.
Ia turut mengingatkan jamaah agar menjaga diri dari sifat su'udzon atau prasangka buruk.
“Dosa besar itu bukan merampok, bukan berzina, bukan apa-apa. Tetapi suuzan. Apalagi suuzan pada suami, tidak boleh,” pesannya.
Kedua, Nabi Muhammad SAW diutus sebagai Rahmatan lil Alamin.
Menurutnya, kehadiran Rasulullah SAW merupakan rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, umat Islam harus mampu menampilkan ajaran Islam yang membawa kasih sayang, kebaikan, kedamaian dan kemaslahatan.
Ketiga, memperkokoh agama Islam di muka bumi.
Nabi Muhammad SAW, lanjutnya, membawa risalah untuk menegakkan dan menyempurnakan ajaran Islam. Umat Islam pun dituntut untuk menjaga dan memperkokoh agama melalui keimanan, ibadah dan akhlak yang baik.
Keempat, menjadi suri teladan serta memperbaiki akhlak manusia.
Rasulullah SAW hadir membawa teladan bagi umat manusia. Karena itu, kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus tercermin dalam perubahan perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak Cukup Ilmu Syariat, Jamaah Diajak Memahami Ilmu Hakikat
Dalam tausiah tersebut, TGH. Muhsin juga mengajak jamaah untuk tidak hanya mempelajari ilmu syariat, tetapi turut mendalami dimensi hakikat kehidupan.
“Kita jangan hanya memiliki ilmu syariat saja, tapi juga harus memiliki ilmu hakikat. Kita hidup dengan tiga, yaitu jasad, jiwa atau nafsu dan ruh,” pesannya.
Ia kemudian menguraikan pandangannya mengenai kehidupan manusia yang terdiri atas jasad, jiwa dan ruh.
Menurut penjelasannya, jasad membutuhkan makanan yang halal selama hidup di dunia. Selain itu, manusia juga memiliki kewajiban menjalankan ibadah, terutama shalat lima waktu, sebagai bentuk penghambaan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diberikan.
TGH. Muhsin dalam ceramahnya memberikan penjelasan dan perumpamaan spiritual mengenai shalat lima waktu, termasuk makna jumlah rakaat dan keterkaitannya dengan rasa syukur manusia atas nikmat anggota tubuh.
Ia menjelaskan bahwa shalat tidak semata-mata menjadi kewajiban, melainkan juga wujud penghambaan dan ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT.
Sedekah sebagai Bekal Kebaikan
Pada bagian lain, TGH. Muhsin juga menekankan pentingnya sedekah sebagai amal yang harus diperbanyak selama manusia masih hidup.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanya sementara, sementara manusia akan memasuki fase kehidupan berikutnya setelah kematian.
“Makanan jiwa di dalam alam kubur adalah sedekah. Jadi makanan kita di alam kubur adalah pahala sedekah,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat kepada jamaah agar tidak hanya mengejar kepentingan duniawi, tetapi juga mempersiapkan amal kebajikan sebagai bekal kehidupan akhirat.
“Tiang Negara Adalah Perempuan”
Di penghujung tausiah, TGH. Muhsin kembali menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membentuk generasi dan peradaban.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam pembentukan karakter anak, sehingga seorang ibu memiliki peran besar dalam pendidikan dan pembinaan akhlak generasi.
“Tiang negara adalah perempuan. Karena madrasah pertama adalah istri. Baik istri, walaupun suami kurang ajar, maka anaknya tetap akan jadi saleh atau salehah,” tutupnya.
Pesan tersebut mengundang perhatian jamaah sekaligus menjadi penegasan mengenai pentingnya pendidikan keluarga, peran ibu dan pembentukan karakter anak sejak lingkungan rumah tangga.
Perolehan Ancak Naik Rp2,639 Juta, Tembus Rp 52,791 Juta
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Lalu Fathul Anwar, S.Pd, menyampaikan laporan hasil perolehan Bendera Ancak dari masyarakat.
Berdasarkan laporan panitia, hasil perolehan Ancak dari 15 wilayah mencapai total Rp 52.791.000.
Adapun rinciannya sebagai berikut:
Dusun Seimbang: Rp3.410.000.
Montong Sari: Rp3.300.000.
Embur Lauk: Rp3.865.000.
Embur Daya: Rp6.068.000.
Jejangka Lauk: Rp3.000.000.
Dasan Bantek: Rp1.570.000.
Sari Goge: Rp1.805.000.
Dasan Lendang: Rp600.000.
Jejangka Daya: Rp4.000.000.
Belawong: Rp2.000.000.
Belawong Lauk: Rp2.200.000.
Otak Desa: Rp4.730.000.
Karang Kapitan: Rp4.593.000.
Mekar Sandat: Rp6.086.000.
Dalam Tengak: Rp5.764.000.
Ketupat Lalu Fathul Anwar mengungkapkan, perolehan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan Maulid tahun sebelumnya.
“Total Bendera Ancak mencapai Rp52,791 juta pada tahun ini. Sedangkan pada tahun kemarin Rp50,152 juta. Alhamdulillah kenaikan Rp2,639 juta. Peringkat pertama yaitu Mekar Sandat,” ungkap Ketua Panitia.
Dengan demikian, perolehan Ancak pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah mengalami peningkatan sebesar Rp 2,639 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Dusun Mekar Sandat menjadi penyumbang perolehan tertinggi dengan total Rp 6.086.000, disusul Embur Daya sebesar Rp 6.068.000 dan Dalam Tengak sebesar Rp 5.764.000.
Maulid sebagai Momentum Memperkuat Iman dan Kebersamaan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Besar Jami'ul Khair Desa Pringgabaya bukan sekadar menjadi agenda tahunan keagamaan.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong, kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Mulai dari keterlibatan jamaah, kaum ibu, tokoh agama, pemerintah desa, unsur keamanan, panitia hingga masyarakat dari berbagai dusun, seluruhnya menjadi bagian dari kemeriahan peringatan kelahiran Rasulullah SAW.
Peningkatan perolehan Ancak menjadi salah satu gambaran tingginya partisipasi dan semangat masyarakat dalam menyemarakkan Maulid tahun ini.
Di sisi lain, pesan-pesan yang disampaikan dalam pengajian menjadi pengingat bahwa peringatan Maulid hendaknya tidak berhenti pada seremonial semata. Keteladanan Nabi Muhammad SAW harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui perbaikan akhlak, memperkuat kasih sayang dalam keluarga, meningkatkan ibadah, memperbanyak sedekah, menjauhi prasangka buruk dan memperkokoh persaudaraan.
Dengan semangat tersebut, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pringgabaya diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membangun masyarakat yang semakin religius, harmonis dan berakhlak mulia.
Editor :M Amin